Tolak Penundaan Pemilu 2024, PKS: Presiden Jokowi Cukup Dua Periode

Chandra Iswinarno | Novian Ardiansyah | Suara.com

Jum'at, 30 Desember 2022 | 19:21 WIB
Tolak Penundaan Pemilu 2024, PKS: Presiden Jokowi Cukup Dua Periode
Presiden PKS Ahmad Syaikhu. [Suara.com/Bagaskara]

Suara.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu menegaskan partainya menolak penundaan Pemilu 2024 ataupun wacana perpanjangan atau penambahan masa jabatan Presiden Jokowi.

Syaikhu menyatakan, penolakam itu sudah menjadi sikap tegas PKS sejak isu tersebut muncul ke permukaan. Ia bahkan menegaskan, baik penundaan Pemilu maupun perpanjangan masa jabatan presiden bertentangan dengan UUD 1945.

"Esensi amandemen Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan amanat reformasi adalah adanya pembatasan kekuasaan, khsususnya bagi presiden Republik Indonesia cukup dua periode," kata Syaikhu dalam pidato kebangsaan akhir tahun, Jumat (30/12/2022).

Syaikhu menyoroti timbulnya kembali wacana tersebut di penghujung tahun 2022. Padahal isu tersebut sudah tenggelam setelah sebelumnya pernah muncul.

Menurutnya, wacana-wacana itu tidak patut lagi menjadi pembahasan mengingat masyarakat sudah jelas menolak. Apalagi tahapan Pemilu 2024 juga sudah berjalan.

"Terlebih berdasarkan hasil berbagai lembaga survei, seperti LSI pada Maret 2022, menyatakan bahwa mayoritas masyarakat lebih dari 60 persen menolak perpanjangan masa jabatan presiden atau penundaan Pemilu dengan alasan apapun, baik karena pandemi, alasan pemulihan ekonomi, maupun karena pembangunam IKN," tutur Syaikhu.

Sebelumnya, Presiden Jokowi bicara tentang Pilpres yang berpeluang diikuti beberapa pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Hal tersebut seolah meluruhkan asumsi wacana penundaan pemilu hingga tiga periode yang diwacanakan.

Pembahasan Jokowi mengenai Pilpres diikuti beberapa calon itu disampaikan saat memberikan sambutan di HUT ke-16 Partai Hanura.

Jokowi curiga bakal ada pihak yang menuduh dirinya apabila ada orang yang tidak kesampaian menjadi capres maupun cawapres, padahal orang tersebut ingin sekali mendapat kendaraan agar bisa mencalonkan, namun tidak bisa.

"Tuduh lagi presiden ikut-ikutan, Istana ikut-ikutan, kekuatan besar ikut-ikutan. Lha urusannya apa dengan saya?" kata Jokowi, Rabu (21/12/2022).

Jokowi mengatakan perlu hati-hati terhadap hal tersebut karena yang ingin ikut Pilpres banyak. Ia kemudian berbicara kemungkinan Pilpres diikuti benerapa paslon.

"Padahal calonnya nggak tahu nanti ini bisa 4 pasang, 3 pasang, atau 2 pasang. Nggak ngerti kita. Yaa kalau hanya 2 pasang, ya berarti yang lain kan nggak bisa ikut, atau 3 pasang kan yang lain nggak bisa ikut," kata Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ultimatum Amien Rais ke Jokowi Setelah Partainya Lolos Pemilu 2024: Tambah Dua Tahun, Tiga Tahun, Lupakan!

Ultimatum Amien Rais ke Jokowi Setelah Partainya Lolos Pemilu 2024: Tambah Dua Tahun, Tiga Tahun, Lupakan!

News | Jum'at, 30 Desember 2022 | 18:35 WIB

Amien Rais Minta Jokowi Lupakan Perpanjangan Masa Jabatan: 2024 Selesai, Insyaallah Jadi Guru Bangsa

Amien Rais Minta Jokowi Lupakan Perpanjangan Masa Jabatan: 2024 Selesai, Insyaallah Jadi Guru Bangsa

News | Jum'at, 30 Desember 2022 | 18:23 WIB

PKS Ingin Lahirkan Capres-Cawapres Nasionalis Religius di Pilpres 2024

PKS Ingin Lahirkan Capres-Cawapres Nasionalis Religius di Pilpres 2024

News | Jum'at, 30 Desember 2022 | 17:16 WIB

Terkini

Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan

Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:17 WIB

Tantangan Iklim Makin Kompleks, Pendekatan Interdisipliner Dinilai Jadi Kunci

Tantangan Iklim Makin Kompleks, Pendekatan Interdisipliner Dinilai Jadi Kunci

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:07 WIB

Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok

Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:58 WIB

Tewas Dalam Kebakaran, Jenazah Anggota BPK Haerul Saleh Dimakamkan di Kolaka

Tewas Dalam Kebakaran, Jenazah Anggota BPK Haerul Saleh Dimakamkan di Kolaka

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:54 WIB

Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan

Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:45 WIB

Dikenal Baik dan Suka Menolong, Menteri Koperasi Ngaku Sering Tukar Pikiran dengan Haerul Saleh

Dikenal Baik dan Suka Menolong, Menteri Koperasi Ngaku Sering Tukar Pikiran dengan Haerul Saleh

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:45 WIB

Haerul Saleh Wafat dalam Tragedi Kebakaran, Mentan: Beliau Selalu Mengedepankan Kepentingan Bangsa

Haerul Saleh Wafat dalam Tragedi Kebakaran, Mentan: Beliau Selalu Mengedepankan Kepentingan Bangsa

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:43 WIB

Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak

Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:34 WIB

Kasus Pelecehan Santri Pati: Selly Gantina Ingatkan Bahaya Sembunyikan Pelaku

Kasus Pelecehan Santri Pati: Selly Gantina Ingatkan Bahaya Sembunyikan Pelaku

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:32 WIB

Gus Ipul Konsultasi Soal Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar ke KPK

Gus Ipul Konsultasi Soal Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar ke KPK

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:27 WIB