Presiden Serbia Prediksi Eropa akan Hadapi Musim Dingin yang Mengerikan karena Perang Ukraina

Diana Mariska

Kamis, 01 Desember 2022 | 11:34 WIB
Presiden Serbia Prediksi Eropa akan Hadapi Musim Dingin yang Mengerikan karena Perang Ukraina
Pasukan Ukraina di Kherson. (BULENT KILIC / AFP)

Suara.com - Presiden Serbia memprediksi perang yang terjadi di Ukraina memiliki kemungkinan untuk berlanjut hingga beberapa musim dingin mendatang.

Seperti dilaporkan pada Warta Ekonomi, pada Selasa (29/11), Presiden Aleksandar Vucic menyebut Perang Ukraina berpotensi berlangsung lama dan bahwa usualn terkait gencatan senjata kemungkinan tidak akan disetujui.

Komentar tersebut ia ungkapkan dalam wawancara dengan stasiun televisi Serbia, Pink. Awal bulan ini, Vucic juga telah mengatakan kepada outlet yang sama bahwa pertempuran di wilayah Kherson, Ukraina, akan menjadi "Stalingrad" dan titik balik konflik, termasuk bagi Rusia yang mengumumkan upaya evakuasi dari kota ke tepi kiri Sungai Dnipro.

“Ketika banyak orang mulai berpikir bahwa perang sudah berakhir dan Ukraina menang, Rusia mulai berperang dengan lebih baik,” kata Vucic.

“Namun, saya tidak mengatakan mereka punya semacam keuntungan. [Konflik] ini akan berlangsung lama, dan saya perkirakan musim dingin berikutnya dan bahkan musim dingin berikutnya akan jauh lebih buruk daripada musim dingin ini.”

Ketika dimintai komentarnya tentang serangan rudal yang diluncurkan Rusia ke infrastruktur-infrastruktur di Ukraina, Vucic mengatakan bahwa Moskow dan Kiev akan mengerahkan seluruh kemampuan mereka karena “tidak ada cinta dalam perang.”

Ia juga menambahkan bahwa meskipun secara pribadi ia akan sangat menyambut gencatan senjata serta solusi-solusi untuk penyelesaian konflik, ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak bergantung padanya.

"Saya bukan orang Rusia atau Ukraina, terserah mereka untuk menyelesaikan ini. [Saya juga bukan] orang Amerika [sehingga dapat] ikut campur dalam semua hal ini," kata Vucic.

Uni Eropa telah menekan Serbia untuk "menyelaraskan" kebijakan luar negerinya dengan Brussel dan memberikan sanksi kepada Rusia, tetapi Vucic bersikeras pada jalur yang independen dan netral untuk Beograd.

Rusia sendiri mendukung penolakan Serbia untuk mengakui Provinsi Kosovo yang memisahkan diri sebagai negara merdeka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ukraina Desak NATO Segera Kirim Bantuan Buat Gempur Pasukan Rusia

Ukraina Desak NATO Segera Kirim Bantuan Buat Gempur Pasukan Rusia

Jatim | Rabu, 30 November 2022 | 18:29 WIB

Ibu Negara Ukraina Mengutuk Kekerasan Seksual 'Sistematis' oleh Pasukan Rusia

Ibu Negara Ukraina Mengutuk Kekerasan Seksual 'Sistematis' oleh Pasukan Rusia

News | Selasa, 29 November 2022 | 11:02 WIB

Presiden Ukraina Sebut Rusia Persiapkan Serangan Rudal Baru

Presiden Ukraina Sebut Rusia Persiapkan Serangan Rudal Baru

Riau | Senin, 28 November 2022 | 16:15 WIB

Lilin-lilin Kecil Untuk Para Korban Genosida Holodomor di Ukraina

Lilin-lilin Kecil Untuk Para Korban Genosida Holodomor di Ukraina

Foto | Minggu, 27 November 2022 | 12:00 WIB

Rusia Bersiap Hentikan Pasokan Energi untuk G7 dan Sekutunya

Rusia Bersiap Hentikan Pasokan Energi untuk G7 dan Sekutunya

Bisnis | Jum'at, 25 November 2022 | 10:48 WIB

Presiden Ukraina Minta Dewan Keamanan PBB 'Hukum' Teror Energi Rusia

Presiden Ukraina Minta Dewan Keamanan PBB 'Hukum' Teror Energi Rusia

Bisnis | Jum'at, 25 November 2022 | 07:31 WIB

Terkini

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

×