Daerah Utara Garut Rawan Bencana Puting Beliung, Masyarakat Harus Waspada

Dwi Bowo Raharjo

Senin, 19 Desember 2022 | 02:25 WIB
Daerah Utara Garut Rawan Bencana Puting Beliung, Masyarakat Harus Waspada
Ilustrasi puting beliung. [Foto: ANTARA]

Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyampaikan daerah utara di wilayah Garut rawan dilanda bencana angin puting beliung.

Masyarakat dimita harus mewaspadainya untuk menghindari risiko dampak dari bencana tersebut.

"Ya, daerah utara itu memang rawan angin puting beliung, yang harus menjadi perhatian masyarakat, terutama saat musim hujan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Satria Budi di Garut, Minggu (18/12/2022).

Satria menuturkan, daerah utara Kabupaten Garut yang rawan dilanda puting beliung di antaranya Kecamatan Kersamanah, Limbangan, Leuwigoong, dan terakhir pada Sabtu (17/12) terjadi di Kecamatan Malangbong.

Tercatat selama tahun 2022, kata dia, sudah ada empat kali kejadian bencana angin puting beliung melanda utara Garut dengan tingkat dampak merusak bagian atap rumah.

"Selama setahun ini ada empat kalian puting beliung, dampaknya merusak rumah bagian atap," katanya.

Ia menyampaikan laporan terakhir bencana angin puting beliung melanda Kecamatan Malangbong yang berdampak merusak 10 rumah warga dan bagian kanopi pertokoan.

Pemerintah daerah, kata dia, sudah menanggulangi rumah yang terdampak bencana angin puting beliung dengan memberikan terpal untuk menutup atap selama proses perbaikan, dan bantuan kebutuhan pokok.

"Untuk kejadian di Malangbong itu ada 10 rumah, dan tentunya kami dari BPBD sudah melakukan upaya membantu mereka yang terdampak," katanya.

baca juga

Menurutnya Kabupaten Garut memiliki potensi bencana alam yang cukup tinggi, tidak hanya angin puting beliung tapi juga bencana lainnya seperti longsor, pergerakan tanah, dan banjir.

Pemerintah daerah, kata dia, sudah melakukan berbagai persiapan, termasuk siap siaga petugas 24 jam untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi.

"Ancaman bencana hidrometeorologi ini terus kita waspadai, dan laporan BMKG bahwa musim hujan ini diprediksi sampai Februari (2023), jadi kita terus waspada, dan siaga 24 jam," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banjir Bandang di Sumedang Makan Korban Jiwa

Banjir Bandang di Sumedang Makan Korban Jiwa

Foto | Senin, 19 Desember 2022 | 00:00 WIB

Belasan Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung Terjang Karawang Selama 3 Hari

Belasan Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung Terjang Karawang Selama 3 Hari

Purwasuka | Minggu, 18 Desember 2022 | 21:56 WIB

Dentuman dan Getaran Misterius Kagetkan Warga Sukatani Purwakarta, Ternyata Ini Penyebabnya

Dentuman dan Getaran Misterius Kagetkan Warga Sukatani Purwakarta, Ternyata Ini Penyebabnya

Purwasuka | Minggu, 18 Desember 2022 | 14:31 WIB

Ngeri! Angin Puting Beliung Terekam Kamera di Pantai Slopeng Sumenep

Ngeri! Angin Puting Beliung Terekam Kamera di Pantai Slopeng Sumenep

Jatim | Sabtu, 17 Desember 2022 | 10:33 WIB

Diterjang Angin Puting Beliung Kamis Sore, Belasan Rumah dan Satu Sekolah Rusak di Malang

Diterjang Angin Puting Beliung Kamis Sore, Belasan Rumah dan Satu Sekolah Rusak di Malang

Jakarta | Kamis, 15 Desember 2022 | 21:34 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×