Profil Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, Dukung Rencana Ekspor Pasir Laut

Farah Nabilla | Suara.com

Kamis, 01 Juni 2023 | 14:19 WIB
Profil Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, Dukung Rencana Ekspor Pasir Laut
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. [Antara]

Suara.com - Pemberlakuan kembali kebijakan ekspor laut di Indonesia kini mengalami banyak pertentangan. Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menentang adanya rencana ini, kini Menteri KKP yang sedang menjabat Sakti Wahyu Trenggono pun angkat bicara.

Rencana pemberlakuan kembali ekspor air laut ini pun diungkap Sakti sesuai prosedur dan bukan bertujuan untuk menjual negara. Ini bukan menjual negara.

"(Kebijakan) ini tidak bertujuan untuk menjual negara," ungkap Sakti kepada wartawan di Kantor Kementerian KKP, Rabu (31/05/2023) kemarin.

Sakti pun juga menambahkan bahwa pasir laut yang akan dikeruk diprioritaskan untuk mendukung reklamasi yang akan dilakukan di IKN.

"Ada permintaan reklamasi di IKN ya mengambilnya pasir dari mana, ini tentu saja boleh tapi harus dari (pasir) sedimentasi," lanjutnya. Ia pun mengaku mendukung program ini untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang ada di Indonesia.

Sosok Sakti selaku Menteri KKP sendiri mencuri perhatian publik sejak awal dirinya menggantikan eks Menteri KKP Edhy Prabowo yang tersandung kasus ekspor benih lobster pada tahun 2020 lalu.

Lalu, siapa sebenarnya sosok Sakti Wahyu Trenggono ini? Simak inilah profil Menteri KKP selengkapnya.

Berangkat dari karirnya sebagai seorang programmer dan insinyur di tahun 1982, Sakti sendiri sudah beberapa kali memegang jabatan strategis di berbagai perusahaan. Lulusan Institut Teknologi Bandung ini sudah malang melintang berkarir di berbagai perusahaan teknologi. Ia pun pernah menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Solusindo Kreasi Pratama di tahun 2000 - 2009.

Sakti pun juga berpengalaman sebagai seorang komisaris. Ia tercatat pernah menjadi Komisaris Utama di PT Teknologi Riset Global Investama tahun 2010 - 2016. Ia juga pernah menjabat sebagai Komisaris di PT.Tower Bersama Tbk. tahun 2009 hingga 2019.

Pengalamannya di dunia perencanaan, analisis, dan teknologi pun menghantarkannya kepada jabatan Direktur Perencanaan dan Pengembangan INKUD tahun 2018–2019. Di tahun yang sama, Sakti pun kembali diangkat menjadi Komisaris di PT Merdeka Copper Gold Tbk. tahun 2018 hingga 2019.

Keberhasilannya dalam menjabat sebagai komisaris dan direktur ini pun dilirik oleh Presiden Jokowi di tahun 2019, saat memasuki periode kedua jabatannya. Sakti pun dipanggil Jokowi dan dimintai untuk menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan Indonesia mendampingi Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan Indonesia periode 2019-2020.

Selama bertugas bersama Prabowo, Sakti mengaku merasa tersanjung atas kesempatan yang diberikan oleh Jokowi kepadanya. Namun, jabatan wakil menteri ini hanya diemban Sakti selama 1 tahun 2 bulan.

Pasca penetapan eks Menteri KKP Edhy Prabowo yang saat itu masih aktif menjabat sebagai tersangka dalam kasus korupsi benih lobster, Jokowi pun meminta Sakti untuk menggantikan posisi Edhy Prabowo sebagai Menteri KKP.

Sejak 23 Desember 2020, Sakti pun resmi menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2020-2024. 

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BUBK Kebumen Bakal Hasilkan Rp 400 Miliar Pertahun di Tambak 100 Hektar, Warga Kecipratan Apa?

BUBK Kebumen Bakal Hasilkan Rp 400 Miliar Pertahun di Tambak 100 Hektar, Warga Kecipratan Apa?

| Jum'at, 13 Januari 2023 | 17:44 WIB

Jauh Ungguli Presiden Jokowi, Kekayaan MKP Sakti Wahyu Trenggono Ini Bikin Melongo Publik

Jauh Ungguli Presiden Jokowi, Kekayaan MKP Sakti Wahyu Trenggono Ini Bikin Melongo Publik

| Kamis, 01 Desember 2022 | 09:04 WIB

Puji Gerakan Nasional BCL, Luhut: Karya Pak Trenggono yang Hebat

Puji Gerakan Nasional BCL, Luhut: Karya Pak Trenggono yang Hebat

News | Kamis, 27 Oktober 2022 | 17:14 WIB

Pasokan Solar untuk Nelayan Minim dan SPBN Tak Beroperasi, Begini Respon Menteri KKP

Pasokan Solar untuk Nelayan Minim dan SPBN Tak Beroperasi, Begini Respon Menteri KKP

Bisnis | Senin, 12 September 2022 | 09:04 WIB

Harga BBM Naik, Menteri KKP Akui Nelayan Ngeluh soal Kesediaan Stok Solar

Harga BBM Naik, Menteri KKP Akui Nelayan Ngeluh soal Kesediaan Stok Solar

Bisnis | Minggu, 11 September 2022 | 17:04 WIB

Puluhan Ribu Bansos Polda Jateng Sasar Ribuan Nelayan Kecil di Kendal Terdampak Kenaikan BBM

Puluhan Ribu Bansos Polda Jateng Sasar Ribuan Nelayan Kecil di Kendal Terdampak Kenaikan BBM

Jawa Tengah | Minggu, 11 September 2022 | 12:40 WIB

Upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan akan Penuhi Kebutuhan BBM untuk Para Nelayan di Setiap Daerah

Upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan akan Penuhi Kebutuhan BBM untuk Para Nelayan di Setiap Daerah

| Sabtu, 10 September 2022 | 21:50 WIB

Dukung Pelestarian Budaya Maelo Pukek Nelayan di Ranah Minang, Menteri KKP: Kearifan Lokal Harus Dijaga

Dukung Pelestarian Budaya Maelo Pukek Nelayan di Ranah Minang, Menteri KKP: Kearifan Lokal Harus Dijaga

Sumbar | Senin, 22 Agustus 2022 | 14:15 WIB

Terkini

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB