Zulkifli Hasan Temui Megawati di DPP PDIP Jumat Siang, PAN Bakal Gabung Dukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024?

Erick Tanjung

Jum'at, 02 Juni 2023 | 13:35 WIB
Zulkifli Hasan Temui Megawati di DPP PDIP Jumat Siang, PAN Bakal Gabung Dukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024?
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. (Suara.com/Dea)

Suara.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menemui Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Jumat siang (2/6/2023). Zulhas, begitu ia akrab disapa bersama jajaran pengurus DPP PAN menemui Megawati di kantor DPP PDIP, Jakarta.

"Ketum PAN, Bang Zulkifli Hasan dan pengurus harian DPP PAN akan melakukan silaturahim ke Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Bu Megawati. Acara diselenggarakan hari ini, Jumat siang, jam 14.00-an di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat," kata Viva Yoga Mauladi dalam keterangan yang diterima di Jakarta.

Selain bersilaturahim kebangsaan, Viva Yoga menyebut agenda pertemuan tersebut juga akan membahas tentang masa depan bangsa, termasuk Pilpres 2024.

Dia pun tak menampik bahwa berdasarkan keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN Tahun 2020, bakal calon presiden Ganjar Pranowo masuk dalam radar pencalonan pada Pilpres 2024.

"Mas Ganjar Pranowo adalah salah satu nama yang masuk radar pencalonan di Pilpres 2024," ujarnya.

Namun, dia mengatakan keputusan terkait penentuan langkah strategis dalam menetapkan pasangan capres dan cawapres itu akan diserahkan kepada Zulhas selaku ketua umum PAN, sebagaimana mandat Rakernas PAN.

"Untuk itu, kami menunggu keputusan dan penetapan nama dari Bang Zulkifli Hasan untuk Pilpres 2024," tuturnya.

Sebelumnya, Kamis (1/6), Ganjar Pranowo mengatakan segara mengumumkan partai politik (parpol) pendukung baru yang akan mengusung dirinya untuk Pilpres 2024.

"Soal partai yang mengusung, partainya yang mana, kami tunggu dalam dua hari ini akan mendapatkan beritanya," kata Ganjar dalam konferensi pers di Rumah Aspirasi Relawan Pemenangan Ganjar Presiden 2024, Jakarta Pusat, Kamis.

baca juga

Sementara pada Rabu (31/5), Waketum PAN Yandri Susanto mengatakan arah dukungan partainya ialah mengusung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto atau Ganjar Pranowo sebagai bakal capres serta Menteri BUMN Erick Thohir sebagai bakal calon wakil presiden.

"Saya tegaskan kembali, sudah sering saya sampaikan, PAN itu antara Ganjar dan Prabowo, dan calon wakil presiden adalah Erick Thohir," ujar Yandri.

Yandri pun menyebut keputusan terkait penentuan arah dukungan yang akan diberikan PAN pada Pilpres 2024 itu akan diumumkan dalam waktu dekat.

Untuk diketahui, pendaftaran bakal capres dan cawapres dijadwalkan pada 19 Oktober hingga 25 November 2023.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu), pasangan capres dan cawapres diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.

Saat ini, ada 575 kursi di parlemen, sehingga pasangan capres dan cawapres pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI. Bisa juga pasangan calon diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Blak-blakan! Zulhas Akui Temui Megawati untuk Bicarakan Koalisi Pilpres 2024

Blak-blakan! Zulhas Akui Temui Megawati untuk Bicarakan Koalisi Pilpres 2024

News | Jum'at, 02 Juni 2023 | 13:15 WIB

Survei FixPoll: Ganjar Lebih Disukai, Tapi Warga Jawa Timur Pilih Prabowo Jadi Presiden

Survei FixPoll: Ganjar Lebih Disukai, Tapi Warga Jawa Timur Pilih Prabowo Jadi Presiden

News | Jum'at, 02 Juni 2023 | 13:02 WIB

Berkunjung ke Bogor, Bakal Capres PDIP Ganjar Pranowo Lari Pagi di Stadion Pakansari

Berkunjung ke Bogor, Bakal Capres PDIP Ganjar Pranowo Lari Pagi di Stadion Pakansari

Bogor | Jum'at, 02 Juni 2023 | 11:39 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×