6 Fakta Pilu Kenzi Bayi Obesitas di Bekasi, Terpaksa Minum Susu Kental Manis

Ruth Meliana Dwi Indriani

Rabu, 22 Februari 2023 | 11:24 WIB
6 Fakta Pilu Kenzi Bayi Obesitas di Bekasi, Terpaksa Minum Susu Kental Manis
Muhammad Kenzi Alfaro bayi berusia 16 bulan memilikiberat badan yang tidak wajar, yakni mencapai 27 kilogram. Alhasil, hingga kini pertumbuhan Kenzen lebih lambat dibanding anak seusianya. (Suara.com / Danan Arya)

Suara.com - Bayi berusia 16 bulan bernama Muhammad Kenzi Alfaro asal Kabupaten Bekasi, Jawa barat, belakangan ini mencuri perhatian publik. Sebab Kenzi, begitu sapaan akrabnya, memiliki berat badan yang tidak biasa seperti layaknya anak seusianya.

Di usianya yang masih tergolong batita, Kenzi memiliki bobot hingga 27 kilogram sehingga dikategorikan obesitas. Seperti apa sosok Kenzi? 

Berasal dari keluarga kurang mampu

Ibu Muhammad Kenzi Alfaro, Pitriyah (40 tahun) merupakan warga Desa Pusaka Rakyat, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

Pitriah mengaku kondisi perekonomiannya memiliki keterbatasan. Suami Pitriah hanya berprofesi sebagai pekerja serabutan di sebuah pemancingan dekat rumahnya. Karena bekerja serabutan, penghasilan suaminya pun tidak menentu.

Dalam sehari, pasangan ini hanya bisa mendapatkan Rp 50 ribu. Jika pemancingannya ramai, maka mereka bisa mendapatkan penghasilan Rp 80 ribu per hari.

Dengan penghasilan yang demikian, Pitriyah dan suami juga harus membiayai dua anaknya yang lebih besar, yang kini masih bersekolah.

Diberi susu kental manis sejak kecil

Keterbatasan ekonomi yang dialami Pitriyah dan suaminya membuat mereka tidak mampu membeli susu formula untuk Kenzi. Kondisi ini diperparah dengan ASI Pitriyah yang tidak keluar.

baca juga

Alhasil, ia dan suaminya memberikan susu kental manis pada Kenzi sebagai ganti asupan susu formula.

"(Diberi susu) formula pas dari awal karena enggak ASI. Terus, Kenzi sempat (diberi) susu kental manis pas umur satu tahun. Itu karena enggak mampu beli susu formula," ungkap Pitriyah saat ditemui awak media.

Berat badan terus naik sejak usia 6 bulan

Pitriyah mengaku tidak mengetahui pasti penyebab berat badan anaknya terus naik hingga mencapai 27 kilogram di usia 16 bulan.

Namun ia mengatakan, berat badan Kenzi terus beranjak naik sejak usia anaknya itu memasuki usia 6 bulan.

"(Awal lahir) 4 kilogram. Pas ada perubahan badannya umur 6 bulan. (Bobot) dia bertambah terus, naiknya satu kilogram, secara terus-menerus," ujar Pitriyah.

Sempat dapat bantuan dari kelurahan setempat

Kondisi Kenzi yang memiliki berat badan tidak wajar, mendapatkan perhatian dari pemerintah kelurahan tempat tinggal Pitriyah. Ia mengaku sempat mendapatkan bantuan stroller dari kelurahan, agar Pitriyah mudah membawa Kenzi ke posyandu.

Namun akhirnya stroller itu tidak bisa digunakan karena berat badan Kenzi terus naik, sehingga tidak muat di stroller tersebut.

Selain itu, Pitriyah mengaku juga mendapatkan bantuan susu formuladari puskesmas setempat, sehingga asupan susu kental manis untuk Kenzi dihentikan.

Pertumbuhan Kenzi lambat

Karena memiliki berat badan yang tidak wajar untuk anak seusianya, pertumbuhan Kenzi pun tidak seperti bayi pada umumnya. Pitriyah mengaku, hingga kini anaknya belum bisa berbicara, berdiri dan berjalan.

Karena bobot tubuhnya terlampau besar, Kenzi hanya bisa berbaring dan duduk saja. Karena itulah Pitriyah mengaku bingung dengan kondisi anaknya.

Pakai baju ayahnya dan pokok ukuran XXL

Berat badan Kenzi yang tidak wajar membuat tubuhnya besar dan melebihi anak seusianya. Karena itulah Kenzi tidakbisa memakai baju anak balita. Alhasil, Pitriyah memakaikan baju milik ayahnya pada Kenzi.

"Kalau baju, kadang pakai baju bapaknya. Orang bapaknya kecil," ucap Pitriyah.

Selain itu, ukuran popok Kenzi juga besar.Menurut Pitriyah, anaknya itu memakai popok ukuran XXL yang harganya lebih mahal.

"Terus popoknya juga, kalau beli juga enggak kuat (belinya). Jadi, saya pakaikan yang XXL. Itu juga beli di warung, kalau yang XXXL, di warung enggak ada, di Indomaret juga langka, jadi dia pakai kalau tidur saja," keluh Pitriyah.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Ibunda Bocah Obesitas Bekasi yang Trending, Umur 1 Tahun Terpaksa Minum SKM

Cerita Ibunda Bocah Obesitas Bekasi yang Trending, Umur 1 Tahun Terpaksa Minum SKM

Bekaci | Selasa, 21 Februari 2023 | 19:06 WIB

Bayi Prematur Berisiko Stunting, Ini yang Perlu Dilakukan Untuk Mengejar Pertumbuhannya Sebelum Terlambat

Bayi Prematur Berisiko Stunting, Ini yang Perlu Dilakukan Untuk Mengejar Pertumbuhannya Sebelum Terlambat

Health | Selasa, 21 Februari 2023 | 19:07 WIB

Dilaporkan Warga, Bripka Madih Klaim Jadi Korban Pengeroyokan Oknum Brimob: Sampai Mandi Darah

Dilaporkan Warga, Bripka Madih Klaim Jadi Korban Pengeroyokan Oknum Brimob: Sampai Mandi Darah

Bekaci | Selasa, 21 Februari 2023 | 13:36 WIB

Jelang Puasa Ramadhan 2023, Stok Sembako di Bekasi Aman?

Jelang Puasa Ramadhan 2023, Stok Sembako di Bekasi Aman?

Bekaci | Selasa, 21 Februari 2023 | 12:47 WIB

6 Cara Turunkan Risiko Terkena Kanker Payudara, Bisa Kamu Terapkan dari Sekarang!

6 Cara Turunkan Risiko Terkena Kanker Payudara, Bisa Kamu Terapkan dari Sekarang!

Your Say | Selasa, 21 Februari 2023 | 11:25 WIB

10 Tahun Dituding Bikin Onar, 73 Warga Buat Petisi Penolakan kepada Bripka Madih

10 Tahun Dituding Bikin Onar, 73 Warga Buat Petisi Penolakan kepada Bripka Madih

Bekaci | Senin, 20 Februari 2023 | 21:27 WIB

Terkini

KPK Geledah 3 Rumah di Madiun Terkait Pengembangan Kasus TPPU

KPK Geledah 3 Rumah di Madiun Terkait Pengembangan Kasus TPPU

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:23 WIB

Chandra Asri Group Gelar CHASE Volleyball Tournament 2026, Hadirkan Puluhan Tim dan UMKM Lokal

Chandra Asri Group Gelar CHASE Volleyball Tournament 2026, Hadirkan Puluhan Tim dan UMKM Lokal

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:18 WIB

Kabel Semrawut di Kuningan Barat Bikin Warga Resah, Dinas Bina Marga Janji Beres Oktober

Kabel Semrawut di Kuningan Barat Bikin Warga Resah, Dinas Bina Marga Janji Beres Oktober

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:16 WIB

Bocah 8 Tahun Tendang Anggota PKI Solo, Heri Isranto Kenang Suasana Mencekam 1965

Bocah 8 Tahun Tendang Anggota PKI Solo, Heri Isranto Kenang Suasana Mencekam 1965

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 10:15 WIB

Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S

Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S

Jatim | Rabu, 30 September 2026 | 10:11 WIB

Siapa Jenderal yang Dibunuh dalam Peristiwa G30S?

Siapa Jenderal yang Dibunuh dalam Peristiwa G30S?

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:10 WIB

Cabai Merah Keriting dan Rawit Merah Kompak Naik, Harganya Masih di Atas Rp100 Ribu/kg

Cabai Merah Keriting dan Rawit Merah Kompak Naik, Harganya Masih di Atas Rp100 Ribu/kg

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:06 WIB

Bujet Rp5 Juta? Ini 5 Motor Bekas Paling Worth It untuk Harian

Bujet Rp5 Juta? Ini 5 Motor Bekas Paling Worth It untuk Harian

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

Pembangunan Pabrik CA-EDC Chandra Asri Group Buka Peluang Ekonomi Bagi UMKM Lokal

Pembangunan Pabrik CA-EDC Chandra Asri Group Buka Peluang Ekonomi Bagi UMKM Lokal

Banten | Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

Masih Dianggap Tabu, Padahal Marital Rape Diatur dalam Hukum Indonesia

Masih Dianggap Tabu, Padahal Marital Rape Diatur dalam Hukum Indonesia

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

×