Ungkap 600 Situs Bermuatan Radikal, BNPT Sebut Gen Z Paling Mudah Terdoktrin

Rabu, 28 Desember 2022 | 18:47 WIB
Ungkap 600 Situs Bermuatan Radikal, BNPT Sebut Gen Z Paling Mudah Terdoktrin
Kepala BNPT Boy Rafli Amar saat mengungkap 600 situs bermuatan radikalisasi. (Suara.com/Yaumal)

Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menemukan 600 situs dan akun media sosial yang memuat informasi radikalisme sepanjang tahun 2022.

Kepala BNPT, Komjen (Purn) Boy Rafli Amar menyebut fenomena radikalisasi di dunia maya semakin meningkat, seiring dengan masifnya penggunaan internet sejak pandemi Covid-19 melanda dunia.

"BNPT RI menemukan lebih dari 600 situs/akun di berbagai platform media sosial yang bermuatan unsur radikal,"kata Boy saat menggelar konferensi pers di salah satu hotel di Jakarta Pusat pada Rabu (28/12/2022).

Sebanyak 600 akun dan situs yang ditemukan, menyebarkan 900 lebih konten yang bermuatan informasi radikalisme.

Survei Indeks Potensi Radikalisme yang dilakukan BNPT bersama sejumlah lembaga, juga mengemukakan mereka yang aktif berselancar di dunia maya rentan terpapar radikalisme.

Kepala BNPT Boy Rafli Amar saat mengungkap 600 situs bermuatan radikalisasi. (Suara.com/Yaumal)
Kepala BNPT Boy Rafli Amar saat mengungkap 600 situs bermuatan radikalisasi. (Suara.com/Yaumal)

"Survei ini menemukan Indeks Potensi Radikalisme lebih tinggi pada wanita, generasi muda dan mereka yang aktif di internet," ujar Boy.

Atas fenomena itu, BNPT bersama kementerian dan lembaga terkait melakukan upaya pencegahan.

"Melalui patroli siber, takedown dan penegakan hukum," kata Boy.

Sementara itu, untuk Indeks Potensi Radikalisme pada 2022 diklaim BNPT mengalami penurunan, berada di angka 10 persen.

Baca Juga: Klaim BNPT, Indeks Potensi Radikalisme 2022 Turun: Jadi 10 Persen

"Terdapat penurunan Indeks Potensi Radikalisme tahun 2022 sebanyak 2,2 persen, dari 12,2 persen di tahun 2020 menjadi 10 persen," kata Boy di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Lebih lanjut Boy mengungkapkan Indeks Potensi Radikalisme terdiri dari dimensi target dan dimensi supply pelaku.

"Hasil penilaian telah berhasil melampaui target yang ditetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024," ujarnya.

"Indeks dimensi target di tahun 2022 berada di angka 51,54. Angka ini lebih rendah dari yang ditetapkan RPJMN sebesar 54,26," sambungnya.

Sementara indeks dimensi supply pelaku berada di angka 29,48. Angka itu disebut lebih rendah dari yang ditetapkan RPJMN sebesar 38,00.

"Dalam hal ini, semakin kecil angka indeks maka risiko terorisme menjadi semakin rendah. Indeks tersebut menunjukkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi paham maupun aksi terorisme," kata Boy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI