Teguran PDIP Soal Ganjar Pranowo Siap Nyapres Diklaim Cuma Sandiwara, Dibandingkan dengan Nasib Loyalis Puan

Dany Garjito | Elvariza Opita | Suara.com

Selasa, 25 Oktober 2022 | 10:38 WIB
Teguran PDIP Soal Ganjar Pranowo Siap Nyapres Diklaim Cuma Sandiwara, Dibandingkan dengan Nasib Loyalis Puan
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo memenuhi undangan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDIP untuk klarifikasi pernyataannya soal 'Siap Nyapres'.

Suara.com - Kesiapan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi calon presiden 2024 rupanya berbuntut panjang. Bahkan Ganjar dipanggil dan mendapat teguran dari DPP PDI Perjuangan akibat pernyataannya tersebut.

Namun bukan hanya Ganjar, teguran ternyata juga disampaikan DPP PDIP kepada sejumlah elitenya yang mendukung Puan Maharani dan membentuk Dewan Kolonel.

Hanya saja teguran yang diterima Johan Budi dkk berbeda dengan yang didapatkan Ganjar. Bila Dewan Kolonel memperoleh peringatan keras, bahkan disebut sebagai SP3, maka Ganjar cuma mendapatkan teguran lisan untuk mengklarifikasi pernyataannya.

Hal ini rupanya ikut disorot oleh Pakar Komunikasi Politik Hendri Satrio. Dilihat Suara.com dalam tayangan Primetime News di kanal YouTube metrotvnews, Hendri bahkan menduga Ganjar cuma berpura-pura menerima hukuman.

Hendri menegaskan sanksi yang diberikan DPP PDIP kepada Ganjar didahului dengan serangkaian hal, mulai dari deklarasi Anies Baswedan oleh Partai NasDem hingga sanksi PDIP untuk Dewan Kolonel.

"Tapi publik jadinya bertanya juga, kenapa di satu sisi Dewan Kolonel yang mendukung Puan Maharani diberikan surat peringatan secara tertulis, sementara Pak Ganjar lisan," ujar Hendri, dikutip pada Selasa (25/10/2022).

"Surat peringatannya itu juga ditandatangani oleh Pak Hasto, Sekjen (PDIP). Nah (Ganjar) ini dipanggil juga oleh Pak Hasto dan kita bisa lihat pemberian saksinya seru juga, pakai ketawa-ketawa," sambung Hendri.

Menurut Hendri, hal inilah yang dapat memicu kecurigaan publik, termasuk apakah Ganjar benar-benar mendapatkan sanksi dari PDIP karena kesiapannya mencalonkan diri di Pemilihan Presiden 2024. Malah bisa jadi publik menduga Ganjar cuma pura-pura disanksi.

Ganjar Pranowo menjalani pemeriksaan tertutup yang juga dihadiri Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP Bidang Kehormatan PDIP Komarudin Watubun di Kantor DPP PDIP Jakarta pada Senin (24/10/2022). [Dok. DPP PDIP]
Ganjar Pranowo menjalani pemeriksaan tertutup yang juga dihadiri Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP Bidang Kehormatan PDIP Komarudin Watubun di Kantor DPP PDIP Jakarta pada Senin (24/10/2022). [Dok. DPP PDIP]

"Jadi publik ini melihat, ini sanksi serius yang diberi PDI Perjuangan ataukah memang ini (cuma) teguran sandiwara yang diberikan (kepada) kubu Ganjar. Sementara kemarin teguran serius diberikan kepada kubunya Puan Maharani. Nah di publik kan kelihatannya jadi begitu," tutur Hendri.

Di sisi lain, relawan GP Mania menilai teguran untuk Ganjar adalah hal yang normal, sebagai bentuk kedisiplinan PDIP terhadap para kadernya.

"Apa yang dilakukan partai terhadap mas Ganjar untuk saya adalah hal yang normal, karena ini kan partai yang dipimpin oleh ketua umum yang punya keteguhan dan punya disiplin partai," jelas Ketua GP Mania, Immanuel Ebenezer, yang hadir di agenda yang sama.

"Saya rasa itu hal yang normal," pungkas Immanuel menegaskan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ganjar Kena Sanksi Teguran Gegara Ucapan Siap Nyapres, Relawan: Itu Minimalnya, Maksimalnya Tiket Capres 2024

Ganjar Kena Sanksi Teguran Gegara Ucapan Siap Nyapres, Relawan: Itu Minimalnya, Maksimalnya Tiket Capres 2024

News | Selasa, 25 Oktober 2022 | 10:29 WIB

PDIP Sebut Pilpres 2024 Momentum Hadirkan Kepemimpinan Perempuan, Sinyal Kuat Puan Maharani Jadi Capres?

PDIP Sebut Pilpres 2024 Momentum Hadirkan Kepemimpinan Perempuan, Sinyal Kuat Puan Maharani Jadi Capres?

Sumbar | Selasa, 25 Oktober 2022 | 09:27 WIB

Tidak Hanya Ganjar Pranowo, PDIP Juga Jatuhkan Sanksi Keras ke Dewan Kolonel

Tidak Hanya Ganjar Pranowo, PDIP Juga Jatuhkan Sanksi Keras ke Dewan Kolonel

| Selasa, 25 Oktober 2022 | 08:30 WIB

Pengamat: Tak Mudah Membaca ke Mana Restu Politik Megawati soal Capres PDIP 2024

Pengamat: Tak Mudah Membaca ke Mana Restu Politik Megawati soal Capres PDIP 2024

Jakarta | Selasa, 25 Oktober 2022 | 09:00 WIB

Ganjar Disanksi Buntut Ucapan Siap Nyapres, Pengamat: Di PDIP Haram Bicara Capres, Itu Domainnya Megawati

Ganjar Disanksi Buntut Ucapan Siap Nyapres, Pengamat: Di PDIP Haram Bicara Capres, Itu Domainnya Megawati

Jakarta | Selasa, 25 Oktober 2022 | 08:00 WIB

Terkini

Pasukan Penerjun Payung Amerika Tiba di Timur Tengah, Skenario Operasi Darat ke Iran

Pasukan Penerjun Payung Amerika Tiba di Timur Tengah, Skenario Operasi Darat ke Iran

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:50 WIB

Gaji Rp3,5 Juta Jadi Umpan: Perempuan Dijebak Sindikat Prostitusi Online di Cilegon

Gaji Rp3,5 Juta Jadi Umpan: Perempuan Dijebak Sindikat Prostitusi Online di Cilegon

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:50 WIB

Misteri Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, TAUD Identifikasi 16 Pelaku dan Jejak Struktur Komando

Misteri Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, TAUD Identifikasi 16 Pelaku dan Jejak Struktur Komando

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:46 WIB

Gus Yaqut Bantah Terima Uang 30 Ribu USD dari Maktour dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Gus Yaqut Bantah Terima Uang 30 Ribu USD dari Maktour dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:45 WIB

Kejahatan Perang Baru AS-Israel Terbongkar, Incar Museum dan Situs Sejarah Iran

Kejahatan Perang Baru AS-Israel Terbongkar, Incar Museum dan Situs Sejarah Iran

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:34 WIB

Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan

Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:28 WIB

Sengketa Temuan Kasus Andrie Yunus: Polisi Sebut Tak Ada Sipil, KontraS Ungkap 'Operasi Sadang'

Sengketa Temuan Kasus Andrie Yunus: Polisi Sebut Tak Ada Sipil, KontraS Ungkap 'Operasi Sadang'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:25 WIB

Korsel Bagi-bagi Duit Tak Mau Warganya Hidup Susah saat Harga BBM Naik

Korsel Bagi-bagi Duit Tak Mau Warganya Hidup Susah saat Harga BBM Naik

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:22 WIB

Dari Teknisi ke Tumpukan Kelapa Busuk: Perjuangan Rosikin di Pinggir Rel Kramat Pulo Demi Mimpi Anak

Dari Teknisi ke Tumpukan Kelapa Busuk: Perjuangan Rosikin di Pinggir Rel Kramat Pulo Demi Mimpi Anak

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:22 WIB

Jaksa Agung Didesak Turun Tangan Seret Penyiram Air Keras Andrie Yunus ke Peradilan Umum

Jaksa Agung Didesak Turun Tangan Seret Penyiram Air Keras Andrie Yunus ke Peradilan Umum

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:17 WIB