Tafsir Politik Megawati Beri Peci ke Ganjar Pranowo: Peluang Berkoalisi dengan PPP

Senin, 24 April 2023 | 18:29 WIB
Tafsir Politik Megawati Beri Peci ke Ganjar Pranowo: Peluang Berkoalisi dengan PPP
Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto saat melayani wawancara jurnalis di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Senin (24/4/2023).

Suara.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan kerapkali memakai semiotika simbol untuk menyiratkan ijtihad politiknya.

Termutakhir adalah pemberian peci alias kopiah oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada Ganjar Pranowo yang diusung sebagai bakal calon presiden untuk Pilpres 2024.

Megawati memberikan sekaligus memakaikan kopiah itu ke kepala Ganjar seusai mendeklarasikan pencapresannya, Jumat (21/4) pekan lalu.

Senin (24/4/2023), Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pemberian peci tersebut adalah simbolisasi tugas Ganjar untuk menjalin kerja sama dengan kalangan religius.

Bagi PDIP, kata dia, adalah hal mutlak membangun kerja sama politik berdasarkan ideologi dan platform.

Selain ideologi dan platform, Hasto mengatakan PDIP akan bekerja sama dengan partai politik lain berdasarkan historisitas atau kesejarahannya.

Barulah setelah ada kecocokan ideologi, platform, PDIP akan mendiskusikan agenda-agenda penting politik dengan partai yang diajak bekerja sama.

Syarat-syarat tersebut menjadi penting termasuk ketika PDIP maupun Ganjar Pranowo menjajaki peluang berkoalisi dengan partai-partai politik maupun organisasi lain berbasis keagamaan.

Tak hanya itu, PDIP akan mencari 'kawan sejalan' dalam mengusung Ganjar tapi juga mempunyai komitmen, "melanjutkan kepemimpinan Presiden Jokowi," kata Hasto di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta.

Baca Juga: Sikap Koalisi PPP Ditentukan saat Rapimnas, Tetap di KIB atau Merapat PDIP?

Mengenai platform, PDIP mendasari koalisi politiknya dengan mengusung program seperti membangun kedaulatan pangan, prolingkungan serta tataruang, dan kesamaan visi mengenai geopolitik.

"Dengan demikian, ketika membangun kerja sama, selain bonding-nya itu, adalah aspek-aspek gotong royong. Kesamaan agenda ini sangat penting, termasuk kedekatan," kata Hasto.

Sebagai contoh, kata Hasto, PDIP memungkinkan kerja sama dengan Partai Persatuan Pembangunan yang berbasis agama.

Apalagi PDIP dan PPP mempunyai kesamaan secara sejarah, yakni termarjinalisasi ketika era Orde Baru.

Megawati, kata dia, juga mempunyai kedekatan dengan tokoh-tokoh PPP pada masa lalu seperti Hamzah Haz serta almarhum Maimun Zubair atau Mbah Moen.

"Tentu saja komunikasi dilakukan secara intens. Prinsipnya ruang kerja sama itu akan dilakukan dalam kerangka sistem presidensial," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI