Sebelumnya Baik-Baik Saja, Kenapa Kasus Obat Sirup Baru Bermasalah Sekarang?

Farah Nabilla

Kamis, 03 November 2022 | 13:19 WIB
Sebelumnya Baik-Baik Saja, Kenapa Kasus Obat Sirup Baru Bermasalah Sekarang?
Ilustrasi obat sirup (Unsplash/Towfiqu Barbhuiya)

Suara.com - Kasus gagal ginjal akut pada anak masih menghantui masyarakat. Kementerian Kesehatan mencatat , hingga Selasa (1/11/2022) ada 325 pasien yang terkena gagalginjal. Dari jumlah itu, 179 diantaranya dilaporkan meninggal dunia. Dugaan utama makin meningkatnya jumlah korban gagal ginjal aku tersebut karena adanya cemaran senyawa kimia berbahaya yakni etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) pada sejumlah merk obat jenis sirup.

EG dan DEG sendiri merupakan senyawa kimia yang berfungsi sebagai pelarut dalam sejumlah obat yang bernentuk sirup.

Lalu kini muncul pertanyaan di masyarakat, mengapa baru kini obat jenis sirup dapat menyebabkan gagal ginjal? Sementara obat tersebut telah beredar di masyarakat sejak lama.

Pertanyaan itu dijawab oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI, pada Selasa (1/11/2022).

Menurut dia, BPOM menemukan adanya perubahan sumber bahan baku pada dua industri farmasi. Dua industri farmasi tersebut  tidak melapor pada BPOM.

Setelah kasus gagal ginjal akut merebak di masyarakat, barulah BPOM turun ke lapangan dan meneliti sejumlah obat.

Hasilnya, setelah ditelusuri, terdapat kandungan cemaran EG di salah satu obat yang mencapai ratusan kali lipat lebih banyak dibanding yang seharusnya.

“Dan ternyata juga sangat-sangat besar, jauh lebih besar dari 0,1 persen. Antara lain salah satu produk 50 persen, harusnya 0,1 persen, itu 50 persen, jadi itu bukan hanya pencemar EG DEG dalam larutan tersebut tapi sudah memasukkan EG dan DEG, mencampurnya, oplosan, mungkin palsu," terang Penny saat rapat Komisi IX DPR RI Selasa (1/11/2022).

Penny menambahkan, hingga kini BPOM belum bisa melakukan uji lebih lanjut terhadap kandungan EG dan DEG, sebab belum ada standar atau otoritas obat di dunia yang menetapkan regulasi mengenai cemaran EG dan DEG dalam produk jadi.

baca juga

"Kembali lagi, cemarannya belum bisa kami uji, tidak ada standarnya, SOP-nya yang nasional maupun internasional. Karenanya, kelihatannya harus kita ubah dengan kondisi yang ada," ucap Penny.

Pengujian EG dan DEG semakin sulit karena bahan baku obat seperti polietilen dan propilen glikol diimpor ke Indonesia di bawh otoritas Kementerian Perdagangan, karena bahan yang sama juga digunakan dalam industri tekstil.

Karena itulah Penny menegaskan pentingnya ada sebuah aturan baru terkait pemisahan bahan pelarut PEG dan PG khusus untuk obat-obatan.

Menurut dia, ini bertujuan untuk menekan potensi industri “nakal”dalam pengembangan obat-obatan dan tentunya untuk mencegah kejadian sama terulang lagi di masa mendatang.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tidak Mau Disalahkan di Kasus Gagal Ginjal Akut, BPOM Dianggap Buang Tanggung Jawab ke Kemendag

Tidak Mau Disalahkan di Kasus Gagal Ginjal Akut, BPOM Dianggap Buang Tanggung Jawab ke Kemendag

News | Kamis, 03 November 2022 | 13:09 WIB

Obat Impor Diklaim Turunkan Kasus Gagal Ginjal Akut, Ini Komentar Menohok Komisi IX DPR

Obat Impor Diklaim Turunkan Kasus Gagal Ginjal Akut, Ini Komentar Menohok Komisi IX DPR

Depok | Kamis, 03 November 2022 | 11:06 WIB

BPOM Lakukan Patroli Siber, Terdapat 6.001 Tautan Penjualan Obat yang Berisiko Merusak Ginjal

BPOM Lakukan Patroli Siber, Terdapat 6.001 Tautan Penjualan Obat yang Berisiko Merusak Ginjal

Sukabumi | Kamis, 03 November 2022 | 10:59 WIB

Terpopuler Kesehatan: Bolehkah Bayi Minum Air Es Hingga Daftar Obat Sirup Mengandung Etilen Glikol

Terpopuler Kesehatan: Bolehkah Bayi Minum Air Es Hingga Daftar Obat Sirup Mengandung Etilen Glikol

Health | Kamis, 03 November 2022 | 10:14 WIB

RSUD Balaraja Sudah Siaga Menangani Kasus Gagal Ginjal Akut Anak

RSUD Balaraja Sudah Siaga Menangani Kasus Gagal Ginjal Akut Anak

Serang | Kamis, 03 November 2022 | 10:02 WIB

Apa Itu Etilen Glikol dan Dietilen Glikol, Kimia Perusak Ginjal Pada Obat Sirop

Apa Itu Etilen Glikol dan Dietilen Glikol, Kimia Perusak Ginjal Pada Obat Sirop

Jatim | Kamis, 03 November 2022 | 08:35 WIB

Kemenkes Klaim Keberhasilan Fomepizole Capai 95 Persen Obati Pasien Gagal Ginjal, IDAI: Alhamdulillah

Kemenkes Klaim Keberhasilan Fomepizole Capai 95 Persen Obati Pasien Gagal Ginjal, IDAI: Alhamdulillah

News | Kamis, 03 November 2022 | 08:10 WIB

Terkini

Diskon Spesial BRI di Private Viewing Heritage Culture Tina Andrean 2026

Diskon Spesial BRI di Private Viewing Heritage Culture Tina Andrean 2026

Bri | Rabu, 30 September 2026 | 13:46 WIB

Bahas RUU LLAJ Bersama DPR, Ini Poin-Poin Penting yang Disetujui Pemerintah

Bahas RUU LLAJ Bersama DPR, Ini Poin-Poin Penting yang Disetujui Pemerintah

News | Rabu, 30 September 2026 | 13:46 WIB

Pendidikan di Era ChatGPT: Apakah Budaya Menghafal Masih Relevan?

Pendidikan di Era ChatGPT: Apakah Budaya Menghafal Masih Relevan?

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 13:45 WIB

'Apartemen' Mewah Lapas Cibinong Ternyata Ilegal, Tak Terdaftar BMN dan Tanpa APBN

'Apartemen' Mewah Lapas Cibinong Ternyata Ilegal, Tak Terdaftar BMN dan Tanpa APBN

Bogor | Rabu, 30 September 2026 | 13:42 WIB

Penerima Bansos Bakal Pakai Data Terbaru, Mulai Disalurkan Kuartal I 2027

Penerima Bansos Bakal Pakai Data Terbaru, Mulai Disalurkan Kuartal I 2027

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 13:41 WIB

DJP Mulai Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan 5 Bank dan 1 Fintech

DJP Mulai Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan 5 Bank dan 1 Fintech

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 13:40 WIB

2 Pembalapnya jadi Calon Juara Dunia MotoGP, Aprilia Tak Akan Pilih Kasih!

2 Pembalapnya jadi Calon Juara Dunia MotoGP, Aprilia Tak Akan Pilih Kasih!

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 13:40 WIB

Cara Beli SBR015 di BRImo, Modal Mulai Rp1 Juta

Cara Beli SBR015 di BRImo, Modal Mulai Rp1 Juta

Bri | Rabu, 30 September 2026 | 13:39 WIB

Kenapa Honda Vario 160 CVT Gredek di RPM Rendah? Ini Solusi Ampuhnya

Kenapa Honda Vario 160 CVT Gredek di RPM Rendah? Ini Solusi Ampuhnya

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 13:35 WIB

Bangladesh Tak Mau Jadi Lumbung Gol, Thomas Dooley Kirim Peringatan Keras untuk Timnas Indonesia

Bangladesh Tak Mau Jadi Lumbung Gol, Thomas Dooley Kirim Peringatan Keras untuk Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 13:34 WIB

×