Krisis Lebanon: Otoritas Tak Kunjung Temukan Solusi, Kripto Jadi Primadona

Diana Mariska | Suara.com

Senin, 07 November 2022 | 11:43 WIB
Krisis Lebanon: Otoritas Tak Kunjung Temukan Solusi, Kripto Jadi Primadona
Ilustrasi bitcoin, salah satu mata uang kripto. (Pixabay)

Suara.com - Di tengah krisis finansial yang terus memburuk di Lebanon sejak 2019, kripto muncul sebagai penyelamat bagi masyarakat yang mencoba bertahan dalam kondisi hiperinflasi, sementara otoritas masih kesulitan memformulasikan strategi yang tepat untuk mengendalikan keadaan.

Seperti diberitakan oleh CNBC, beberapa warga Lebanon beralih ke kripto usai krisis finansial melanda negara itu setahun sebelum pandemi Covid-19 dimulai.

Salah satunya adalah seorang arsitek bernama Gebrael yang kehilangan pekerjaannya dan harus menemukan cara untuk mendapatkan uang tunai secara cepat.

Menurutnya, pada 2020, berbagai bank di negara itu tutup dan warga lokal tidak dapat mengambil uang dari rekening mereka. Sementara itu, menerima kiriman uang dari negara lain melalui wire transfer juga bukan merupakan pilihan yang populer, karena layanan ini hanya menerima dolar Amerika Serikat dari pengirim dan menyediakan pound Lebanon bagi penerima, dengan rate yang jauh lebih rendah daripada nilai pasar.

“Saya akan kehilangan setengan dari nilai [uang],” ujarnya. “Itulah mengapa saya beralih ke bitcoin, karena hal itu merupakan cara yang bagus untuk mendapat uang dari luar negeri.”

Gebrael menjelaskan dirinya menemukan sebuah subreddit atau komunitas di Reddit yang menghubungkan pekerja lepas dengan pemeberi kerja yang membayar dengan menggunakan bitcoin.

Hari ini, separuh dari total pendapatan Gebrael datang dari pekerjaan freelance, di mana 90 persen di antaranya dibayar dalam bitcoin. Sementara itu, setengah sumber pendapatannya yang lain datang dari pekerjaannya di perusahaan arsitektur.

Gebrael menyebut ia menggunakan sebagian pendapatannya sebagai arsitektur untuk membeli bitcoin dalam jumlah kecil setiap pekan.

Gebrael adalah salah satu dari banyak warga Lebanon yang terus mencari alternatif untuk menghasilkan dan menyimpan uang setelah sistem perbankan di negara itu hancur. Berdasarkan laporan CNBC, mata uang lokal telah kehilangan lebih dari 95 persen nilainya terhadap dolar sejak 2019.

Sementara itu, otoritas setempat mengaku masih kesulitan menemukan formula yang tepat untuk mengakhiri krisis ini.

Seperti dilaporkan Arabian Business, Menteri Dalam Negeri sementara Lebanon, Bassam Mawlawi, mengatakan negara itu tidak memiliki solusi untuk krisis yang kini dihadapi.

“Faktanya adalah bahwa Kementerian Dalam Negeri tidak memiliki solusi untuk krisis ini,” ujar Mawlawi. “Namun, kami mencari cara untuk mencegah runtuhnya sistem perbankan.”

Gesekan antara bank, anggota keamanan, dan investor telah menyebabkan ketegangan meningkat di negara itu. Serangan bersenjata di berbagai bank, termasuk oleh nasabah, juga menarik perhatian media dan mengilustrasikan intensitas krisis ekonomi di Lebanon.

“Hak-hak rakyat dilindungi,” kata Mawlawi. “Begitu pula dengan ketertiban umum di Lebanon."

Ia mengatakan peran kementeriannya tidak terbatas pada perlindungan lembaga swasta, tetapi juga mencakup penegakan ketertiban umum di negara Asia Barat tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bitcoin Jadi Penyelamat Warga Lebanon di Tengah Krisis

Bitcoin Jadi Penyelamat Warga Lebanon di Tengah Krisis

Bisnis | Senin, 07 November 2022 | 11:23 WIB

Aturan Kripto di Indonesia Membingungkan, Pengamat Minta Pemerintah Beri Kejelasan

Aturan Kripto di Indonesia Membingungkan, Pengamat Minta Pemerintah Beri Kejelasan

Bisnis | Minggu, 06 November 2022 | 09:11 WIB

Metaverse dan Perkembangan Blockchain Akan Melahirkan Ekonomi Baru

Metaverse dan Perkembangan Blockchain Akan Melahirkan Ekonomi Baru

Bisnis | Jum'at, 04 November 2022 | 14:31 WIB

Transaksi Kripto Tahun Ini Turun Ratusan Triliun Dibanding Tahun 2021

Transaksi Kripto Tahun Ini Turun Ratusan Triliun Dibanding Tahun 2021

Jabar | Rabu, 02 November 2022 | 20:22 WIB

Nikita Mirzani Pernah Raup Cuan Jadi Duta Iklan platform kripto Triv, Apa Itu?

Nikita Mirzani Pernah Raup Cuan Jadi Duta Iklan platform kripto Triv, Apa Itu?

| Rabu, 02 November 2022 | 10:01 WIB

Kripto DOGE Naik 111 persen Setelah Elon Musk Resmi Beli Twitter, Begini Penjelasan CEO Indodax

Kripto DOGE Naik 111 persen Setelah Elon Musk Resmi Beli Twitter, Begini Penjelasan CEO Indodax

| Selasa, 01 November 2022 | 20:00 WIB

Terkini

'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar

'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:48 WIB

SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!

SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:35 WIB

Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026

Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:52 WIB

Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum

Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:52 WIB

Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik

Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44 WIB

Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global

Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas

Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:23 WIB

Polda Metro Jaya Kini Dijabat Jenderal Bintang 3, Asep Edi Suheri Naik Pangkat Jadi Komjen

Polda Metro Jaya Kini Dijabat Jenderal Bintang 3, Asep Edi Suheri Naik Pangkat Jadi Komjen

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:19 WIB

Bos PT Cordelia Bara Utama Ditetapkan  Tersangka Kasus Tambang Ilegal Samin Tan!

Bos PT Cordelia Bara Utama Ditetapkan Tersangka Kasus Tambang Ilegal Samin Tan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:00 WIB

Brimob dan Tim Perintis Gerebek Balap Liar di Taman Mini, Remaja dan Motor Bodong Diamankan

Brimob dan Tim Perintis Gerebek Balap Liar di Taman Mini, Remaja dan Motor Bodong Diamankan

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:40 WIB