Profil Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Pernah Jadi Wakil Presiden Soeharto

Rifan Aditya | Suara.com

Rabu, 21 Desember 2022 | 08:00 WIB
Profil Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Pernah Jadi Wakil Presiden Soeharto
Profil Sri Sultan Hamengkubuwono IX (ekon.go.id)

Suara.com - Mari mengenal profil Sri Sultan Hamengkubuwono IXSri Sultan Hamengkubuwono IX turut berperan besar terhadap upaya kemerdekaan dan pemerintahan Indonesia.

Belakangan ini namanya tengah menjadi perbincangan publik setelah disinggung oleh Panda Nababan tentang masa kepemimpinan Presiden Soeharto dan ketika Sri Sultan HB IX menjabat sebagai Wakil Presiden. Sejumlah orang pun banyak yang penasaran dengan profil Sri Sultan Hamengkubuwono IX

Selain menjabat sebagai wakil presiden era kepemimpinan Soeharto pada 1973-1978, tepat setelah mundurnya Mohammad Hatta. Sri Sultan Hamengkubuwono IX adalah raja yang pernah memimpin Kasultanan Yogyakarta pada 1940 sampai tahun 1988. 

Profil Sri Sultan Hamengkubuwono IX 

Sri Sultan Hamengkubuwono IX lahir di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 12 April 1912 dengan nama asli Gusti Raden Mas Dorodjatun. Dia merupakan putra dari Sri Sultan Hamengkubuwana VIII dan Raden Ajeng Kustilah. 

Dorodjatun atau Sri Sultan Hamengkubuwono IX telah menyandang status sebagai Putra Mahkota Yogyakarta saat usianya masih 2 tahun. Lalu, di usianya yang ke 4 tahun, ia diajari untuk tinggal terpisah dari lingkungan keraton.

Saat itu, Dorodjatun tinggal bersama dengan keluarga Belanda, Mulder. Dia menjabat sebagai kepala sekolah Neutrale Hollands Javaanse Jongens School di wilayah Gondokusuman. 

Saat tinggal bersana keluarga Mulder, Dorodjatun biasa dipanggil dengan nama Henkie. Julukan ini terinspirasi dari nama Pangeran Belanda, Hendrik. Nama ini kemudian terus melekat pada Dorodjatun, bahkan hingga saat ia sekolah dan kuliah di Belanda. 

Riwayat Pendidikan Sri Sultan Hamengkubuwono IX 

Sri Sultan Hamengkubuwono IX mengawali pendidikannya di Taman Kanak-kanak atau Forbel School yang berada di daerah Bintaran Kidul, Yogyakarta. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Eerste Europese Lagere School (ELS) atau sekolah dasar yang didirikan pada zaman Hindia Belanda dan berhasil lulus pada tahun 1925. 

Lulus dari ELS, Sri Sultan kemudian melanjutkan pendidikan di Hogere Burger School (HBS) yang berada di Semarang, lalu berpindah ke kota Bandung. Pendidikan tingkat SMP dan SMA itu berhasil ditamatkan Dorodjatun pada tahun 1931. 

Setelah menyelesaikan pendidikan SMP dan SMA, ia berkuliah di Rijkuniversiteit (sekarang bernama Universiteit Leiden), Belanda. Henkie mengambil jurusan Indologie atau ilmu tentang Indonesia, dan juga jurusan Ekonomi. 

Resmi Diangkat Menjadi Sultan Yogyakarta 

Lulus dari Universiteit Leiden, Henkie memutuskan kembali ke Indonesia pada Oktober 1939. Baru tiga hari di keraton, ayah Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Sri Sultan Hamengkubuwono VIII, jatuh sakit hingga tak sadarkan diri. Kemudian pada 22 Oktober 1939, Sri Sultan Hamengkubuwono VIII menghembuskan nafas terakhirnya. 

Selang lima bulan setelah Sri Sultan Hamengkubuwono VIII resmi mangkat tepat pada18 Maret 1940, Dorodjatun diangkat sebagai Sultan Yogyakarta. Dia resmi menyandang gelar Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kandjeng Sultan Hamengkubuwono Senopati Ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sanga. 

Jabatan Sri Sultan Hamengkubuwono IX 

Tak hanya sebagai Sultan Yogyakarta, Dorodjatun juga pernah mengemban sejumlah jabatan dalam pemerintahan, diantaranya yaitu: 

1. Kepala sekaligus Gubernur Militer Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 1945 

2. Menteri Negara pada Kabinet Sjahrir III pada tahun 2 Oktober 1946 hingga 27 Juni 1947 

3. Menteri Negara pada masa Kabinet Amir Sjarifuddin I dan II dari 3 Juli 1947 hingga 11 November 1947 dan 11 November 1947 hingga 28 Januari 1948 

4. Menteri Negara Kabinet Hatta I pada 29 Januari 1948 hingga 4 Agustus 1949 

5. Menteri Pertahanan atau Koordinator Keamanan Dalam Negeri masa Kabinet Hatta II pada 4 Agustus 1949 hingga 20 Desember 1949 

6. Menteri Pertahanan masa RIS pada 20 Desember 1949 hingga 6 September 1950 

7. Wakil Perdana Menteri dalam Kabinet Natsir pada 6 September 1950 hingga 27 April 1951 

8. Ketua Dewan Kurator Universitas Gajah Mada Yogyakarta pada tahun 1951 

9. Ketua Dewan Pariwisata Indonesia pada 1956 

10. Ketua Sidang ke 4 ECAFE atau Economic Commision for Asia and the Far East dan Ketua Pertemuan Regional ke 11 Panitia Konsultatif Colombo Plan pada tahun 1957 

11. Ketua Federasi ASEAN Games pada 1958 

12. Menteri atau Ketua Badan Pemeriksa Keuangan pada 5 Juli 1959 

13. Ketua Delegasi Indonesia dalam pertemuan PBB tentang Perjalanan dan Pariwisata pada tahun 1963 

14. Menteri Koordinator Pembangunan pada 21 Februari 1966 

15. Wakil Perdana Menteri Bidang Ekonomi 11 pada Maret 1966 

16. Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pada tahun 1968 

17. Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada tahun 1968 

18. Ketua Delegasi Indonesia di Konferensi Pasific Area Travel Association (PATA) di California, Amerika Serikat pada tahun 1968 

19. Menjadi Wakil Presiden Indonesia pada 25 Maret 1973 hingga 23 Maret 1978 

Akhir Hayat Sri Sultan Hamengkubuwono IX 

Sri Sultan Hamengku Buwono IX kemudian meninggal dunia pada 2 Oktober 1988. Pada akhir riwatnya, ia saat itu tengah berkunjung ke Amerika Serikat. Dorodjatun menghembuskan napas terakhirnya di George Washington University Medical Center. 

Sri Sultan Hamengku Buwono IX lalu dimakamkan di area Kompleks Pemakaman Raja-raja di Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Berkat jasa dan pengorbanannya kepada NKRI, Sri Sultan Hamengkubuwono IX kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Hal ini dinyatakan dalam SK Presiden Repulik Indonesia Nomor 053/TK/Tahun 1990 yang diterbitkan pada 30 Juli 1990. 

Itulah profil Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang memiliki jasa besar terhadap kemerdekaan Indonesia. Semoga bermanfaat!

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eks Menteri ESDM Subroto Meninggal Dunia

Eks Menteri ESDM Subroto Meninggal Dunia

Bisnis | Selasa, 20 Desember 2022 | 21:01 WIB

4 Kisah Panda Nababan dan Kedekatannya dengan Para Presiden

4 Kisah Panda Nababan dan Kedekatannya dengan Para Presiden

News | Selasa, 20 Desember 2022 | 18:33 WIB

Heboh Dibandingkan dengan Soeharto, Ini Profil Sri Sultan HB IX dan Harta Kekayaannya

Heboh Dibandingkan dengan Soeharto, Ini Profil Sri Sultan HB IX dan Harta Kekayaannya

News | Senin, 19 Desember 2022 | 19:04 WIB

Mengintip Gelimang Harta Soeharto, Lebih Kaya dari Sultan HB IX?

Mengintip Gelimang Harta Soeharto, Lebih Kaya dari Sultan HB IX?

News | Senin, 19 Desember 2022 | 18:46 WIB

Terkini

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:22 WIB

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:52 WIB

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:37 WIB

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:31 WIB

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:25 WIB

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:16 WIB

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:07 WIB

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:02 WIB

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:57 WIB