Penyebab Hujan Es, Waspada Makin Sering Terjadi di Indonesia

M Nurhadi

Senin, 03 April 2023 | 15:57 WIB
Penyebab Hujan Es, Waspada Makin Sering Terjadi di Indonesia
Butiran es dari hujan es yang mengguyur Perumahan Palir, Kelurahan Podorejo, Semarang, Jumat (23/9/2022). [ist]

Suara.com - Belum lama ini, fenomena hujan es terjadi di Gunung Merbabu, Jawa Tengah. Kabar mengenai hujan es di Gunung Merbabu ini pertama kali disampaikan oleh seorang warganet melalui akun Instagram @baysptraaa pada hari Jumat (17/3/2023).

Pada saat sedang mendaki puncak Ketengsongo Gunung Merbabu di pos 4 Sabana 1 via Selo, tepatnya terletak di Desa Genting Tarubatang, Dusun I, Suroteleng, Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah didapati hujan es di sana.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Prediksi dan Prediksi Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin mengungkapkan bahwa hujan es secara umum memang bisa terjadi di mana saja jika kondisi atmosfernya memungkinkan. Lantas, apa penyebab hujan es batu?

Penyebab Hujan Es Batu

Kepala Bidang Prediksi dan Prediksi Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin mengatakan bahwa hujan es adalah salah satu fenomena cuaca ekstrem yang terjadi dalam skala lokal dan ditandai dengan adanya jatuhan butiran es dari awan serta dapat terjadi dalam periode beberapa menit.

Fenomena hujan es ini bisa terjadi karena dipicu oleh adanya pola konvektifitas atau gerakan udara di atmosfer yang signifikan dalam skala wilayah lokal-regional.

Hujan es batu terbentuk berkat adanya awan Cumulonimbus (Cb), di mana pada umumnya awan ini memiliki dimensi menjulang tinggi yang menandakan adanya kondisi pergerakan massa udara naik dan turun yang sangat kuat di dalam awan tersebut.

Pergerakan massa udara yang cukup kuat kemudian membawa uap air naik hingga mencapai ketinggian dengan suhu yang sangat dingin. Uap itu lantas membeku menjadi partikel es, dan kondisi inilah yang akhirnya dapat membentuk butiran es di awan dengan ukuran yang cukup besar.

Besarnya dimensi butiran es dan kuatnya aliran udara turun dalam sistem awan CB dikenal dengan istilah downdraft, di mana downdraft ini dapat menghasilkan butiran es dengan ukuran yang cukup besar yang terbentuk di puncak awan tersebut.

baca juga

Pada saat butiran es terlalu besar, maka awan tidak akan kuat menampungnya lagi, sehingga akibatnya butiran es akan turun ke dasar awan hingga keluar dari awan dan menghasilkan fenomena hujan es batu.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemarin Diguyur Hujan Es, Begini Prakiraan Cuaca Bekasi Hari Ini: Waspada Potensi Hujan Petir!

Kemarin Diguyur Hujan Es, Begini Prakiraan Cuaca Bekasi Hari Ini: Waspada Potensi Hujan Petir!

Bekaci | Senin, 03 April 2023 | 09:05 WIB

Peringatan Dini BMKG! Sejumlah Wilayah Jabar Ini Berpotensi Hujan Disertai Petir

Peringatan Dini BMKG! Sejumlah Wilayah Jabar Ini Berpotensi Hujan Disertai Petir

Purwasuka | Senin, 03 April 2023 | 08:40 WIB

Prakiraan Cuaca Tasikmalaya dan Sekitarnya 3 April 2023, Mulai Pagi hingga Malam Hari

Prakiraan Cuaca Tasikmalaya dan Sekitarnya 3 April 2023, Mulai Pagi hingga Malam Hari

Tasikmalaya | Senin, 03 April 2023 | 05:05 WIB

Siklon Tropis Herman di Selatan Jawa Semakin Lemah, Terus Jauhi Indonesia

Siklon Tropis Herman di Selatan Jawa Semakin Lemah, Terus Jauhi Indonesia

Tekno | Sabtu, 01 April 2023 | 16:35 WIB

Sedia Payung Saat Ngabuburit! Hujan Disertai Petir Diperkirakan Mengguyur Sebagian Jawa Barat Sore Ini

Sedia Payung Saat Ngabuburit! Hujan Disertai Petir Diperkirakan Mengguyur Sebagian Jawa Barat Sore Ini

Purwasuka | Sabtu, 01 April 2023 | 07:58 WIB

Apa Itu Siklon Tropis Herman dan Dampaknya untuk Cuaca di Indonesia

Apa Itu Siklon Tropis Herman dan Dampaknya untuk Cuaca di Indonesia

Ntb | Jum'at, 31 Maret 2023 | 19:25 WIB

Terkini

Detective Conan: Heiji dan Kazuha Akhirnya Resmi Pacaran Setelah 28 Tahun

Detective Conan: Heiji dan Kazuha Akhirnya Resmi Pacaran Setelah 28 Tahun

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Karhutla Bukan Sekadar Krisis Lingkungan, FKUI Soroti Ancaman Kesehatan Masyarakat

Karhutla Bukan Sekadar Krisis Lingkungan, FKUI Soroti Ancaman Kesehatan Masyarakat

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:29 WIB

Jokowi Sebut Ada Operasi Politik Soal Isu Ijazah-Pemakzulan Gibran, Guntur Romli PDIP Beri Sindiran

Jokowi Sebut Ada Operasi Politik Soal Isu Ijazah-Pemakzulan Gibran, Guntur Romli PDIP Beri Sindiran

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:28 WIB

Kronologi Tabrakan 2 Kereta Babaranjang di Sumsel, Lokomotif Terguling dan Kru Terluka

Kronologi Tabrakan 2 Kereta Babaranjang di Sumsel, Lokomotif Terguling dan Kru Terluka

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Survei SMRC Tempatkan Sudirman Said di Atas Prabowo-Gibran, MTI Soroti Kualitas Rekam Jejak

Survei SMRC Tempatkan Sudirman Said di Atas Prabowo-Gibran, MTI Soroti Kualitas Rekam Jejak

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Tingkatkan Literasi Pelajar, Permata Bank Gelar Edukasi di SMP Negeri 3 Ngaglik

Tingkatkan Literasi Pelajar, Permata Bank Gelar Edukasi di SMP Negeri 3 Ngaglik

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:19 WIB

KPK Pamer Barang Bukti OTT BNPB Rp5,47 Miliar, Ada Emas hingga Aset Kripto

KPK Pamer Barang Bukti OTT BNPB Rp5,47 Miliar, Ada Emas hingga Aset Kripto

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:17 WIB

WALHI Catat 8.324 Titik Panas di Papua, Ribuan Berada di Kawasan Proyek Besar

WALHI Catat 8.324 Titik Panas di Papua, Ribuan Berada di Kawasan Proyek Besar

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Pulang dari Belanda ke Jakarta: Kapan Artefak Adat Benar-Benar Merdeka?

Pulang dari Belanda ke Jakarta: Kapan Artefak Adat Benar-Benar Merdeka?

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Terungkap Tren Pembeli iPhone 18 Pro, Warna Burgundy Jadi Incaran

Terungkap Tren Pembeli iPhone 18 Pro, Warna Burgundy Jadi Incaran

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:14 WIB

×