Sejarah Petasan, Benda Berbahaya Selalu Ada Setiap Pesta Perayaan Selama Bertahun-tahun

Rifan Aditya

Kamis, 23 Februari 2023 | 16:42 WIB
Sejarah Petasan, Benda Berbahaya Selalu Ada Setiap Pesta Perayaan Selama Bertahun-tahun
Ilustrasi petasan - Sejarah petasan (Pexels.com)

Suara.com - Petasan selalu ada dalam setiap pesta, acara perayaan tertentu termasuk dalam bulan Ramadhan. Padahal petasan termasuk benda berbahaya. Sebenarnya bagaimana sejarah petasan itu dimulai?

Bicara soal petasan, sebenarnya bagaimana sejarah petasan? Bahan petasa terbuat dari apa? Nah untuk mengetahuinya, berikut ini ulasannya.

Bahkan baru-baru ini terjadi kasus ledakan petasan yang sangat hebat hingga memakan korban jiwa. Maka dari itu, pembahasan seputar sejarah petasan dirasa menarik untuk diketahui.

Perlu diketahui, ledakan petasan di Blitar beberapa hari lalu memakan 4 korban jiwa. Ledakan petasan seperti ini bukan kali pertama terjadi, tapi sudah berkali-kali. Tentunya ini menjadi insiden yang ingin dihindari setiap orang. 

Diketahui, petasan diartikan sebagai bahan peledak dengan kategori ringan. Dikatakan ringan karena level ledakannya rendah dengan kecepatan denotasi 400-800m per detik.

Petasan sering dijumpai di banyak negara, termasuk di Indonesia. Umumnya, petasan sering digunakan pada momen-momen tertentu, seperti jelang perayaan Idul Fitri, penyambutan Tahun Baru, hajatan, dan berbagai acara besar lainnya.

Walaupun petasan menggunakan bahan peledak yang tergolong ringan, namun penggunaan petasan dapat memicu bahaya terhadap orang-orang sekitar. Lantas, sebanarnya bagaimana sejarah petasan? Berikut ini penjelasannya yang dilansir dari berbagai sumber.
 
Sejarah Petasan

Petasan sudah ada dari 200 tahun sebelum masuk tahun Masehi. Adapun petasan ini kali pertama ditemukan di China. Pada masa itu,  Negeri Tirai Bambu sudah mengenal bahan peledak dari bambu yang disebut bazhou.

Bazhou ini bisa dibilang ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang juru masak. Juru masak ini awalnya akan akan membuat bahan bakar tungku menggunakan bambu dengan campuran batu bara, potasium nitrat, dan sulfur. Namun bahan bakar tersebut malah menimbulkan ledakan.

baca juga

Sejak saat itu, produksi petasan pun dilakukan di China. Bahan-bahan petasan yang digunakan pun semakin berkembang. Adapun bahan petasan yang utama yaitu bubuk mesiu yang terbuat dari campuran arang, belerang, dan kalium nitrat.

Produksi petasan pun semakin berkembang di China. Petasan kemudian masuk ke Indonesia dibawa oleh pedagang China. Pada saat itu, VOC sempat melarang  membakar petasan karena dikhawatirkan bisa memicu kebakaran kebun dan wilayah penduduk.

Meski sempat dilarang, namun rupanya produksi petasan masih tetap berjalan. Di Surabaya, petasan digunakan oleh masyarakat Tionghoa untuk menyambut perayaan Imlek. Penggunaan petasan ini dipercaya masyarakat Tionghoa mampu pengusir roh jahat dan membawa kebahagiaan.

Lambat laun, petasan semakin marak digunakan di Indonesia. Bahkan muncul juga produk lainnya yang disebut kembang api. Banyak tradisi maupun perayaan besar yang menggunakan kembang api dan petasan.

Demikian ulasan mengenai sejarah petasan yang menarik untuk diketahui. Apa pendapat kamu tentang petasan?

Kontributor : Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisa Membahayakan Banyak Orang, Bagaimana Hukum Petasan dalam Islam?

Bisa Membahayakan Banyak Orang, Bagaimana Hukum Petasan dalam Islam?

News | Kamis, 23 Februari 2023 | 13:23 WIB

5 Bahaya Petasan Bagi Anak, Awas Menyebabkan Kematian!

5 Bahaya Petasan Bagi Anak, Awas Menyebabkan Kematian!

News | Rabu, 22 Februari 2023 | 17:40 WIB

Tinjau Lokasi Ledakan Petasan di Blitar, Gubernur Khofifah Minta Masyarakat Jaga Suasana Kondusif

Tinjau Lokasi Ledakan Petasan di Blitar, Gubernur Khofifah Minta Masyarakat Jaga Suasana Kondusif

Jatim | Rabu, 22 Februari 2023 | 15:15 WIB

Hasil Pemeriksaan Labfor Terhadap Bahan Peledak yang Ditemukan di Lokasi Ledakan di Blitar

Hasil Pemeriksaan Labfor Terhadap Bahan Peledak yang Ditemukan di Lokasi Ledakan di Blitar

Cianjur | Rabu, 22 Februari 2023 | 09:48 WIB

20 Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Lokasi Ledakan Rumah Pembuat Petasan

20 Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Lokasi Ledakan Rumah Pembuat Petasan

Bestie | Rabu, 22 Februari 2023 | 09:40 WIB

Terkini

Sudah Masuk Ranah Pidana, KPK Ungkap Dasar Hukum Tolak Laporan Gratifikasi Raja Juli

Sudah Masuk Ranah Pidana, KPK Ungkap Dasar Hukum Tolak Laporan Gratifikasi Raja Juli

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:45 WIB

4 Physical Sunscreen Heartleaf Cegah Kulit Sensitif Iritasi Akibat Sinar UV

4 Physical Sunscreen Heartleaf Cegah Kulit Sensitif Iritasi Akibat Sinar UV

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:45 WIB

Bebas dari Status Tersangka, Piche Kota Akui Alami Trauma: Saya Belum Bisa Kembali Normal

Bebas dari Status Tersangka, Piche Kota Akui Alami Trauma: Saya Belum Bisa Kembali Normal

Entertainment | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:42 WIB

BGN Pamer Opini WTP, Langsung Dicecar Ramai-ramai Anggota DPR: Jangan-jangan Dibikin-bikin

BGN Pamer Opini WTP, Langsung Dicecar Ramai-ramai Anggota DPR: Jangan-jangan Dibikin-bikin

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:39 WIB

9 Rekomendasi Serum Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Wajah

9 Rekomendasi Serum Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Wajah

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:35 WIB

Dua Mahasiswa Indonesia Bawa Isu Kesehatan Mental Lewat Sepak Bola ke Markas PBB

Dua Mahasiswa Indonesia Bawa Isu Kesehatan Mental Lewat Sepak Bola ke Markas PBB

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:31 WIB

Daftar Tim Super League Paling Banyak Rekrut Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

Daftar Tim Super League Paling Banyak Rekrut Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:30 WIB

Pengacara Don Ritto: Emas 74 Kg di Rumah Febrie Adriansyah Milik Pengusaha Bidang Dakwah

Pengacara Don Ritto: Emas 74 Kg di Rumah Febrie Adriansyah Milik Pengusaha Bidang Dakwah

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:29 WIB

Tolak Laporan 'Amplop' Bupati Kuansing, KPK Segera Panggil Menhut Raja Juli

Tolak Laporan 'Amplop' Bupati Kuansing, KPK Segera Panggil Menhut Raja Juli

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:19 WIB

Rilis Forever July, Sunmi Bandingkan Sensasi Jatuh Cinta bak Hujan Deras

Rilis Forever July, Sunmi Bandingkan Sensasi Jatuh Cinta bak Hujan Deras

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:15 WIB

×