Mengenal Patahan Anatolia Timur Penyebab Gempa Bumi Turki

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 08 Februari 2023 | 07:25 WIB
Mengenal Patahan Anatolia Timur Penyebab Gempa Bumi Turki
Tim penyelamat mencari korban selamat di puing-puing bangunan yang runtuh akibat gempa bumi di Sanliurfa, Turki, Senin (6/2/2023). [AFP]

Suara.com - Gempa hebat magnitudo 7,8 mengguncang Turki dan Suriah pada Senin, 6 Februari 2023 waktu setempat dan mengakibatkan kerusakan parah. Gempa tersebut terjadi akibat adanya patahan Anatolia Timur. Simak penjelasan patahan Anatolia Timut penyebab gempa Turki. 

Berdasarkan laporan dari Economic Times, gempa yang mengguncang negara Turki memiliki episentrum di 26 km sebelah timur kota Nurdagi pada kedalaman 18 km. Gempa itu menyebar hingga ke arah timur laut dan menyebabkan kerusakan parah hampit di seliruh wilayah Turki tengah dan Suriah. 

Mengenal Patahan Anatolia Timur Penyebab Gempa Turki 

Patahan Anatolia Timur adalah sebuah patahan celah lurus atau disebut dengan strike-slip fault. Pada patahan tersebut, lempeng bebatuan yang solid akan bergerak menuju ke atas dan akan saling berlawanan di sepanjang garis vertikal patahannya. 

Hal tersebut dapat menyebabkan tekanan hingga salah satu dari lempeng akan tergelincir dalam gerakan horizontal. Akibatnya, gerakan tersebut dapat melepaskan tekanan dalam jumlah yang luar biasa yang dapat menyebabkan gempa dahsyat. 

Pada gempa bumi yang terjadi di Turki, retakan awalnya terjadi di kedalaman yang rendah.

"Getaran di permukaan yang rendah lebih berdampak parah daripada gempa yang akan berada di kedalaman yang lebih dalam pada magnitudo yang sama," menurut ahli dari Open University, David Rothery. 

Diketahui, patahan Anatolia Timur memiliki panjang hingga mencapai 700 km yang lokasinya berada di antara lempeng Anatolian dan juga Arabian. Patahan ini juga berada di dekat wilayah Lipatan Bitliz-Zagros serta Lipatan Kaukasus. 

Kemudian, pakar dari Yildiz Technical University dan Bogazici University melalui artikelnya di jurnal Geophysical International, mengungkapkan, patahan ini muncul sebagai akibat dari tahap akhir tubrukan dataran di wilayah Eurasia-Arabia. Hal itu terakhir kali terjadi di akhir pertengahan era Miocene, tepatnya 16 sampai 20 juta tahun yang lalu. 

Selain itu, akibat dari patahan Anatolia Timur tersebut, pakar juga menyebut jika beberapa wilayah Turki mengalami pergerakan pada tiap tahunnya. Turki disebut bergerak ke wilayah barat sekitar 2 sentimeter tiap tahun di sepanjang patahan Anatolia Timur. Lebih lanjut, dikatakan separuh dari panjang patahan ini saat ini diterangi oleh gempa bumi. 

Penyebab Banyaknya Korban Jiwa 

Seismolog dan koordinator Yayasan Gempa Turki, Seyhun Puskulcu, mengungkapkan orang-orang Turki menyadari jika telah terjadi kerentanan terhadap gempa bumi di wilayahnya. Bahkan, pihaknya juga sudah mengadakan sosialisasi megenai kesadaran gempa kepada masyarakat di kota Adana, Tarsus, Mersin, dan juga Turki Barat. 

Akan tetapi, beberapa pakar menyebut jika unsur bangunan di Turki dan Suriah yang rentan, diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan banyaknya jumlah korban jiwa dalam gempa tersebut. 

Selain itu, peneliti kehormatan pada Survei Geologi Inggris, Roger Musson, menyebut alasan lain yang menyebabkan gempa Turki sangat mematikan yakni waktu terjadinya gempa. Seperti yang dilaporkan gempa terjadi pada dini hari, atau sekitar pukul 04.17 waktu setempat. 

Di waktu tersbeut, kebanyakan orang masih tertidur. Sehingga, Musson menyebut situasi saat itu membuat banyak orang terjebak ketika rumah-rumah mereka sudah ambruk akibat guncangan gempa. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahasiswa Indonesia Terdampak Gempa di Turki Kesulitan Bahan Makanan Selama di Pengungsian

Mahasiswa Indonesia Terdampak Gempa di Turki Kesulitan Bahan Makanan Selama di Pengungsian

News | Selasa, 07 Februari 2023 | 22:30 WIB

Pasca Gempa Bumi di Turki dan Suriah, Dubes RI Pastikan Tidak Ada Laporan Korban dari WNI

Pasca Gempa Bumi di Turki dan Suriah, Dubes RI Pastikan Tidak Ada Laporan Korban dari WNI

| Selasa, 07 Februari 2023 | 22:28 WIB

Di Balik Tragedi Gempa Dahsyat Turki, Ternyata Ini Penyebabnya

Di Balik Tragedi Gempa Dahsyat Turki, Ternyata Ini Penyebabnya

| Selasa, 07 Februari 2023 | 21:39 WIB

Sempat Dikabarkan Tertimbun Reruntuhan Gempa Turki, Gelandang Timnas Ghana Ditemukan Selamat

Sempat Dikabarkan Tertimbun Reruntuhan Gempa Turki, Gelandang Timnas Ghana Ditemukan Selamat

| Selasa, 07 Februari 2023 | 21:12 WIB

Telan Korban Hingga Ribuan Orang, Ini Penjelasan Mengapa Gempa Bumi Turki-Suriah Begitu Parah

Telan Korban Hingga Ribuan Orang, Ini Penjelasan Mengapa Gempa Bumi Turki-Suriah Begitu Parah

| Selasa, 07 Februari 2023 | 20:59 WIB

Mengharukan Momen Bocah Berhasil Diselamatkan dari Reruntuhan Gempa Turki

Mengharukan Momen Bocah Berhasil Diselamatkan dari Reruntuhan Gempa Turki

Video | Selasa, 07 Februari 2023 | 20:45 WIB

Terkini

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

News | Sabtu, 18 April 2026 | 00:03 WIB

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 23:21 WIB

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:55 WIB

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:38 WIB

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:30 WIB

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:27 WIB

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:13 WIB

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:59 WIB