Apa Itu Sistem Bumi Hangus, Disebut Ma'ruf Amin Saat Pembebasan Pilot Susi

Farah Nabilla

Sabtu, 27 Mei 2023 | 20:04 WIB
Apa Itu Sistem Bumi Hangus, Disebut Ma'ruf Amin Saat Pembebasan Pilot Susi
Kondisi terbaru pilot Susi Air, Philip Mark Merthens yang disandera TPNPB-OPM. (Ist)

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebut pemerintah tidak menggunakan sistem bumi hangus dalam operasi pembebasan pilot Susi Air yakni Philip Mark Mertens yang disandera oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Ma’ruf Amin menyebut bahwa pemerintah tidak ingin ada korban yang berjatuhan dalam proses penyelamatan tersebut. Ma’ruf menilai dengan menggunakan cara bumi hangus mudah saja dilakukan oleh aparat Indonesia. Namun, ia menegaskan bahwa operasi ini harus dilakukan agar dua belah pihak tetap bisa aman dan selamat.

Di sisi lain, Ma’ruf mengatakan pemerintah turut melibatkan tokoh lokal seperti tokoh gereja dan juga tokoh adat untuk membebaskan Philip dari sandera KKB.

Lantas, apa itu sistem bumi hangus yang disebut wapres Maruf Amin saat pembebasan pilot Susi Air tersebut? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

Diketahui, sistem politik Bumi Hangus adalah salah satu strategi yang sudah digunakan sejak peperangan di zaman dahulu. Strategi politik bumi hangus tersebut dilakukan untuk mengusir atau menggagalkan serangan yang hendak dilakukan.

Adapun makna politik bumi hangus sendiri yaitu strategi militer yang bertujuan untuk menghancurkan apapun yang mungkin saja berguna untuk musuh.

Strategi militer bumi hangus ini sudah dilakukan sejak masa peperangan kuni. Taktik ini digunakan untuk menghancurkan aset apapun yang bisa digunakan oleh musuh, seperti misalnya senjata, kendaraan, situs komunikasi, dan industri yang jelas atau manufaktur.

Praktik tersebut bisa dilakukan oleh militer di wilayah musuh atau wilayah tempat asalnya sendiri di saat negara atau daerah tengah diserbu oleh musuh.

Di salah satu sejarah, taktik bumi hangus pernah dilakukan pada saat Perang Saudara Amerika yang dilakukan oleh William Tecumseh Sherman’s March to the Sea. 

baca juga

Taktik bumi hangus juga diketahui pernah dilakukan di Indonesia, salah satunya dalam peristiwa Bandung Lautan Api.

Peristiwa Bandung Lautan Api ini adalah peristiwa kebakaran besar yang ada di Bandung, Jawa Barat pada 23 Maret 1946.

Hanya membutuhkan waktu tujuh jam, ada sekitar 200.000 penduduk Bandung membakar rumah mereka dan kemudian meninggalkan kota menuju Bandung Selatan.

Tindakan tersebut dilakukan untuk mencegah tentara Sekutu dan NICA Belanda yang memanfaatkan Kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.

Sebelumnya diketahui KKB pimpinan Egianus Kogoya telah menyandera Philip setelah pesawat Susi Air yang ia terbangkan diserbu dan juga dibakar di Bandara Paro, Nduga, Papua pada 7 Februari 2023.

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Operasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom menyebut pada bulan lalu masih dalam kondisi yang baik-baik saja selama disandera.

Sudah terhitung tiga bulan sejak penyanderaan, operasi penyelamatan Philip saat ini mulai dipusatkan di Kabupaten Nduga, Papua, setelah sebelumnya sampai ke Kabupaten Lanny Jaya.

Kontributor : Syifa Khoerunnisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancam Tembak Pilot Susi Air yang Disandera, Ini Tuntutan OPM

Ancam Tembak Pilot Susi Air yang Disandera, Ini Tuntutan OPM

Moots | Sabtu, 27 Mei 2023 | 19:16 WIB

Ngeri! Pilot Susi Air Diancam Ditembak Mati, Pemerintah Miliki Waktu 2 Bulan untuk Akui Kemerdekaan Papua

Ngeri! Pilot Susi Air Diancam Ditembak Mati, Pemerintah Miliki Waktu 2 Bulan untuk Akui Kemerdekaan Papua

Sumedang | Sabtu, 27 Mei 2023 | 12:11 WIB

Duh! Pilot Susi Air Terancam Dibunuh Kalau Pemerintah Tak Akui Papua Merdeka dalam 2 Bulan ke Depan

Duh! Pilot Susi Air Terancam Dibunuh Kalau Pemerintah Tak Akui Papua Merdeka dalam 2 Bulan ke Depan

News | Sabtu, 27 Mei 2023 | 06:06 WIB

Sebut Operasi Penyelamatan Pilot Susi Air Perlu Perhitungan, Wapres: Biar Sandera Selamat

Sebut Operasi Penyelamatan Pilot Susi Air Perlu Perhitungan, Wapres: Biar Sandera Selamat

News | Sabtu, 27 Mei 2023 | 04:50 WIB

Lika-liku Penyelamatan Pilot Susi Air: Berbagai Negosiasi Dilakukan, Libatkan Pemkab Nduga

Lika-liku Penyelamatan Pilot Susi Air: Berbagai Negosiasi Dilakukan, Libatkan Pemkab Nduga

News | Jum'at, 26 Mei 2023 | 13:09 WIB

Video Lawas Gebrak Podium Prabowo Subianto Kembali Viral, Pendukung Rasakan Hal Ini

Video Lawas Gebrak Podium Prabowo Subianto Kembali Viral, Pendukung Rasakan Hal Ini

Cianjur | Kamis, 25 Mei 2023 | 13:29 WIB

Terkini

Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak

Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak

Sumbar | Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang

Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:50 WIB

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:27 WIB

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:33 WIB

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:47 WIB

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus

Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus

Riau | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:32 WIB

BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah

BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026

Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:27 WIB

×