Panda Nababan Beberkan Mata dan Telinga Megawati Banyak, Pernah Minta BIN Pantau Pergerakan SBY

Dwi Bowo Raharjo
Panda Nababan Beberkan Mata dan Telinga Megawati Banyak, Pernah Minta BIN Pantau Pergerakan SBY
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri disebut pernah memantau gerak gerik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara senyap. [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Panda mengatakan penyataan Taufik saat itu disampaikan sebagai reaksi kegenitan SBY.

Suara.com - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri disebut pernah memantau gerak gerik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara senyap. Hal itu dilakukan Megawati dengan memerintahkan Badan Intelijen Negara (BIN) saat masih menjadi Presiden ke-5 RI.

Kisah tersebut disampaikan politisi senior PDIP yang juga wartawan kawakan Panda Nababan di akun YouTube pribadinya @bangpandanababan1699 berjudul SBY Bohongi Mega yang sudah diunggah sekitar setahun lalu.

Panda mengatakan saat Megawati menjadi Presiden RI, SBY merupakan Menko Polhukam. Saat itu, Megawati disebut dapat banyak informasi terkait SBY saat menjadi pembantunya kala itu.

"Mata dan telinganya Mega kan banyak, apalagi dia sebagai Presiden dia punya narsum BIN, sumber Bais militer, belum dari kolega," ucap Panda.

Baca Juga: CEK FAKTA: Ganjar Pranowo dan Kader PDIP Mundur Massal Buntut Megawati Tak Beri Tiket Capres, Benarkah?

Meski sudah mengetahui informasi terkait SBY selama menjadi Menkopolhukam, Megawati kata Panda memilih untuk senyap.

"Artinaya dia bisa melihat transparan gerakannya SBY, cuma orangnya, Mega enggak banyak bicara diam," ucapnya.

Menurutnya, Megawati saat itu hanya meminta para menterinya termasuk SBY jujur dan terbuka. Termasuk soal urusan politik.

"Sebenarnya Mega permintaanya sedehana jujur, terbuka dan enggak ada sesuatu di belakang layar," kata dia.

Diketahui kemudian pada tahun 2004 SBY berseberangan dengan Megawati. SBY maju sebagai capres dengan menggandeng Jusuf Kalla sebagai Cawapres.

Baca Juga: Ahok Diduga Sindir Anies Baswedan Ahli Tata Kata, Jusuf Kalla: Pilih Mana, Pintar Bicara apa Pintar Marah?

Kemudian pasangan SBY-JK itu menang dari Megawati - Hasyim Muzadi pada putaran kedua.

Politisi senior PDIP yang juga wartawan kawakan, Panda Nababan. (tangkap layar/ist)
Politisi senior PDIP yang juga wartawan kawakan, Panda Nababan. (tangkap layar/ist)

Dari kekalahan itu, sejumlah publik kemudian banyak yang menilai hungungan Megawati dan SBY kekinian memanas meski tidak pernah diutarakan langsung dari keduanya.

Terlebih pada Pilpres 2009, SBY yang berpasangan dengan Budiyono kembali mengalahkan Megawati yang saat itu berpasangan dengan Prabowo Subianto.

Lebih lanjut, Panda juga menyebut saat itu ada komentar dari istri Megawati yakni Taufik Kiemas.

"Waktu itu semua orang tahu bagimana komentar sederhana dan manusiawi dari Taufik yaitu dieksplore, yang mengatakan SBY anak kecil," katanya.

Meski demikian, Panda dalam videonya tersebut tidak menjelaskan secara rinci pernyataan Taufik setelah menyebut SBY anak kecil.

Hanya saja kata dia, penyataan Taufik saat itu disampaikan sebagai reaksi kegenitan SBY.

"Itupun sebebaanarya karena ada reaksi yanng semacem kegienitan SBY yang memancing daripada Taufik," katanya.