Cara Cek Obat Tradisional Aman atau Tidak di Aplikasi dan Situs OTSK BPOM

Rifan Aditya | Suara.com

Jum'at, 04 November 2022 | 10:10 WIB
Cara Cek Obat Tradisional Aman atau Tidak di Aplikasi dan Situs OTSK BPOM
cara cek obat tradisional aman atau tidak - Ilustrasi Bahan Obat Tradisional (Pixabay)

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengingatkan seluruh masyarakat untuk waspada saat akan mengkonsumsi obat-obatan, terutama obat tradisional. Apakah ada cara cek obat tradisional aman atau tidak?

Memang obat tradisional mempunyai banyak sekali manfaat bagi kesehatan. Namun sayangnya BPOM masih menemukan beberapa oknum yang menambahkan bahan kimia pada obat tradisional. Untuk itu, ketahui cara cek obat tradisional aman atau tidak pada ulasan berikut. 

Cara Cek Obat Tradisional Aman atau Tidak 

  1. Buka link https://ditwasotsk.pom.go.id/ atau aplikasi OTSK 
  2. Pada halaman utama akan tertera daftar obat hasil pengawasan BPOM 
  3. Cari jenis obat tradisional yang ingin Anda ketahui statusnya 
  4. Di dalam laman atau aplikasi akan tertera informasi terkait obat tradisonal tersebut. 

Definisi obat tradisional sendiri adalah bahan atau ramuan bahan yang terdiri dari bahan tumbuhan, hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) ataupun campuran dari beberapa bahan tersebut. Secara turun temurun obat tradisional telah digunakan untuk beragam pengobatan penyakit berdasarkan pengalaman. 

Sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, obat tradisional dilarang menggunakan beberapa bahan berikut: 

  • Bahan kimia hasil isolasi atau sejenis sintetik berkhasiat obat 
  • Narkotika atau psikotropika 
  • Hewan atau tumbuhan yang dilindungi 

Sampai saat ini Badan POM masih banyak menemukan beberapa produk obat tradisional yang didalamnya ternyata dicampuri oleh bahan kimia obat (BKO). Hal ini kemungkinan disebabkan karena kurangnya pengetahuan produsen terhadap bahaya konsumsi bahan kimia obat secara tidak terkontrol baik itu dosis atau cara penggunaannya. 

Adapun tujuan pemberian bahan kimia obat pada obat tradisional agar obat tradisional lebih mudah bereaksi dalam tubuh. Bahkan pemberian BKO semata-mata demi meningkatkan penjualan. Padahal penggunaan obat tradisional dengan bahan kimia obat dapat memicu terjadinya gagal ginjal, gagal jantung, liver dan terganggunya beberapa organ dalam tubuh. 

Tips identifikasi secara cepat adanya BKO di dalam obat tradisional

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan dengan cepat sebagai tindakan kewaspadaan terhadap beberapa jenis obat tradisional tidak aman adalah : 

  • Apabila jenis produk tertentu di klaim dapat menyembuhkan bermacam-macam penyakit. 
  • Bila manfaat ataupun kerja obat tradisional dirasa cepat terjadi (cespleng). 

Daftar Obat Tradisonal yang Sering Dicampur BKO 

  1. Pegal linu, encok atau rematik: Fenilbutason, parasetamol, antalgin, diklofenak sodium, piroksikam, prednison, atau deksametason 
  2. Pelangsing: Sibutramin hidroklorida 
  3. Peningkat stamina atau obat kuat pria: Sildenafil Sitrat 
  4. Kencing manis ataubdiabetes: Glibenklamid 
  5. Sesak nafas atau asma: Teofilin 

Oleh karena itu, BPOM mengimbau kepada para pedagang supaya memproduksi dan menjual produk obat tradisional  berkualitas dan wajib memiliki izin edar yang dikeluarkan BPOM. Selain melakukan upaya pemberantasan, BPOM juga menyediakan laman web dan aplikasi untuk memudahkan masyarakat mengecek secara langsung. 

Aplikasi yang diluncurkan BPOM bernama E-Public Warning Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan (OTSK). Di dalam apliaksi itu terdapat informasi yang berisi daftar produk OTSK yang di dalamnya mengandung Bahan Kimia Obat berdasarkan hasil pengawasan serta pengujian BPOM. 

Seluruh masyarakat bisa mendapatkan berbagai informasi terkait obat tradisional dan suplemen yang telah ditarik maupun dibatalkan peredarannya. Aplikasi OTSK bisa diunduh secara gratis di App Store dan Google Play.

Selain itu, masyarakat bisa melakukan pengecekan Obat Tradisional aman atau tidak melalui link https://e-publicwarningotsk.pom.go.id/pw2022/ 

Itulah tadi ulasan mengenai cara cek obat tradisional aman atau tidak. Mulai sekarang Anda harus lebih waspada terhadap jenis obat-obatan termasuk obat tradisional yang tak jarang mengandung bahan kimia obat di dalamnya. Semoga bermanfaat!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Muncul Aspirasi dari Senayan: Rekomendasikan Jokowi untuk Pecat Kepala BPOM jika Terbukti Salah di Kasus Gagal Ginjal

Muncul Aspirasi dari Senayan: Rekomendasikan Jokowi untuk Pecat Kepala BPOM jika Terbukti Salah di Kasus Gagal Ginjal

News | Kamis, 03 November 2022 | 15:01 WIB

Sebelumnya Baik-Baik Saja, Kenapa Kasus Obat Sirup Baru Bermasalah Sekarang?

Sebelumnya Baik-Baik Saja, Kenapa Kasus Obat Sirup Baru Bermasalah Sekarang?

Health | Kamis, 03 November 2022 | 13:19 WIB

Tidak Mau Disalahkan di Kasus Gagal Ginjal Akut, BPOM Dianggap Buang Tanggung Jawab ke Kemendag

Tidak Mau Disalahkan di Kasus Gagal Ginjal Akut, BPOM Dianggap Buang Tanggung Jawab ke Kemendag

News | Kamis, 03 November 2022 | 13:09 WIB

BPOM Lakukan Patroli Siber, Terdapat 6.001 Tautan Penjualan Obat yang Berisiko Merusak Ginjal

BPOM Lakukan Patroli Siber, Terdapat 6.001 Tautan Penjualan Obat yang Berisiko Merusak Ginjal

| Kamis, 03 November 2022 | 10:59 WIB

Apa Itu Etilen Glikol dan Dietilen Glikol, Kimia Perusak Ginjal Pada Obat Sirop

Apa Itu Etilen Glikol dan Dietilen Glikol, Kimia Perusak Ginjal Pada Obat Sirop

Jatim | Kamis, 03 November 2022 | 08:35 WIB

Terkini

DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu

DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:53 WIB

Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?

Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang

Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:44 WIB

Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2

Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:37 WIB

Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius

Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:33 WIB

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:30 WIB

Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari

Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:25 WIB

Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu

Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:23 WIB

Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439

Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:21 WIB

Terkejut Dengar Kabar Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Habiburokhman: Beliau Sahabat Saya

Terkejut Dengar Kabar Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Habiburokhman: Beliau Sahabat Saya

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:14 WIB