Suku Dayak Berasal dari Mana? Ini Asal Usul, Tradisi, Ciri Khas dan Bahasa

Rifan Aditya | Suara.com

Rabu, 26 Oktober 2022 | 22:17 WIB
Suku Dayak Berasal dari Mana? Ini Asal Usul, Tradisi, Ciri Khas dan Bahasa
suku Dayak berasal dari mana - Suku Dayak dari Kalimantan (pixabay)

Suara.com - Baru-baru ini suku Dayak menjadi perbincangan hangat di media sosial, usai Pegiat media sosial (Medsos), Helmi Felis menyebut jika suku Dayak terbagi menjadi dua jenis. Melalui cuitan yang diunggah Helmi dalam akun Twitter @helmifelis_ miliknya, secara terang-terangan ia menuliskan bahwa suku Dayak terdiri dari dua jenis yaknj suku Dayak asli dan suku Dayak medsos. Lantas suku Dayak berasal dari mana

Pernyataannya itu bukan tanpa sebab, melalui cuitannya Helmi menuliskan adanya suku Dayak medsos karena munculnya para warga Indonesia dari suku Dayak yang di nilai selalu mendukung keputusan Presiden Joko Widodo khususnya terkait persoalan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN). 

Sementara itu, Helmi juga terlihat mencantumkan satu sumber link yang meberitakan mengenai adanya kelompok suku Dayak yang tak setuju dengan pemindahan Ibu Kota Negara. Sumber inilah yang akhirnya dijadikan bahan Helmi untuk memperkuat cuitannya. Dayak menjadi topik hangat di medsos hingga masuk trending Twitter setelah 15,4 ribu cuitan diunggah oleh warganet. 

Indonesia merupakan negara yang dikenal kaya akan suku bangsa, budaya, bahasa, adat, dan juga kebiasaan. Terdapat ratusan suku yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, salah santunya suku Dayak yang ada di pedalaman Kalimantan. Suku ini sangatlah popoler dikalangan masyarakat Indonesia maupun mancanegara. 

Lantas, sebenarnya suku Dayak berasal dari mana? Ketahui asal usul, tradisi, nilai kearifan lokal, ciri khas hingga bahasa yang digunakan masyarakat setempat pada artikel berikut. 

Suku Dayak dari Mana? 

Suku Dayak adalah suku asli Kalimantan yang memiliki jumlah populasi dan dominasi terbesar. Suku Dayak sendiri tersebar di lima provinsi yang terdapat di Pulau Kalimantan.

Mereka berasal dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan  Kalimantan Utara. Berdasarkan terakhir data dari sensus penduduk, Suku Dayak memiliki jumlah penduduk hingga mencapai 3.400.000 jiwa. 

Asal Usul Suku Dayak 

Sejumlah pria Suku Dayak mengikuti acara pembukaan Pekan Gawai Dayak ke-36 di Rumah Radakng, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (20/5/2022). [ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/foc]
Sejumlah pria Suku Dayak mengikuti acara pembukaan Pekan Gawai Dayak ke-36 di Rumah Radakng, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (20/5/2022). [ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/foc]

Asal usul nama Suku Dayak diberikan oleh penjajah Belanda yang saat itu menempati pulau Kalimantan karena sedang melakukan ekspansi di pulau Borneo. Suku Dayak sendiri merupakan sebuah suku pedalaman yang tinggal di dekat aliran sungai di hutan.

Oleh karena itu, banyak penduduk suku Dayak yang dikenal dengan kebudayaan maritim atau bahari. Dikarenakan rata-rata mata pencaharian mereka sebagau nelayan di huluan sungai guna mencari bahan baku makanan. 

Suku Dayak kemudian menjado istilah bago 200 sub kelompok lebih etnis suku yang umumnya tinggal di aliran sungai atau pegunungan pedalaman bagian selatan dan juga tengah pulau Kalimantan. Berdasarkan sejarah, suku ini juga pernah mendirikan suatu kerajaan namun akhirnya berhasil dikalahkan oleh kerajaan Majapahit. 

Ketika kerajaan tersebut runtuh, banyak masyarakat suku Dayak yang mengenal agama, seperti Islam, Kristen dan lainnya. Sehingga mereka memilih lepas dari adat dan kebudayaan Dayak kemudian membentuk suatu koloni baru, yaitu suku Melayu dan Banjar.  

Suku Dayak memiliki 6 rumpun yakni Rumpun Klemantan, Rumpun Murut, Rumpun Iban,  Rumpun Apokayan, Rumpun Ot Danum- Ngaju, dan Rumpun Punan. Rumpun Dayak Punan merupakan subetnis suku Dayak yang diperkirakan paling lama mendiami pulau Kalimantan. 

Kemudian, keenam rumpun Dayak ini, kembali diklasifikasikan menjadi 405 sub-etnis suku Dayak yang masing-masing mempunyai karakteristik dan ciri khas yang berbeda-beda.  

Tradisi Suku Dayak 

Terdapat beberapa tradisi suku Dayak yang hingga saat ini masih dijaga keberadaannya. Beberapa tradisi tetsebut antara lain yaitu: 

1. Kuping Panjang 

Tradisi unik Suku Dayak, Telingaan Aruu atau kuping panjang. (Instagram/@kamidayakkalbar)
Tradisi unik Suku Dayak, Telingaan Aruu atau kuping panjang. (Instagram/@kamidayakkalbar)

Penduduk suku Dayak, memiliki sebuah tradisi yang cukup unik yaitu memanjangkan telinganya. Tradisi ini, hanya akan dilakukan oleh para perempuan Dayak yang berada di Kalimantan timur. Ada sebuah keyakinan jika seorang perempuan Dayak memiliki yang telinga panjang, maka ia akan terlihat semakin cantik.

Oleh sebab itu, banyak perempuan Dayak yang memilih memanjangkan telinga. Karena semakin panjang telinga, maka ia akan semakin terlihat cantik. 

2. Tato 

Tato bagi suku Dayak menjadi simbol kekuatan serta hubungan mereka dengan Tuhan, sebuah perjalanan kehidupan, dan lain sebagainya. Hingga kini, tradisi menggambar tato masih dilakukan oleh masyarakat suku Dayak.  

Proses pembuatan tato yang dilakukan oleh suku Dayak juha terkenal. Karena, mereka masih menggunakan peralatan yang sederhana.

Orang yang akan ditato hanya disuruh menggigit kain sebagai pereda sakit kemudian tubuhnya akan dipahat menggunakan suatu alat tradisional. Gambar tato yang dilukiskan pun juga tidak sembarangan. Setiap gambar memiliki sebuah makna tersendiri.  

3. Tiwah 

Tradisi suku Dayak selanjutnya yaitu Tiwah, Tiwah adalah sebuah upacara pemakaman yang dilakukan oleh masyarakat Dayak Ngaju. Dalam pelakaanaannya, mereka akan membakar tulang belulang dari kerabat yang sudah meninggal dunia.

Menurut kepercayaan Kaharingan, tradisi Dayak Tiwah ini dipercaya dapat mengantarkan arwah dari orang meninggal agar mudah menuju dunia akhirat atau disebut juga dengan nama Lewu Tatau. 

4. Ngayau  

Ngayu atau berburu kepala adalah salah satu tradisi turun temurun yang dimiliki oleh masyarakat suku Dayak namun telah dihentikan saat ini. Alasan diberhentikannya tradisi ngayu, karena tradisi ini cukup ekstrim dan mengerikan hingga mengancam nyawa seseorang. 

Ngayau merupakan tradisi di mana seseorang yang berasal dari suku Dayak akan berburu kepala musuhnya dari suku lain. Tradisi ngayau ini hanya dijalankan oleh beberapa rumpun masyarakat Dayak saja, seperti Ngaju, Iban, serta Kenyah. 

5. Manjah Antang 

Tradisi manjah antang merupakan suatu ritual untuk mencari keberadaan musuh ketika berperang. Menurut sejarah masyarakat Dayak, ritual manajah antang adalah sebuah ritual pemanggilan roh nenek moyang dengan burung Antang.

Burung tersebut diyakini mampu memberitahukan lokasi persembunyian musuh. Selain dipakai saat berperang, tradisi manajah antang ini pun juga dipakai untuk mencari petunjuk-petunjuk lain. 

6. Mantat Tu’mate 

Tradisi mantat tu’mate adalah tradisi untuk mengantarkan orang yang baru saja meninggal. Mantat tu’mate akan dilakukan selama tujuh hari berturut-turut dengan acara iring-iringan musik serta tari tradisional. Setelah upacara selama tujuh hari sudah selesai, barulah jenazah tersebut akan dimakamkan. 

Nilai Kearifan Lokal Suku Dayak 

Suku Dayak terkenal dengan keberaniannya, ulet, tangguh, dan gigih. Mereka sudah biasa survive di alam terbuka di pedalaman hutan Kalimantan, tanpa mengenal adanya teknologi. Merka hanua memanfaatkan alam sebagai penopang kehidupan sehari-hati, agar bisa bertahan hidup.  

Karena itulah, Suku Dayak sangat mencintai alam dan menganggap alam sebagai Tuhan atau yang memberikan mereka sumber kehidupan. Dalam menemukan jodoh pun masyarakat memiliki cara yang terbilang cukup unik yakni dengan mengandalkan firasat.

Mereka akan menenung meminta sebuah petunjuk dari leluhur. Prosesi tersebut dilakukan di tempat keramat seperti Pegunungan Lumut, Muller, dan Meratus. 

Ciri-ciri Suku Dayak 

Rumah Betang Suku Dayak di Kalimantan. (Antara/Kasriadi)
Rumah Betang Suku Dayak di Kalimantan. (Antara/Kasriadi)

Ciri khas suku Dayak beragam seperti memiliki rumah panjang. Hasil kebudayaan materialnya seperti tembikar, sumpit, mandau, beliung ataupun kapak Dayak.

Masyarakat Dayak memiliki mata pencaharian berburu dan meramu, seperti halnya manusia purba, suku Dayak masih mempertahankan budaya ini dan hidup di dalam hutan Kalimantan. 

Bahasa Suku Dayak 

Berdasarkan bahasa yang digunakan sehari-hari, terbagi menjadi 5 bahsa Suku Dayak, yaitu: 

• Dayak Darat, terbagi menjadi 13 bahasa, salah satunya yaitu bahasa Rejang 

• Barito Raya, mempunyai 33 bahasa dengan 11 bahasa lainnya dari kelompok bahasa Madagaskar 

• Borneo Utara, memiliki 99 bahasa termasuk bahasa Yakan yang bersal dari Filipina 

• Bahasa Melayik dituturkan oleh Dayak Meratus, Dayak Keninjal, Dayak Iban,  Dayak Kendayan, Dayak Bamayoh, dan lain-lain. 

• Sulawesi Selatan dituturkan oleh 3 Suku Dayak di pedalaman Kalimantan Barat, yakni Dayak Embaloh, Dayak Taman, dan Dayak Kalis. 

Agama Suku Dayak 

Masyarakat Dayak menganut agama Kaharingan. Kaharingan merupakan sebuah kepercayaan/agama asli dari suku Dayak di Kalimantan, saat agama-agama besar belum memasuki pulai Kalimantan. Kaharingan memiliki arti tumbuh atau hidup, seperti halnya dalam istilah danum kaharingan. 

Nah demikian tadi ulasan mengenai suku Dayak berasal dari mana? Asal usul, tradisi, nilai kearifan lokal, ciri khas, agama hingga bahasa yang digunakan masyarakat setempat. Semoga bermanfaat!

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Helmi Felis Sebut yang Setuju IKN hanya 'Dayak Medsos' bukan 'Dayak Asli', Begini Tanggapan Netizen

Heboh Helmi Felis Sebut yang Setuju IKN hanya 'Dayak Medsos' bukan 'Dayak Asli', Begini Tanggapan Netizen

Kalbar | Rabu, 26 Oktober 2022 | 12:37 WIB

Masyarakat Dayak Harus Bersyukur Tinggal di Pulau Kalimantan, Martin: Tidak Ada Gempa, Gunung Merapi dan Tsunami

Masyarakat Dayak Harus Bersyukur Tinggal di Pulau Kalimantan, Martin: Tidak Ada Gempa, Gunung Merapi dan Tsunami

Kalbar | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 09:34 WIB

Majelis Adat Dayak Nasional Nyatakan Siap Kawal dan Terlibat Pembangunan IKN

Majelis Adat Dayak Nasional Nyatakan Siap Kawal dan Terlibat Pembangunan IKN

Kaltim | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 13:50 WIB

Terkini

Libatkan 500 TNI, Total 14 Ribu Aparat Gabungan Jaga Titik Demo Harkitnas di DPR hingga Kejagung

Libatkan 500 TNI, Total 14 Ribu Aparat Gabungan Jaga Titik Demo Harkitnas di DPR hingga Kejagung

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 08:41 WIB

Kasus Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini

Kasus Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 08:25 WIB

Waspada Siasat Maling! Polresta Tangerang Bongkar Modus Teror 'Pocong' untuk Takuti Warga

Waspada Siasat Maling! Polresta Tangerang Bongkar Modus Teror 'Pocong' untuk Takuti Warga

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:59 WIB

Update! 9 WNI Diculik Tentara Israel di Kapal Global Sumud Flotilla

Update! 9 WNI Diculik Tentara Israel di Kapal Global Sumud Flotilla

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:32 WIB

Kejagung Lelang Koleksi Harvey Moeis: Tas Mewah Hari Ini, Mobil dan Apartemen Menyusul

Kejagung Lelang Koleksi Harvey Moeis: Tas Mewah Hari Ini, Mobil dan Apartemen Menyusul

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:31 WIB

Duduk Perkara Kasus Chromebook: Kenapa Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara?

Duduk Perkara Kasus Chromebook: Kenapa Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara?

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB

Menolak Lupa! 28 Tahun Reformasi, Aliansi Perempuan: Jangan Jadikan Tubuh Kami Sasaran Kekerasan

Menolak Lupa! 28 Tahun Reformasi, Aliansi Perempuan: Jangan Jadikan Tubuh Kami Sasaran Kekerasan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB

Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa

Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 05:45 WIB

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 22:05 WIB

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:55 WIB