Ketua KPK Firli Bahuri Dianggap Gagal Ungkap Kasus 'Big Fish' di Indonesia, Apa Itu?

Agatha Vidya Nariswari

Senin, 27 Maret 2023 | 12:42 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri Dianggap Gagal Ungkap Kasus 'Big Fish' di Indonesia, Apa Itu?
Ketua KPK Firli Bahuri saat konferensi pers pengumuman penahanan tersangka mantan Bupati Mamberamo Tengah, Papua, Ricky Ham Pagawak di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (20/2/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini sedang bekerja keras demi mengungkap banyaknya pejabat pemerintah yang diketahui memiliki harta dengan nilai fantastis.

Tak hanya itu, KPK turut menggandeng PPATK dalam menelusuri asal usul harta fantastis milik pejabat negara tersebut dan juga meminta masyarakat agar melapor jika mengetahui oknum pejabat yang doyan pamer harta. Namun, di tengah-tengah pengusutan kasus pejabat pemerintah ini, kinerja KPK pun kembali disentil.

Pasalnya, Ketua KPK Firli Bahuri beserta jajarannya dianggap gagal mengungkap kasus 'big fish' di Indonesia. Hal ini pun diungkap oleh Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman.

"Ini memang suatu keprihatinan kita (terhadap kinerja KPK), saya berharap perlu didorong, KPK perlu di depanlah (dalam mengungkap kasus big fish)," kata Boyamin dalam keterangannya pada Minggu (26/03/2023).

Tak hanya MAKI, Ketua Dewan Pengawas KPK atau Dewas, Tumpak Hatorangan Panggabean menilai lembaga antirasuah di bawah kepemimpinan Firli Bahuri memang masih menjalankan tugas dalam pemberantasan korupsi. Namun, fokus saat ini lebih ke Operasi Tangkap Tangan (OTT) ke berbagai lembaga dibandingkan menyelesaikan kasus Big Fish yang mencuat sejak lama.

"KPK sampai saat ini masih on the track di dalam pemberantasan korupsi, baik bidang pencegahan maupun penindakan. Namun sayangnya kita belum berhasil mengungkap kasus-kasus yang besar, kasus-kasus yang kita beri nama dulu 'the big fish' itu jarang terjadi dilakukan oleh KPK," ungkap Tumpak.

Kasus Big Fish ini sendiri sudah menjadi fokus pemerintah untuk segera diberantas. Berbagai kasus big fish yang tak kunjung terungkap. Apa sebenarnya big fish ini? Simak inilah penjelasannya.

Secara bahasa, big fish ini didefinisikan sebagai seseorang yang terkenal dan memiliki pengaruh besar di suatu organisasi atau lembaga. Pengaruh besar yang dimiliki oleh para big fish ini sering kali diselewengkan sehingga menyebabkan kasus korupsi yang baru terungkap sekian tahun kemudian.

Jika menilik dari sejarah, banyak kasus yang kini para "big fish"-nya belum juga tertangkap. Sebut saja seperti kasus korupsi PT PAL tahun 2017 yang kini belum juga tertangkap big fish-nya, yaitu Kirana Kotama alias Thay Ming.

baca juga

Tak hanya korupsi PT PAL, kasus megakorupsi pengadaan e-KTP yang melibatkan mantan Ketua DPR RI Setya Novanto hingga kini masih "mengambang". Sejak ditetapkan sebagai tersangka di tahun 2019, salah satu tersangka bernama Paulus Tannos belum juga tertangkap hingga kini.

Paulus Tannos diketahui sudah berganti nama karena red notice yang diajukan kepada Interpol terlalu lambat. Kerugian negara yang disebabkan oleh kasus e-KTP ini mencapai Rp2,7 T.

Kasus yang juga belum terungkap adalah kasus Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang terungkap tahun 2007 dan ditetapkannya Sjamsul Nursalim sebagai tersangka. Hingga kini, Sjamsul yang menyebabkan negara rugi mencapai Rp4,58 T belum juga tertangkap hingga saat ini.

Memasuki masa akhir jabatan dari Firli Bahuri dkk pada Desember 2023, banyak pihak yang berharap KPK bisa mengusut kembali kasus Big Fish dan menyelesaikan secepatnya sebelum memasuki masa akhir jabatan.

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Korupsi Dana Tukin Kejari Bandar Lampung, Penyidik Masih Lengkapi Berkas

Kasus Korupsi Dana Tukin Kejari Bandar Lampung, Penyidik Masih Lengkapi Berkas

Lampung | Senin, 27 Maret 2023 | 11:45 WIB

CEK FAKTA: Sri Mulyani Akhirnya Ngaku Gelapkan Rp300 Triliun atas Perintah Pak Lurah, Benarkah?

CEK FAKTA: Sri Mulyani Akhirnya Ngaku Gelapkan Rp300 Triliun atas Perintah Pak Lurah, Benarkah?

Sumatera | Senin, 27 Maret 2023 | 11:06 WIB

CEK FAKTA: KPK Panggil SBY terkait Kasus Korupsi Hambalang

CEK FAKTA: KPK Panggil SBY terkait Kasus Korupsi Hambalang

Mamagini | Senin, 27 Maret 2023 | 10:31 WIB

KPK Dinilai Cuma Fokus OTT Tidak Ungkap Kasus Besar

KPK Dinilai Cuma Fokus OTT Tidak Ungkap Kasus Besar

Tantrum | Senin, 27 Maret 2023 | 09:59 WIB

Beda Kinerja KPK Dan Kejagung Menurut MAKI: KPK Tak Pernah Ungkap Kasus 'Big Fish'

Beda Kinerja KPK Dan Kejagung Menurut MAKI: KPK Tak Pernah Ungkap Kasus 'Big Fish'

News | Senin, 27 Maret 2023 | 07:36 WIB

Terkini

Bagaimana Cara Mencegah Cushion Bergeser dan Menempel pada Bagian Dalam Helm saat Naik Sepeda Motor?

Bagaimana Cara Mencegah Cushion Bergeser dan Menempel pada Bagian Dalam Helm saat Naik Sepeda Motor?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 09:48 WIB

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:47 WIB

Tak Ada Toleransi, Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Penyebab Karhutla

Tak Ada Toleransi, Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Penyebab Karhutla

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:46 WIB

Aksi Koboi di Kampus UIN Raden Intan: Pelaku Digerebek di Hostel Bersama Sabu dan Amunisi

Aksi Koboi di Kampus UIN Raden Intan: Pelaku Digerebek di Hostel Bersama Sabu dan Amunisi

Lampung | Kamis, 17 September 2026 | 09:44 WIB

Nasihat Mindfulness dari Menara Gading: Bijak, Tapi Kurang Napak Tanah

Nasihat Mindfulness dari Menara Gading: Bijak, Tapi Kurang Napak Tanah

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 09:43 WIB

Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Dibuka Tertekan

Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Dibuka Tertekan

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:40 WIB

10.068 Titik Masih Butuh Listrik, ESDM Siapkan Rp22,51 Triliun untuk Infrastruktur 2027

10.068 Titik Masih Butuh Listrik, ESDM Siapkan Rp22,51 Triliun untuk Infrastruktur 2027

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:26 WIB

IHSG Menghijau Pagi ini di Level 6.445, Pantau AALI dan AADI

IHSG Menghijau Pagi ini di Level 6.445, Pantau AALI dan AADI

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:25 WIB

Houthi Klaim Arab Saudi Gempur Yaman 40 Kali Usai Dituduh Targetkan Makkah

Houthi Klaim Arab Saudi Gempur Yaman 40 Kali Usai Dituduh Targetkan Makkah

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:23 WIB

Apakah Air Mawar Boleh Dicampur Bedak? Ini yang Perlu Diperhatikan

Apakah Air Mawar Boleh Dicampur Bedak? Ini yang Perlu Diperhatikan

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 09:19 WIB

×