Ngeri-ngeri Sedap, Cerita Soeharto Dibuat Tersinggung Sama Orang Jombang Perkara Dikatain 'Wareg' Kekuasaan

Reza Gunadha | Fita Nofiana | Suara.com

Senin, 19 Desember 2022 | 16:30 WIB
Ngeri-ngeri Sedap, Cerita Soeharto Dibuat Tersinggung Sama Orang Jombang Perkara Dikatain 'Wareg' Kekuasaan
Foto lama Presiden Soeharto sedang menyapa warga. (Twitter/@tommy_soeharto_)

Suara.com - Presiden Kedua RI, Soeharto dikenal memiliki kekuasaan besar khususnya di era Orde Baru. Bagaimana tidak Soeharto memegang kekuasaan sebagai orang nomor satu hingga 32 tahun.

Kendati demikin, para cendekia hingga aktivis sering kali melemparkan kritik padanya. Meski kala itu pemerintahan masih bersifat otoriter.

Sebuah kritik tajam juga dilakukan oleh cendekiawan Islam dari Jombang, Jawa Timur yakni Prof Dr Nurcholish Madjid.

Diundang ke istana, Nurcholish Madjid dengan berani melemparkan kritik keras pada Soeharto hingga membuat sang presiden tersinggung. Cerita tersebut disampaikan oleh ekonom senior, Rizal Ramli.

Soeharto (Youtube)
Soeharto (Youtube)

Menurut Rizal Ramli, menjelang lengsernya Soeharto ia mengumpulkan tokoh-tokoh untuk mendapatkan dukungan pembuatan komite reformasi.

"Besoknya, Saadillah Mursyid [sekretaris kabinet] panggil Gus Dur dan lainnya kayak Nurcholish Madjid ke istana," kata Rizal Ramli dalam perbincangannya di kanal YouTube Refly Harun.

"Pak Harto bilang, ini situasinya gini saya mohon dukungan bapak-bapak untuk kita bikin komite reformasi butuh waktu tiga bulan untuk memilih pemimpin indonesia berikutnya," imbuhnya.

Rata-rata hadirin setuju dengan pernyataan Soeharto, namun kemudian Nurcholish Madjid berdiri dan melemparkan usulan yang menyinggung pada Soeharto.

"Di luar dugaan saya dan saya kagum, dokter Nurcholis Madjid, ini kan anak Jombang dia berdiri pakai bahasa Jawa yang kasar," ungkap Rizal Ramli.

"Dia bilang Pak Harto wis pak Harto, Pak Harto wis wareg uwis, Pak Harto tersinggung itu kan bahasa Indonesianya udah Pak harto lu tuh udah kenyang udah," tambahnya.

Rizal Ramli. [Istimewa]
Rizal Ramli. [Istimewa]

Mendengar perkataan Nurcholish Madjid, Rizal Ramli menyatakan bahwa Soeharto langsung tampak tersinggung.

"Pakai bahasa kasar sama Raja Jawa, Seoharto tersinggung bubar itu komite reformasi," ujar Rizal Ramli.

"Buat orang luar Jawa omongan itu enggak penting, buat orang Jawa omongan itu penitng sekali artinya apa rakyat biasa ngomong dengan bahasa kasar sekali dengan Raja Jawa, artinya aura kekuasaan itu dicabut sama Nurcholish."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daripada Soeharto, Gaya Politik Jokowi Disebut Mirip Sultan HB IX: Satunya Santun Lainnya Tanpa Ampun

Daripada Soeharto, Gaya Politik Jokowi Disebut Mirip Sultan HB IX: Satunya Santun Lainnya Tanpa Ampun

News | Minggu, 18 Desember 2022 | 20:04 WIB

Ngeri! Pengakuan Sri Sultan HB IX Waktu Jadi Wakil Presiden Buat Soeharto: Dia Lebih Kaya dan Feodal

Ngeri! Pengakuan Sri Sultan HB IX Waktu Jadi Wakil Presiden Buat Soeharto: Dia Lebih Kaya dan Feodal

News | Minggu, 18 Desember 2022 | 19:59 WIB

Ragukan Kinerja KPK yang Sekarang Imbas Tak Periksa Kaesang, Rizal Ramli: Beda Nyali dengan Era Antasari

Ragukan Kinerja KPK yang Sekarang Imbas Tak Periksa Kaesang, Rizal Ramli: Beda Nyali dengan Era Antasari

Video | Sabtu, 17 Desember 2022 | 10:00 WIB

Terkini

Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu

Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!

Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:17 WIB

Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Dituntut Bayar Rp4,8 T: Tak Bayar Tambah 9 Tahun

Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Dituntut Bayar Rp4,8 T: Tak Bayar Tambah 9 Tahun

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:17 WIB

Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998

Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:10 WIB

Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen

Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:09 WIB

Geger! Bau Menyengat di Pinang Ranti Ternyata Jasad Lansia Sebatang Kara

Geger! Bau Menyengat di Pinang Ranti Ternyata Jasad Lansia Sebatang Kara

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:07 WIB

Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook!

Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook!

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:04 WIB

Menhub Absen Karena Sakit, DPR Tunda Rapat Bahas Rentetan Kecelakaan Kereta Api Bekasi Timur

Menhub Absen Karena Sakit, DPR Tunda Rapat Bahas Rentetan Kecelakaan Kereta Api Bekasi Timur

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:02 WIB

Kejagung Mulai Selidiki Dugaan Pengurusan Perkara yang Menyeret Aspidum Kejati Sumsel

Kejagung Mulai Selidiki Dugaan Pengurusan Perkara yang Menyeret Aspidum Kejati Sumsel

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:58 WIB

Peringati Tragedi Mei 1998, Komnas Perempuan Ingatkan Sejarah Kelam Kekerasan Seksual Massal

Peringati Tragedi Mei 1998, Komnas Perempuan Ingatkan Sejarah Kelam Kekerasan Seksual Massal

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:52 WIB