Cegah Perpecahan dan Polarisasi, Sekjen Berani Tegaskan Komitmen Organisasinya Rawat Semangat Kebangsaan

Iwan Supriyatna

Jum'at, 04 November 2022 | 07:38 WIB
Cegah Perpecahan dan Polarisasi, Sekjen Berani Tegaskan Komitmen Organisasinya Rawat Semangat Kebangsaan
Pengurus Pusat Badan Persaudaraan Antariman (BERANI).

Suara.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Pusat Badan Persaudaraan Antariman (BERANI), Ardy Susanto menegaskan komitmen organisasinya untuk senantiasa menjadi garda terdepan merawat semangat kebangsaan di Indonesia.

Upaya merawat kebangsaan ini diperlukan untuk mencegah perpecahan dan polarisasi masyarakat ditengah mengentalnya politik identitas.

“Membangun komitmen kebangsaan merupakan hal penting yang tidak dapat diabaikan oleh bangsa ini sebagai identitas dan jati diri bangsa dan negara Indonesia,” ujar Ardy Susanto.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar mengukuhkan Pengurus Pusat BERANI di Nusantara V Komplek DPR RI Senayan, Jakarta.

BERANI merupakan sebuah Badan Otonom Baru DPP PKB, yang berada di bawah kepemimpinan Pendeta Lorens Manuputty.

Dalam arahannya, Muhaimin mendorong BERANI agar dapat eksis menjadi sebuah organisasi yang menegaskan kebhinnekaan, keragaman, merupakan kekuatan dan kekayaan Indonesia.

“Bahwa persaudaraan dan kultur gotong royong yang kuat di akar rumput masyarakat kita ini, meskipun di tengah perbedaan yang ada, yang akan menentukan nasib dan masa depan Indonesia. Kekuatan Indonesia ini harus kita jaga, tidak boleh ada yang merusaknya," katanya.

Menurut Ardy, upaya merawat kebangsaan ini harus terpatri dalam diri anak bangsa.

Sikap ini sejalan dengan prinsip Badan Otonom BERANI.

baca juga

Hal ini penting untuk membentengi anak bangsa dari politik identitas yang mulai dipraktekan di Indonesia saat ini.

“Politik identitas ini ancaman bagi masa depan NKRI. Karena itu, harus dipagari dengan penguatan semangat kebangsaan. Dan BERANI jadi garda terdepan menjaga merawat semangat kebangsaan ini,” terangnya.

Meskipun pelaksanaan pemilu masih dua tahun mendatang, namun saat ini perbincangan tentang pemilu sudah mulai hangat.
Untuk itu, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar menginisiasi para pemuda untuk merajut semangat kebangsaan untuk menghindarkan politik identitas pada pemilu mendatang.
“Prinsip merajut kebangsaan bagi kami di organisasi BERANI adalah kita menjadi pelopor agar sesama anak bangsa ini terutama anak mudanya bersatu padu dan tidak bercerai oleh politik identitas,” terangnya.

Lebih lanjut, Ardy menegaskan Indonesia merupakan bangsa besar.
Bangsa ini terdiri atas banyak suku, beragam agama, ras, dan golongan, yang disatukan oleh semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Untuk itu lanjutnya, bangsa dan negara besar ini harus dirawat bersama-sama oleh semua komponen bangsa agar tetap lestari.

Intinya, pemahaman nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan harus menjadi spirit di dada seluruh rakyat Indonesia.
“Sebab, dengan merawat semangat kebangsaan, kita pastikan bangsa ini tetap utuh dalam bingkai NKRI yang beraneka-ragam ini,” tambahnya.

Sebagai bentuk ideologi jelasnya, komitmen merawat kebangsaan berperan menciptakan kesadaran rakyat.
Hal ini sekaligus menjadi acuan organisasi BERANI bersikap dan bertindak dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Bahkan bagi organisasi BERANI lanjutnya, idealisme kebangsaan itu nyata dalam Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa Indonesia.
Ini artinya, nilai-nilai luhur Pancasila menjadi cerminan bagi Indonesia yang multikultur dan multireligius.
“Pancasila menyatukan semua suku, bahasa, kebudayaan, religi yang hidup di Indonesia dengan berbingkaikan pada semboyan “bhineka tunggal ika”,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pesan Mahfud MD Jelang Pemilu 2024: Jangan Lakukan Politik Identitas!

Pesan Mahfud MD Jelang Pemilu 2024: Jangan Lakukan Politik Identitas!

Surakarta | Kamis, 03 November 2022 | 07:37 WIB

Prabowo Subianto Ngaku Tak Ingin Jadi Presiden di Atas Perpecahan Bangsa, Apa Maksudnya?

Prabowo Subianto Ngaku Tak Ingin Jadi Presiden di Atas Perpecahan Bangsa, Apa Maksudnya?

News | Senin, 31 Oktober 2022 | 10:48 WIB

Setop Polarisasi, Pembina PITI: Jangan Ada Istilah Aseng, Asing, Cebong dan Kadrun

Setop Polarisasi, Pembina PITI: Jangan Ada Istilah Aseng, Asing, Cebong dan Kadrun

Jakarta | Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:05 WIB

Terkini

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.734 Jiwa, 6.462 Orang Selamat

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.734 Jiwa, 6.462 Orang Selamat

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:37 WIB

Indonesia Dinilai Terjebak 'Carbon Lock-in', Mengapa Target Energi Bersih Berisiko Sulit Tercapai?

Indonesia Dinilai Terjebak 'Carbon Lock-in', Mengapa Target Energi Bersih Berisiko Sulit Tercapai?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:14 WIB

Habis Serang AS, IRGC Iran Hasut Warga Yordania: Bebaskan Tanah Islam dari Penjajah Amerika

Habis Serang AS, IRGC Iran Hasut Warga Yordania: Bebaskan Tanah Islam dari Penjajah Amerika

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:14 WIB

Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia

Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:09 WIB

Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?

Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:08 WIB

Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel

Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:59 WIB

Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus

Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:45 WIB

Usai Diambil Alih, Kawasan Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Sumber Baru Pemasukan Negara

Usai Diambil Alih, Kawasan Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Sumber Baru Pemasukan Negara

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:43 WIB

Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan

Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:39 WIB

Kondisi Remaja Korban Rudapaksa 27 Pria di Sampang Membaik, Korban Mulai Berani Bercerita

Kondisi Remaja Korban Rudapaksa 27 Pria di Sampang Membaik, Korban Mulai Berani Bercerita

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:30 WIB

×