Diamnya Megawati soal Capres, Indikasi Kelompok Oligarki Sudah Cawe-cawe ke PDIP?

Dany Garjito | Sekar Anindyah Lamase | Suara.com

Kamis, 27 Oktober 2022 | 12:32 WIB
Diamnya Megawati soal Capres, Indikasi Kelompok Oligarki Sudah Cawe-cawe ke PDIP?
Megawati Soekarnoputri berbicara dalam Napak Tilas Ratu Kalinyamat Pahlawan Maritim Nusantara yang digelar TNI Angkatan Laut di geladak KRI Dewaruci, Jakarta, Kamis (11/8/2022). [Tangkapan layar YouTube]

Suara.com - Peneliti Senior Institut Riset Indonesia (INSIS) Dian Permata menyampaikan bahwa ada kuasa kelompok oligarki yang berusaha untuk mengendalikan situasi dinamika politik sesuai dengan political interest mereka.

Padahal menurutnya, dinamika politik mulai dari penetapan nama-nama bakal capres saat ini sudah wajar dan sesuai prosedur yang ada.

Mengutip Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Dian Permata memaparkan bahwa desakan kelompok oligarki terlihat sudah mendesak PDI Perjuangan.

"Sebagai satu-satunya parpol yang memiliki golden ticket untuk mengajukan capresnya sendiri, PDIP memiliki magnitude di mata kelompok oligarki di negeri ini," kata Dian Permata dikutip dari wartaekonomi.co.id, Kamis (27/10/2022).

Dalam hal ini, Dian menjelaskan bahwa indikasi-indikasi politik soal upaya kudeta Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk berkuasa mengusung capres mulai terlihat.

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. [Dok. DPP PDIP]
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. [Dok. DPP PDIP]

Dalam Pilpres 2024 mendatang, Dian mencium kelompok oligarki sudah terendus memiliki kandidat pilihan mereka. Kandidat itu dirancang untuk bisa mendapatkan dukungan dari parpol-parpol yang tentunya bersuara besar dan kuat.

Menurut Dian, sikap diamnya Megawati dan minimnya komentar soal pengusungan capres ini semakin mendorong kelompok oligarki untuk cawe-cawe lebih dalam proses tersebut.

Oleh karena itu, Megawati dan PDIP diharuskan memiliki kalkulasi politik dan diharapkan jagoan dari partai merekalah yang maju dalam Pilpres 2024 mendatang.

“Sebagai satu-satunya parpol yang memiliki presidential threshold, Megawati diharuskan menghitung sejumlah aspek sekaligus. Pertama, peluang capres dan cawapres dalam memenangkan Pilpres 2024. Kedua, menjaga kaderisasi dan disiplin PDIP. Ketiga, memastikan kelangsungan kepemimpinan di internal PDIP. Keempat, mengamankan posisi politik Megawati dan keluarganya sebagai pemegang klaim pewaris Soekarno,” ungkap Dian.

Lebih lanjut, Dian menyebut bahwa PDI Perjuangan sendiri ibarat tampak seperti emas yang sangat berkilau menjelang kontestasi 5 tahunan tersebut.

Mengamankan empat aspek sekaligus membutuhkan kalkulasi politik dengan membaca serangkaian kemungkinan yang bakal terjadi. Politik elektoral mengharuskan adanya modal. Di sinilah para aktor oligarki bergerak dan memainkan posisi tawarnya.

Karenanya, tak mengherankan, apabila pencapresan Ganjar melalui kuasa pencapresan yang menggunakan tangan relawan diidentifikasi sebagai bagian dari kekuatan oligarki.

"Dimana mereka akan memaksa PDIP menerima Ganjar sebagai capres dari PDIP. Bila itu terjadi maka tidak menutup kemungkinan akan mengambil alih posisi Ketum PDIP," pungkas Dian.

Sebagai tambahan, Dian mengutip penjelasan Winters pada 2024, memaparkan bahwa oligarki merupakan aktor yang diberdayakan oleh kekayaan.

Menurut Winters, oligarki berbeda dengan kaum elit, mereka hanya menggunakan sumber daya material atau kekayaan yang dinilai paling serba-guna. Kekayaan itu disebut mudah untuk diubah menjadi bentuk kekuasaan lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Libas Anies-Ganjar, Ustaz Abdul Somad Kalahkan Erick Thohir di Survei Capres

Prabowo Libas Anies-Ganjar, Ustaz Abdul Somad Kalahkan Erick Thohir di Survei Capres

News | Kamis, 27 Oktober 2022 | 11:26 WIB

Jika Demokrat - PKS Ngotot Sodorkan Nama untuk Cawapres Anies, Koalisi Terancam Layu Sebelum Berkembang

Jika Demokrat - PKS Ngotot Sodorkan Nama untuk Cawapres Anies, Koalisi Terancam Layu Sebelum Berkembang

News | Kamis, 27 Oktober 2022 | 11:26 WIB

Hasil Survei Sebut Ganjar Lebih Unggul dari Prabowo sebagai Capres, Gerindra: Naik Turun Timbul Tenggelam, Biasa

Hasil Survei Sebut Ganjar Lebih Unggul dari Prabowo sebagai Capres, Gerindra: Naik Turun Timbul Tenggelam, Biasa

Kalbar | Kamis, 27 Oktober 2022 | 11:22 WIB

Bakal Jadi Saingan Anies dan Prabowo di Pilpres 2024? Ini Sepak Terjang Airlangga Hartarto

Bakal Jadi Saingan Anies dan Prabowo di Pilpres 2024? Ini Sepak Terjang Airlangga Hartarto

News | Kamis, 27 Oktober 2022 | 09:58 WIB

Bahas Isu Menteri Nasdem Bakal 'Ditendang' dari Kabinet, Surya Paloh: Presiden Jokowi Tahuh Arti Keberadaan Nasdem!

Bahas Isu Menteri Nasdem Bakal 'Ditendang' dari Kabinet, Surya Paloh: Presiden Jokowi Tahuh Arti Keberadaan Nasdem!

Sumut | Kamis, 27 Oktober 2022 | 09:46 WIB

Gerindra Santai Survei Prabowo Subianto Kalah dari Ganjar Pranowo, Sekjen: Hanya Indikasi, Kami Tidak Gusar!

Gerindra Santai Survei Prabowo Subianto Kalah dari Ganjar Pranowo, Sekjen: Hanya Indikasi, Kami Tidak Gusar!

Sumbar | Kamis, 27 Oktober 2022 | 09:30 WIB

Terkini

Satu Mobil ke Bandara, Prabowo Antar Langsung Anwar Ibrahim Tinggalkan Indonesia

Satu Mobil ke Bandara, Prabowo Antar Langsung Anwar Ibrahim Tinggalkan Indonesia

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:29 WIB

Stok Tomahawk Menipis, Operasi Militer AS di Iran Picu Kekhawatiran

Stok Tomahawk Menipis, Operasi Militer AS di Iran Picu Kekhawatiran

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:24 WIB

Mundurnya Yudi Abrimantyo dari Kepala BAIS Dinilai Tamparan untuk Elite

Mundurnya Yudi Abrimantyo dari Kepala BAIS Dinilai Tamparan untuk Elite

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:15 WIB

Kematian Pekerja Tambang di Morowali Disorot DPRD, Diminta Diusut Tuntas

Kematian Pekerja Tambang di Morowali Disorot DPRD, Diminta Diusut Tuntas

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:07 WIB

Kabar Duka, Tokoh Agama dan Juru Damai Konflik Poso Ustad Adnan Arsal Wafat

Kabar Duka, Tokoh Agama dan Juru Damai Konflik Poso Ustad Adnan Arsal Wafat

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:04 WIB

'Ini Terakhir Kali Saya ke Jakarta': Curahan Hati Perantau yang Balik Kampung Demi Jaga Sang Putri

'Ini Terakhir Kali Saya ke Jakarta': Curahan Hati Perantau yang Balik Kampung Demi Jaga Sang Putri

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 22:43 WIB

Gus Ipul Dukung Narapidana Dapat Bansos PBI, Kemensos Siap Tindak Lanjut

Gus Ipul Dukung Narapidana Dapat Bansos PBI, Kemensos Siap Tindak Lanjut

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 22:31 WIB

Tiga Jam Bertemu di Istana hingga Antar ke Bandara, Ini Obrolan Presiden Prabowo dan PM Anwar

Tiga Jam Bertemu di Istana hingga Antar ke Bandara, Ini Obrolan Presiden Prabowo dan PM Anwar

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 22:22 WIB

Dorong Penyaluran Bantuan di Tapteng, Kasatgas Tito Tekankan Percepatan Pendataan

Dorong Penyaluran Bantuan di Tapteng, Kasatgas Tito Tekankan Percepatan Pendataan

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 21:36 WIB

12 Tahun Transjakarta: Layani 1,4 Juta Penumpang per Hari, Cakupan Tembus 92,5 Persen Jakarta

12 Tahun Transjakarta: Layani 1,4 Juta Penumpang per Hari, Cakupan Tembus 92,5 Persen Jakarta

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:36 WIB