Lihat Penguburan Via Rekaman Video, Keluarga WNI Korban Gempa Turki: Wajah Nia Bersih, Tak Seperti Tertindih Reruntuhan

Dwi Bowo Raharjo

Jum'at, 10 Februari 2023 | 22:19 WIB
Lihat Penguburan Via Rekaman Video, Keluarga WNI Korban Gempa Turki: Wajah Nia Bersih, Tak Seperti Tertindih Reruntuhan
Bidayati Rahmat Zaelani (kiri) dan Muhammad Sukarmin (kanan), orang tua dari WNI korban gempa di Turki Nia Marlinda, menunjukkan foto anaknya saat menerima warga yang melayat ke rumah keluarga korban di Denpasar, Bali, Jumat (10/2/2023). [ANTARA/Genta Tenri Mawangi]

Suara.com - Penguburan jenazah dua Warga Negara Indonesia (WNI) korban gempa berkekuatan magnitudo 7,8 di Kahramanmaras, Turki disaksikan langsung oleh keluarga korban melalui rekaman video yang dikirimkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Turki di Ankara.

Dua WNI yang jadi korban bernama Nia Marlinda dan anaknya yang masih berusia satu tahun. Sedangkan suami Nia yang merupakan warga negara Turki juga meninggal dalam mushibah tersebut.

Ibu dari korban gempa itu, Bidayati Rahmat Zaelani, menyampaikan dia menyaksikan video penguburan itu bersama anggota keluarga lainnya, termasuk bapak dari korban, Muhammad Sukarmin.

“Kemarin (9/2) kami telepon dan dikirimi video (penguburan jenazah Nia),” kata Bidayati saat ditemui di rumahnya di Denpasar, Bali, Jumat (10/2/2023).

Bidayati kemudian mengucapkan terima kasih kepada staf KBRI Ankara yang terus membuka jalur komunikasi dengan pihak keluarga dan memberi informasi mengenai pemulasaran dan penguburan jenazah putri, beserta cucu, dan menantunya itu.

“Staf KBRI bertindak cepat (saat jenazah ditemukan) dibawa ke rumah sakit, jenazah dibersihkan, dan dikafankan,” kata Bidayati.

Saat prosesi pemakaman Nia, Bidayati juga menyampaikan sempat melihat wajah anaknya sebelum dikubur. Tetapi Bidayati mengaku tak sanggup melihat wajah cucunya yang juga menjadi korban gempa.

“Wajahnya (Nia) bersih. Tidak seperti orang yang tertindih reruntuhan,” kata dia.

Lebih lanjut, Bidayati menceritakan pihak keluarga sempat berencana membawa pulang jenazah Nia bersama anaknya ke Indonesia. Pihak keluarga pun sempat menghubungi KBRI Ankara dan membahas permintaan tersebut.

baca juga

“Akhirnya dari KBRI memberi masukan dan penjelasan (bahwa) bisa dipulangkan, tetapi karena kondisi tertindih reruntuhan prosesnya bisa 1–2 minggu. Tetapi karena kami orang Muslim, pemakaman harus disegerakan,” kata dia.

Bidayati dan keluarga pun akhirnya ikhlas menerima keputusan untuk menguburkan jenazah Nia dan anaknya di Kahramanmaras, kota di bagian tengah Turki yang berjarak lebih dari 600 kilometer dari Ankara, dan lebih dari 1.000 km dari Istanbul.

“Saya sebagai ibu, di mana pun Nia dimakamkan, itu tanahnya Tuhan (yang) punya juga,” kata Bidayati.

Di rumah keluarga Nia Marlinda, Bidayati dan Sukarmin membuka pintu untuk keluarga, kerabat, dan tetangga, yang ingin melayat dan ikut pengajian/tahlilan.

Gambar udara menunjukkan penduduk, dibantu oleh alat berat, mencari korban dan penyintas di tengah puing-puing bangunan yang runtuh setelah gempa bumi di desa Besnia dekat Harim, di provinsi Idlib, Suriah, Senin (6/2/2023). [Omar HAJ KADOUR/AFP]
Gambar udara menunjukkan penduduk, dibantu oleh alat berat, mencari korban dan penyintas di tengah puing-puing bangunan yang runtuh setelah gempa bumi di desa Besnia dekat Harim, di provinsi Idlib, Suriah, Senin (6/2/2023). [Omar HAJ KADOUR/AFP]

Kegiatan mendoakan korban itu dimulai sejak Kamis malam (9/2) dan rencananya akan terus berlangsung selama 7 hari, kemudian pada hari ke-40, dan hari ke-100 kematian Nia Marlinda.

“Sudah banyak yang melayat sejak berita (kematian beredar). Ada tahlilan sampai 7 hari itu, karena kami ada tradisi orang Lombok juga ada hari ke-40 dan hari ke-100. Ada shalat gaib juga, kami sekeluarga aktif sosialisasi,” kata Bidayati yang telah tinggal di Bali selama kurang lebih 40 tahun.

Di beberapa masjid, termasuk salah satunya di Masjid Chandra Asri di Ketewel, Gianyar, Jumat, jamaah shalat Jumat menggelar shalat gaib untuk Nia Marlinda, suaminya yang berkewarganegaraan Turki, dan anaknya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Momen Dramatis Evakuasi Kucing yang Tertimpa Bangunan Akibat Gempa Turki

Momen Dramatis Evakuasi Kucing yang Tertimpa Bangunan Akibat Gempa Turki

Bestie | Jum'at, 10 Februari 2023 | 18:00 WIB

Berbeda Sekian Hari, Ini Perbedaan Gempa Turki dan Gempa Papua

Berbeda Sekian Hari, Ini Perbedaan Gempa Turki dan Gempa Papua

Cianjur | Jum'at, 10 Februari 2023 | 16:41 WIB

Bantu Evakuasi Korban Gempa, Indonesia Kirim Tim INASAR ke Turki

Bantu Evakuasi Korban Gempa, Indonesia Kirim Tim INASAR ke Turki

Foto | Jum'at, 10 Februari 2023 | 16:21 WIB

Perbedaan Gempa Turki dan Papua, Mana yang Lebih Berbahaya?

Perbedaan Gempa Turki dan Papua, Mana yang Lebih Berbahaya?

News | Jum'at, 10 Februari 2023 | 16:05 WIB

Bantu Korban Gempa Turki dan Suriah, PMI Buka Rekening Galang Donasi

Bantu Korban Gempa Turki dan Suriah, PMI Buka Rekening Galang Donasi

Serang | Jum'at, 10 Februari 2023 | 15:58 WIB

Terkini

Make Munir Live Again: Merawat Ingatan Kasus HAM di Aksi Kamisan Jogja

Make Munir Live Again: Merawat Ingatan Kasus HAM di Aksi Kamisan Jogja

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 14:32 WIB

Heboh Tahanan Kasus Narkoba di Rutan Balige Meninggal, Apa Sebabnya?

Heboh Tahanan Kasus Narkoba di Rutan Balige Meninggal, Apa Sebabnya?

Sumut | Sabtu, 26 September 2026 | 14:32 WIB

Polres Metro Bongkar Praktik Bisnis Gelap Solar Subsidi: Modus Borong SPBU untuk Ditimbun

Polres Metro Bongkar Praktik Bisnis Gelap Solar Subsidi: Modus Borong SPBU untuk Ditimbun

Lampung | Sabtu, 26 September 2026 | 14:31 WIB

Koleksi Tas Mewah Deputi II Bakom RI Timothy Ivan Triiyono Disorot, Capai Puluhan Juta!

Koleksi Tas Mewah Deputi II Bakom RI Timothy Ivan Triiyono Disorot, Capai Puluhan Juta!

News | Sabtu, 26 September 2026 | 14:30 WIB

Career Break bagi Perempuan: Jeda Karier atau Tanda Kehilangan Arah?

Career Break bagi Perempuan: Jeda Karier atau Tanda Kehilangan Arah?

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 14:30 WIB

Lapas Rasa Apartemen di Cibinong, Ahmad Sahroni: Jangan Hukum Keras di Depan, Lemah di Belakang

Lapas Rasa Apartemen di Cibinong, Ahmad Sahroni: Jangan Hukum Keras di Depan, Lemah di Belakang

Bogor | Sabtu, 26 September 2026 | 14:28 WIB

Arti Suara Kucing Menangis Melengking di Luar Rumah Saat Malam Hari Menurut Kepercayaan Jawa

Arti Suara Kucing Menangis Melengking di Luar Rumah Saat Malam Hari Menurut Kepercayaan Jawa

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 14:25 WIB

Kakanwil Imigrasi Sumut Buka Rakor dengan Perwakilan Asing di Medan

Kakanwil Imigrasi Sumut Buka Rakor dengan Perwakilan Asing di Medan

Sumut | Sabtu, 26 September 2026 | 14:24 WIB

Bantah Isu Fasilitas Khusus, Pengacara: Ferdy Sambo Huni Sel Blok A 2.5 Lapas Cibinong

Bantah Isu Fasilitas Khusus, Pengacara: Ferdy Sambo Huni Sel Blok A 2.5 Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 14:23 WIB

Parfum Melati Viva Cocok Dipakai Kapan? Ini Waktu yang Pas untuk Memakainya

Parfum Melati Viva Cocok Dipakai Kapan? Ini Waktu yang Pas untuk Memakainya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 14:20 WIB

×