Nasib Dewan Kolonel, Inisiatif Johan Budi Kawal Puan Maharani Berbuah Sanksi

Farah Nabilla

Rabu, 02 November 2022 | 16:02 WIB
Nasib Dewan Kolonel, Inisiatif Johan Budi Kawal Puan Maharani Berbuah Sanksi
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengatakan persoalan tentang Dewan Kolonel yang sempat membuat polemik di internal partai, sudah selesai. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Upaya politisi PDI Perjuangan Johan Budi untuk mendongkrak popularitas Puan Maharani menuju Pilpres 2024 harus terhenti. Johan Budi dijatuhi sanksi oleh partainya karena berinisiatif membentuk Dewan Kolonel beberapa waktu lalu.

Dewan Kolonel sendiri merupakan sebuah tim internal PDI Perjuangan yang bertugas untuk menaikkan popularitas dan elektabilitas Puan Maharani agar bisa meraih kursi presiden pada Pilpres 2024 mendatang.

Namun nyatanya inisiatif tersebut berbuah sanksi dari partai. Johan Budi dan sejumlah kader PDI Perjuangan lainnya dikenakan sanksi peringatan keras.

Lantas seperti apa sepak terjang Dewan Kolonel? Berikut ulasan faktanya.

Dibentuk atas inisiasi Johan Budi

Dewan Kolonel diinisiasi oleh anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Johan Budi pada akhir September 2022 lalu.

Ia mengatakan, Dewan Kolonel berisikan seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI yang merupakan loyalis Puan maharani.

Adapun tujuan dari dibentuknya Dewan Kolonel, lanjut Johan, adalah untuk menaikkan popularitas dan elektabilitas Puan, menuju Pilpres 2024 mendatang.

Menurut Johan, Dewan Kolonel tidak terkait dengan kepengurusan DPP PDI Perjuangan. Meski begitu, Johan mengklaim telah mendapatkan dukungan dari Puan Maharani.

baca juga

“Ini enggak ada kaitannya sama DPP ya. Tapi kami di fraksi ada sekelompok orang, ingin menjadi timnya mbak Puan untuk persiapan Pilpres [2024] itu," kata Johan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (20/9).

Dewan Kolonel dinilai bertentangan dengan AD/ART PDI Perjuangan

Meski bertujuan untuk mendukung Puan Maharani meraih kursi kepresidenan di Pilpres 2024 mendatang, ternyata pembentukan Dewan Kolonel dinilai bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PDI Perjuangan.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto pada Minggu (23/10/2022).

Karena tak sesuai dengan AD/ART partai, maka menurut Hasto, perlu dilakukan pendisiplinan terhadap pihak-pihak yang terkait.

"Partai menegaskan disiplin partai dan semua terkait capres cawapres, arahan Bu Ketua Umum jelas, semua kader harus memiliki kesadaran revolusioner. Jangan grusak grusuk, sabar dan pasti pada waktu yang tepat. Momentum sesuai suasana kebatinan rakyat. Ibu Mega akan umumkan capres cawapres," kata Hasto.

Sejumlah kader PDIP kena sanksi

Ternyata inisiatif Johan Budi membentuk Dewan Kolonel untuk mengawal Puanmaharani hingga ke kursi presiden, berbuah pahit.

Ia dan sejumlah kaderp PDIP lainnya yang ikut terlibat dalam pembentukan Dewan Kolonel malah dijatuhi sanksi peringatan keras dari DPP PDI Perjuangan.

Penjatuhan sanksi tersebut dibenarkan oleh Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP Komarudin Watubun.

Bahkan menurut dia, surat peringatan tersebut telah dikeluarkan sejak awal Oktober 2022 silam.

"Itu (surat peringatan diterbitkan) sejak tanggal 5 Oktober itu," kata Komarudin kepada wartawan Jumat (21/20/2022).

Meski begitu, lanjut Komarudin, tidak semua anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI yang mendapat sanksi tegiran.

Johan Budi bingung kenapa disanksi

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Johan Budi, yang menginisiasi pembentukan Dewan Kolonel adalah salah satu orang yang dikenakan sanksi peringatan keras.

Namun mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut mengaku bingung dengan sanksi yang dijatuhkan kepada dirinya.

“Pertanyaannya kenapa saya mesti dipanggil. Salah saya apa? Kamu menganggap saya salah gak? Bukan, kamu kan boleh berpendapat dong sebagai masyarakat menurut kamu saya salah nggak," kata Johan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/11/2022).

Puan Maharani angkat suara soal sanksi inisiator Dewan Kolonel

Ketua DPR RI Puan Maharani yang digadang-gadang untuk jadi calon presiden oleh Dewan Kolonel akhirnya angkat bicaramengenai penjatuhan sanksi tersebut.

Menurut Puan, polemik mengenai Dewan Kolonel di internal partainya sudah selesai. Ketika ditemui di kompleks parlemen, Selasa (1/11/2022), Puan enggan berkomentar lebih jauh mengenai Dewan Kolonel.

Menurut dia, pasca pemberian sanksi keras, internal partainya tetap soid. Ia menyebut riak yang muncul akibat Dewan Kolonel merupakan bagian dari internal partai.

"PDIP solid, nggak ada apa-apa. Itu hanya dinamika di dalam internal partai," kata Puan.

Tak ada sanksi untuk Puan

Meski menjatuhkan sanksi kepada sejumlah kader partai yang menginisiasi pembentukan Dewan Kolonel, DPP PDI Perjuangan memberikan sinyal tidakakan turut menjatuhkan sanksi untuk Puan Maharani.

Tak ada rencana untuk memanggil Puan agar mengklarifikasi pembentukan Dewan Kolonel. Padahal penggagas Dewan Kolonel mengaku telah mendapatkan persetujuan dari Puan mengenai pembentukan tim tersebut.

Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP Komarudin Watubun mengatakan, Puan tidak akan dipanggil karena dinilai tidak terlibat dalam Dewan Kolonel

"Terkait mbak Puan, mbak Puan sendiri tidak terlibat dalam proses (Dewan Kolonel) itu," kata Komarudin di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Rabu (26/10/2022).

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dear Puan, Anies dan Prabowo! Akademisi Sebut Ganjar-RK Lebih Berpotensi Dulang Suara Milenial dan Generasi Z

Dear Puan, Anies dan Prabowo! Akademisi Sebut Ganjar-RK Lebih Berpotensi Dulang Suara Milenial dan Generasi Z

News | Rabu, 02 November 2022 | 15:54 WIB

APBD DKI 2022 Baru Terserap Setengah, Fraksi PDIP: Penyebabnya TGUPP Anies Baswedan

APBD DKI 2022 Baru Terserap Setengah, Fraksi PDIP: Penyebabnya TGUPP Anies Baswedan

Jakarta | Rabu, 02 November 2022 | 15:08 WIB

GP Mania Murka Bahas Isu Jokowi Jadi Ketum PDIP Gantikan Megawati: Adu Domba Kampungan Biar Ganjar Tak Dicalonkan!

GP Mania Murka Bahas Isu Jokowi Jadi Ketum PDIP Gantikan Megawati: Adu Domba Kampungan Biar Ganjar Tak Dicalonkan!

Sumut | Rabu, 02 November 2022 | 14:15 WIB

Soal Ganjar hingga Johan Budi Dijatuhi Sanksi, Bambang Pacul: Kalau Ada Orang Anggap Kita Pecah, Dia Belum Paham PDIP

Soal Ganjar hingga Johan Budi Dijatuhi Sanksi, Bambang Pacul: Kalau Ada Orang Anggap Kita Pecah, Dia Belum Paham PDIP

News | Rabu, 02 November 2022 | 13:41 WIB

Puan Maharani Agendakan Safari Politik PDIP ke Partai Non Parlemen

Puan Maharani Agendakan Safari Politik PDIP ke Partai Non Parlemen

Serang | Rabu, 02 November 2022 | 12:46 WIB

Aman! Sekalipun Kalah Pilpres 2024, Puan Maharani Masih Punya 'Serep' Jadi Ketua ...

Aman! Sekalipun Kalah Pilpres 2024, Puan Maharani Masih Punya 'Serep' Jadi Ketua ...

News | Rabu, 02 November 2022 | 13:31 WIB

Tepis Isu Perbedaan Sikap Jokowi dan Megawati Jelang Pilpres, PDIP: Tidak Akan Beda, Nanti Ketemu

Tepis Isu Perbedaan Sikap Jokowi dan Megawati Jelang Pilpres, PDIP: Tidak Akan Beda, Nanti Ketemu

News | Rabu, 02 November 2022 | 11:52 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×