Malaysia Hadapi Parlemen Gantung untuk Pertama Kali usai Tak Ada Partai yang Amankan Kursi Mayoritas

Diana Mariska | Suara.com

Senin, 21 November 2022 | 09:54 WIB
Malaysia Hadapi Parlemen Gantung untuk Pertama Kali usai Tak Ada Partai yang Amankan Kursi Mayoritas
Suasana pemilihan umum di negara bagian Pahang, Malaysia, pada Sabtu (19/11). (Mohd RASFAN / AFP)

Suara.com - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Malaysia menghadapi parlemen gantung usai partai-partai politik gagal mengamankan kursi mayoritas di parlemen dalam pemilihan umum yang digelar akhir pekan lalu.

Seperti dilaporkan Al Jazeera, dalam pemilu pada Sabtu (19/11), koalisi Pakatan Harapan (PH) yang dipimpin oleh tokoh oposisi Anwar Ibrahim mengamankan 82 dari 222 kursi yang ada di parlemen. Sementara itu, Perikatan Nasional (PN) yang diketuai Muhyiddin Yassin mendapatkan 73 kursi,

Selanjutnya, koalisi Barisan Nasional (BN) pimpinan Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob, yang didominasi oleh partainya Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), mendapatkan hasil yang mengecewakan dengan hanya mengamankan 30 kursi.

Dalam pemilu ini, mantan perdana menteri Mahathir Mohamad (97) turut gagal mempertahankan kursinya.

Dalam pemerintahan Malaysia, koalisi parpol harus berhasil mengamankan paling sedikir 112 kursi untuk membentuk pemerintahan. Meski demikian, karena terjadinya penundaan di satu daerah pemilihan, maka koalisi minimal harus mendapat 111 kursi.

Dengan hasil di mana tidak ada parpol yang mampu memenangkan mayoritas kursi parlemen, koalisi-koalisi dengan kemenangan tertinggi harus menggandeng koalisi atau partai lainnya.

Menurut BBC, Anwar Ibrahim mengaku koalisi PH telah mengumpulkan cukup suara untuk membentuk pemerintah baru, tanpa menjabarkan siapa-siapa saja yang digandeng.

"Kita telah mencapai angka 111, 112," katanya dalam jumpa pers di Subang Jaya pada Minggu dini hari waktu setempat.

Sementara itu, Muhyiddin Yassin memastikan PN tidak akan berkoalisi dengan PH.

"Untuk membentuk pemerintah pimpinan PN, saya akan berbicara dengan partai-partai di Sabah dan Sarawak," katanya.

Sementara itu, Antara mengabarkan bahwa Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, menitahkan koalisi partai politik  pemilik kursi terbanyak di parlemen untuk menyerahkan nama calon perdana menteri (PM) pada Senin (21/11) sebelum pukul 14.00 waktu setempat.

Dalam keterangan resmi pada Minggu, Pengawas Keuangan Rumah Tangga Kerajaan, Datuk Seri Ahmad Fadil Syamsuddin, mengatakan istana telah menerima hasil resmi pemilu dari Ketua Komisi Pemilihan Umum Malaysia, Tan Sri Abdul Ghani Salleh, pada pukul 13.15.

Sesuai dengan perintah Raja Malaysia, ia mengatakan Istana Negara telah menugaskan Ketua Dewan Rakyat, Azhar Azizan Harun, untuk meminta kepada pimpinan parpol dan koalisi yang memiliki jumlah kursi banyak untuk menginformasikan kepada istana tentang koalisi parpol yang disepakati antara parpol atau koalisi terkait pembentukan pemerintahan baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemilu Malaysia 2022, Soal Stigmasisasi Lapangan Kerja 'Tiga D'

Pemilu Malaysia 2022, Soal Stigmasisasi Lapangan Kerja 'Tiga D'

Video | Minggu, 20 November 2022 | 17:21 WIB

Malaysia Jalani Pemilu yang ke-15

Malaysia Jalani Pemilu yang ke-15

Foto | Minggu, 20 November 2022 | 10:00 WIB

Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad Sebut Kemajuan di Indonesia Buah dari Kepemimpinan Soeharto

Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad Sebut Kemajuan di Indonesia Buah dari Kepemimpinan Soeharto

News | Jum'at, 18 November 2022 | 13:46 WIB

Mahathir Mohamad: Generasi Muda Sudah Paham Sosok Pemimpin yang Ideal

Mahathir Mohamad: Generasi Muda Sudah Paham Sosok Pemimpin yang Ideal

News | Jum'at, 18 November 2022 | 12:01 WIB

Sudah Berumur 97 Tahun, Mahathir Mohammad Ingin Kembali Maju Jadi PM Malaysia

Sudah Berumur 97 Tahun, Mahathir Mohammad Ingin Kembali Maju Jadi PM Malaysia

Batam | Kamis, 20 Oktober 2022 | 13:37 WIB

Meski Sudah Berusia 97 Tahun, Mantan PM Malaysia Akan Kembali Ikut Pemilu

Meski Sudah Berusia 97 Tahun, Mantan PM Malaysia Akan Kembali Ikut Pemilu

Bali | Rabu, 12 Oktober 2022 | 09:59 WIB

Terkini

Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi

Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 22:31 WIB

Dinilai Kaburkan Nilai Yurisdiksi, Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU Peradilan Militer

Dinilai Kaburkan Nilai Yurisdiksi, Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU Peradilan Militer

News | Selasa, 28 April 2026 | 22:04 WIB

Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?

Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:46 WIB

Izin Terancam Dicabut? Kemenhub Bentuk Tim dan Panggil Manajemen  Green SM Buntut Kecelakaan KRL

Izin Terancam Dicabut? Kemenhub Bentuk Tim dan Panggil Manajemen Green SM Buntut Kecelakaan KRL

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:39 WIB

Heboh Video Tahanan di Bandara, Begini Penjelasan KPK

Heboh Video Tahanan di Bandara, Begini Penjelasan KPK

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:25 WIB

11 Tahun Mengabdi di Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna Gugur Dalam Musibah Kereta Bekasi

11 Tahun Mengabdi di Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna Gugur Dalam Musibah Kereta Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:21 WIB

Jadwal Kereta Masih Terdampak Insiden Bekasi Timur, KA Parahyangan Terhambat 6 Jam Lebih

Jadwal Kereta Masih Terdampak Insiden Bekasi Timur, KA Parahyangan Terhambat 6 Jam Lebih

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:11 WIB

Target Beres Hari Ini! KCI Kebut Evakuasi KRL yang Tabrakan di Bekasi dan Audit Ulang Jalur

Target Beres Hari Ini! KCI Kebut Evakuasi KRL yang Tabrakan di Bekasi dan Audit Ulang Jalur

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:10 WIB

Cair Secepat Mungkin! Jasa Raharja Siapkan Rp50 Juta bagi Ahli Waris Korban Kecelakaan KRL di Bekasi

Cair Secepat Mungkin! Jasa Raharja Siapkan Rp50 Juta bagi Ahli Waris Korban Kecelakaan KRL di Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 20:57 WIB

Usulan Aula Dansa Donald Trump Picu Perdebatan di Kongres AS soal Anggaran

Usulan Aula Dansa Donald Trump Picu Perdebatan di Kongres AS soal Anggaran

News | Selasa, 28 April 2026 | 20:56 WIB