Selain Dukun Mbah Slamet, Ini 3 Kasus Penggandaan Uang yang Telan Korban Jiwa

Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Rabu, 05 April 2023 | 17:36 WIB
Selain Dukun Mbah Slamet, Ini 3 Kasus Penggandaan Uang yang Telan Korban Jiwa
Selain Dukun Mbah Slamet, Ini 3 Kasus Penggandaan Uang yang Telan Korban Jiwa [Suara.com/Citra Ningsih]

Suara.com - Kasus penipuan berkedok penggandaan uang yang dilakukan Slamet Tohari alias Mbah Slamet sudah menelan banyak korban jiwa. Namun, kasus tersebut bukanlah kasus pertama. Masih terdapat kasus lain dengan modus serupa.

Berkaitan dengan hal itu berikut sederet sederet kasus penggandaan uang yang telan banyak korban jiwa.

1.     Dimas Kanjeng

Kasus ini dikenal dengan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Kasus ini terbongkar pasca Dimas membunuh anak muridnya yang dinilai membongkar air padepokan dan merugikannya.

Aib tersebut adalah penipuan penggandaan uang. Polisi pun akhirnya mengetahui kasus itu karena aduan warga atas mayat korban.

Setelah diusut, polisi mengetahui Dimas Kanjeng adalah pelakuknya. Padepokan tersebut juga terbukti melakukan penipuan sebanyak Rp25 miliar. Selain itu, Taat Pribadi juga ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Abdul Gani dan penipuan dengan nilai Rp830 juta.

2.     Dukun Pembunuh Dosen UNDIP

Pelaku Muhyaro membunuh Yulanda Rifan yakni anak dari Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang. Muhyaro diketahui juga membunuh dua orang lagi karena tertutup mata dengan praktik penggandaan uang yang dilakukannya.

Muhyaro mengaku dapat menggandakan uang dan korban pun percaya. Kasus ini diketahui pasca polisi melakukan penangkapan kepada Muhyaro. Sayangnya Muhyaro justru tewas setelah terjun ke jurang bersama anggota Direskrimum Resmob Polda jateng AKP Yahya R Lihu yang tangannya terborgol bersamanya.

3.     Wowon CS Serial Killer

Wowon CS juga merupakan pelaku penggandaan uang. Modusnya yakni menggunakan sistem multi level dan mengajak rekan yang dikenal untuk melakukan penggandaan uang.

Namun ketika ditagih hasil penggandaan, Wowon CS justru membunuh para korban. Para korban justru merupakan keluarga Wowon. Akibat pembunuhan itu, Wowon beserta Solihin alias Duloh dan M Dede Solehuddin ditetapkan sebagai tersangka.

4.     Dukun Mbah Slamet

Mbah Slamet melakukan penipuan dengan modus penggandaan uang. Mbah Slamet membunuh korbannya ketika menagih hasil penggandaan uang.

Salah satu korban Mbah Slamet berinisial PO yang merupakan warga sukabumi, Jawa Barat. PO meninggal pasca diberi racun potas dan jasadnya dikubur di dekat rumah Slamet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Deretan Pengakuan Aksi Keji Mbah Slamet: Beraksi Sejak 2020, Pakai Uang Korban Buat Bayar Utang

Deretan Pengakuan Aksi Keji Mbah Slamet: Beraksi Sejak 2020, Pakai Uang Korban Buat Bayar Utang

News | Rabu, 05 April 2023 | 16:33 WIB

Ini Penjelasan Hukum Penggandaan Uang Menurut Islam, Apakah Diperbolehkan?

Ini Penjelasan Hukum Penggandaan Uang Menurut Islam, Apakah Diperbolehkan?

News | Rabu, 05 April 2023 | 15:59 WIB

Viral Voice Note Terakhir Korban Dukun Banjarnegara kepada Anaknya: Mengaku Ngantuk dan Berharap Bisa Selamat

Viral Voice Note Terakhir Korban Dukun Banjarnegara kepada Anaknya: Mengaku Ngantuk dan Berharap Bisa Selamat

| Rabu, 05 April 2023 | 13:50 WIB

Tahapan Ritual Maut Mbah Slamet Dukun Serial Killer Eksekusi 12 Korban

Tahapan Ritual Maut Mbah Slamet Dukun Serial Killer Eksekusi 12 Korban

News | Rabu, 05 April 2023 | 13:39 WIB

Dukun Penggandaan Uang Kubur Korban Pasangan Laki-laki dan Perempuan di Satu Lubang

Dukun Penggandaan Uang Kubur Korban Pasangan Laki-laki dan Perempuan di Satu Lubang

News | Rabu, 05 April 2023 | 13:15 WIB

5 Fakta Horor Paryanto Dikubur Hidup-hidup oleh Mbah Slamet: Pesan Terakhir Bikin Merinding

5 Fakta Horor Paryanto Dikubur Hidup-hidup oleh Mbah Slamet: Pesan Terakhir Bikin Merinding

News | Rabu, 05 April 2023 | 10:50 WIB

Terkini

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:42 WIB

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:14 WIB

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:55 WIB

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:37 WIB

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:34 WIB

Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat

Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:33 WIB

Polisi Dilarang Live Streaming Saat Tugas, Kompolnas: Jangan Sibuk Sendiri Pas Layani Warga

Polisi Dilarang Live Streaming Saat Tugas, Kompolnas: Jangan Sibuk Sendiri Pas Layani Warga

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:29 WIB

Kemnaker Tandatangani MoU dengan Wadhwani dan Indosat: Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional

Kemnaker Tandatangani MoU dengan Wadhwani dan Indosat: Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?

Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

Wapres Gibran Kecam Keras Pelecehan Seksual Puluhan Santriwati di Pati

Wapres Gibran Kecam Keras Pelecehan Seksual Puluhan Santriwati di Pati

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:07 WIB