Ditegur DPP PDIP, Pendukung Ganjar Capres 2024 Terus Bermunculan

Erick Tanjung, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 10 November 2022 | 16:20 WIB
Ditegur DPP PDIP, Pendukung Ganjar Capres 2024 Terus Bermunculan
Pemuda Nasional Deklarasi Ganjar Pranowo (Pendekar) bersama dengan Barisan Ibu-ibu Pendukung Ganjar Pranowo (Binar) mendeklarasikan dukungan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2024. (Suara.com/Yaumal)

Suara.com - Ganjar Pranowo sempat dipanggil PDI Perjuangan karena pernyataannya soal siap menjadi calon presiden 2024. Meski demikian dukungan kepada Gubernur Jawa Tengah itu, tetap tak terbendung.

Terbaru kelompok yang mengatasnamakan Pemuda Nasional Deklarasi Ganjar Pranowo atau Pendekar bersama Barisan Ibu-ibu Pendukung Ganjar Pranowo (Binar) mendeklarasikan Ganjar sebagai calon presiden.

Terkait teguran kepada Ganjar, tidak terlalu diambil pusing, mereka bahkan berkirim surat kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk memberi restu.

Koordinator Pendekar, Mandela Sinaga menyatakan deklarasi mereka merupakan hak demokrasi sebagai warga negara untuk menyampaikan aspirasinya, mengenai sosok yang tepat memimpin Indonesia menggantikan Presiden Joko Widodo.

"Dalam demokrasi, kita bebas untuk menyampaikan aspirasi. Mudah-mudahan semangat-semangat kepemudaan dan perempuan yang merasa dapat diakomodir suaranya untuk dapat ditampung aspirasinya," kata Mandela di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (10/11/2022).

Mereka mengaku, memutuskan mengusung Ganjar sebagai calon presiden dilakukan setelah melewati proses kajian-kajian.

"Kami melakukan kajian diskusi untuk mencari siapa sosok yang paling pas untuk menjadi penerus perjuangan. Kami merasa sah-sah saja dalam perjalanan demokrasi kita menyuarakan aspirasi-aspirasi. Sah-sah saja jika kami membawa dari golongan pemuda dan perempuan untuk mendeklarasikan Ganjar," ujarnya.

Menurut mereka, Ganjar layak menjadi calo presiden karena sejumlah prestasinya selama memimpin Jawa Tengah di bidang reformasi birokrasi, pembangunan, kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

Karenanya guna mendapat restu dari Megawati, petinggi partai yang menaungi Ganjar mereka berkirim surat.

"Meminta dengan hormat kepada Ibu Megawati Soekarnoputri, Ibu bangsa kami, agar memberikan restu kepada kader terbaiknya, Ganjar, untuk meneruskan wisdom Ibu Megawati Soekarnoputri untuk memimpin bangsa ini," isu surat kepada Megawati.

Dalam surat, mereka menyadari tanpa dukungan Megawati ke Ganjar, harapan mereka menjadi Ganjar sebagai presiden tidak akan terwujud tanpa restu sang petinggi PDIP.

"Namun demikian, masa depan kader potensial yang memiliki kecenderungan survei tertinggi ibu tersebut sangat bergantung pada keputusaan Ibu Megawati Soekarnoputri."

Mereka meyakini Megawati memiliki kemampuan untuk menentukan kader partainya yang layak diusung sebagai calon presiden.

"Kami percaya Ibu Megawati Soekarnoputri mampu mengeluarkan keputusan dengan bijaksana dan senantiasa mempertimbangkan aspirasi akar rumput dalam memutuskan siapa yang akan didapuk sebagai capres pada pemilu 2024."

Ganjar Ditegur PDIP

Pasca pernyataan Ganjar Pranowo dalam sebuah wawancara di salah satu stasiun televisi swasta beberapa waktu lalu yang menyatakan bahwa dirinya siap maju menjadi calon presiden pada Pilpres 2024 berujung teguran dari internal PDIP.

Sanksi itu berupa teguran lisan. Ketua DPP PDIP bidang Kehormatan PDIP, Komarudin Watubun menjelaskan, bahwa Ganjar telah memberikan klarifikasinya soal ucapan siap nyapres tersebut.

Ia menyebut, dalam ucapan Ganjar itu dinilai memang tidak melanggar apa pun aturan partai, namun ucapannya menimbulkan multitafsir

Tadi dia sudah sampaikan, dan setelah kami menilai dari aturan-aturan organisasi, meskipun beliau tidak melanggar aturan organisasi tapi pernyataan ini menimbulkan multitafsir di publik," kata Komarudin usai pertemuan klarifikasi di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/10) lalu.

Kendati begitu, kata Komarudin, bidang kehormatan DPP PDIP tetap menjatuhi sanksi kepada Ganjar. Hanya saja sanksi itu hanya berupa teguran lisan saja.

"Supaya keadilan di partai itu ditegakkan kepada seluruh anggota dari Sabang sampai Merauke, maka kami, saya sampaikan jatuhkan sanski sanksi teguran lisan kepada Pak Ganjar Pranowo sebagai kader," ungkapnya.

Komarudin menilai alasan dijatuhi sanksi tersebut, lantaran Ganjar dinilai bukan merupakan kader baru di PDIP. Sebagai kader senior Ganjar diminta lebih berdisiplin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Andai Saja Demokrat dan PKS Saling Mengalah, Koalisi Perubahan Tak Perlu Batalkan Deklarasi Capres-Cawapres

Andai Saja Demokrat dan PKS Saling Mengalah, Koalisi Perubahan Tak Perlu Batalkan Deklarasi Capres-Cawapres

News | Kamis, 10 November 2022 | 15:30 WIB

Bongkar Isi Pertemuan di Kertanegara, Gerindra Pastikan Tak Ada Sikap Dukung-Mendukung Antara Relawan Jokowi dan Prabowo

Bongkar Isi Pertemuan di Kertanegara, Gerindra Pastikan Tak Ada Sikap Dukung-Mendukung Antara Relawan Jokowi dan Prabowo

News | Kamis, 10 November 2022 | 14:57 WIB

Jokowi Dinilai Kurang Etis Urusi Capres: Kadang Ganjar, Kadang Prabowo, Kadang Airlangga

Jokowi Dinilai Kurang Etis Urusi Capres: Kadang Ganjar, Kadang Prabowo, Kadang Airlangga

News | Kamis, 10 November 2022 | 14:29 WIB

Terkini

Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:01 WIB

Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo

Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:21 WIB

Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama

Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:19 WIB

Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya

Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:56 WIB

Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik

Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:50 WIB

Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema

Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:18 WIB

Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR

Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:00 WIB

Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis

Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:58 WIB

Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini

Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:21 WIB

Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:10 WIB