Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia

M Nurhadi

Rabu, 15 Juli 2026 | 12:09 WIB
Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia
Donald Trump (Instagram/@realdonaldtrump)
baca 10 detik
  • Presiden AS Donald Trump memberlakukan blokade maritim terhadap pelabuhan Iran serta melancarkan serangan militer sejak Selasa waktu setempat.
  • Pemerintah AS mengancam akan membombardir infrastruktur sipil Iran pekan depan jika Teheran menolak kembali melakukan perundingan diplomatik resmi.
  • Konflik bersenjata yang meluas hingga kawasan Teluk menyebabkan harga minyak dunia melonjak drastis sebesar 15 persen pekan ini.

Suara.com - Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump mengambil langkah agresif terbaru dengan memberlakukan kembali blokade maritim terhadap seluruh pelabuhan Iran pada hari Selasa waktu setempat.

Lebih jauh, Washington juga menebar ancaman akan membombardir infrastruktur krusial sipil seperti pembangkit listrik dan jembatan pada pekan depan, apabila pihak Teheran menolak kembali ke meja perundingan.

Bersamaan dengan kebijakan blokade tersebut, militer Amerika Serikat juga mulai melancarkan gelombang serangan udara terbaru.

Pihak militer AS menyatakan bahwa operasi ini dilakukan "untuk terus melemahkan kemampuan Iran yang digunakan untuk menyerang pelayaran komersial di Selat Hormuz,".

Di sisi lain, Teheran menegaskan bahwa mereka telah menutup kembali akses Selat Hormuz menyusul pecahnya kembali kontak senjata pekan lalu. Situasi ini secara praktis menghancurkan gencatan senjata rapuh yang sempat dicapai pada bulan Juni, setelah konflik berdarah selama berbulan-bulan yang memakan ribuan korban jiwa.

Dalam sesi wawancara bersama Trey Yingst dari jaringan televisi Fox News, Trump secara blak-blakan merinci urutan target serangan militernya.

"Saya akan membahas target energi di bagian akhir, namun pada akhirnya kita akan mencapainya," ungkap Trump.

Ia kemudian memberikan ultimatum dengan menyatakan, "Minggu depan giliran pembangkit listrik, minggu depan giliran jembatan," sambil menyematkan syarat yang berbunyi, "kecuali mereka duduk bersama dan bernegosiasi."

Rencana serangan ini menuai sorotan, mengingat Konvensi Jenewa 1949 secara tegas melarang serangan militer terhadap fasilitas yang esensial bagi kelangsungan hidup warga sipil.

baca juga

Trump turut menyebutkan bahwa tim negosiator AS telah menjalin komunikasi dengan para pejabat Iran dengan membawa pesan peringatan keras, yakni "you better make a deal".

Menanggapi berbagai rentetan tekanan dari Washington, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, melontarkan penolakan tegas melalui stasiun televisi pemerintah. Ia memperingatkan bahwa langkah koersif AS tidak akan membuahkan hasil.

"Jika AS beranggapan bahwa dengan memperketat langkah-langkah terhadap kami—baik berupa tindakan militer maupun blokade ekonomi—kami akan kembali ke meja perundingan, maka mereka keliru," tegas Gharibabadi, dilansir dari reuters.

Saling Balas Serangan di Jalur Strategis

Intensitas pertempuran terus meluas melibatkan sejumlah negara di kawasan Teluk. Militer Iran mengklaim pada Rabu dini hari telah mengerahkan serangan pesawat tak berawak (drone) ke titik-titik pertahanan AS di pangkalan Azraq, Yordania. Sementara itu, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah menargetkan sejumlah fasilitas persenjataan dan gudang penyimpanan di wilayah Bahrain serta Kuwait.

Otoritas pertahanan Kuwait melaporkan bahwa sistem pencegat udaranya tengah berupaya menghalau armada drone Iran, dan media pemerintah setempat mengonfirmasi adanya insiden kebakaran yang telah berhasil dijinakkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan

Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:39 WIB

Rupiah Menguat ke Rp18.048 per Dolar AS, Inflasi Amerika yang Melandai Jadi Pendorong Utama

Rupiah Menguat ke Rp18.048 per Dolar AS, Inflasi Amerika yang Melandai Jadi Pendorong Utama

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:05 WIB

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:02 WIB

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:47 WIB

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:39 WIB

Hujan Rudal AS Bunuh 3 Warga Sipil di Iran Selatan, Bukan Tentara

Hujan Rudal AS Bunuh 3 Warga Sipil di Iran Selatan, Bukan Tentara

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:25 WIB

Terkini

Bukan Erick Thohir Wakili PSSI, Yunus Nusi Maju Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF

Bukan Erick Thohir Wakili PSSI, Yunus Nusi Maju Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 12:08 WIB

Bangun 7.000 Km Jaringan Pipa, PAM JAYA Perketat Standar Keselamatan Kerja

Bangun 7.000 Km Jaringan Pipa, PAM JAYA Perketat Standar Keselamatan Kerja

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 12:06 WIB

Kembangkan Kasus Suap, KPK Geledah Rumah Sekretaris DPRD dan Kadis Ketahanan Pangan Bengkulu

Kembangkan Kasus Suap, KPK Geledah Rumah Sekretaris DPRD dan Kadis Ketahanan Pangan Bengkulu

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 12:06 WIB

Tak Masuk Skuat Oxford, Marselino Ferdinan Berada di Sevilla, Gabung Klub Apa?

Tak Masuk Skuat Oxford, Marselino Ferdinan Berada di Sevilla, Gabung Klub Apa?

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Gagal Total di Piala AFF 2026, John Herdman Bidik FIFA ASEAN Cup 2026

Gagal Total di Piala AFF 2026, John Herdman Bidik FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Beli Barang Murah di Online Shop: Solusi Hemat atau Malah Bikin Boncos?

Beli Barang Murah di Online Shop: Solusi Hemat atau Malah Bikin Boncos?

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Buntut Promosi Vape Libatkan Anak, YouTuber Bigmo Diperiksa Polda Metro Jaya Siang Ini

Buntut Promosi Vape Libatkan Anak, YouTuber Bigmo Diperiksa Polda Metro Jaya Siang Ini

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:58 WIB

Peneliti ITS kembangkan Solar Chimney, Apa Itu dan Apa Keunggulannya?

Peneliti ITS kembangkan Solar Chimney, Apa Itu dan Apa Keunggulannya?

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:55 WIB

Perubahan Iklim Tak Hanya Soal Teknologi, Mengapan Pengaruh Sosial Juga Berperan Penting?

Perubahan Iklim Tak Hanya Soal Teknologi, Mengapan Pengaruh Sosial Juga Berperan Penting?

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:55 WIB

Dari Hutan hingga Laut, Masyarakat Adat Knasaimos Petakan Wilayah Kelola: Mengapa Ini Penting?

Dari Hutan hingga Laut, Masyarakat Adat Knasaimos Petakan Wilayah Kelola: Mengapa Ini Penting?

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:55 WIB

×