Kenapa Tidur Maghrib Pamali? Ini Penjelasan Agama hingga Kesehatan

Chyntia Sami Bhayangkara

Rabu, 02 Agustus 2023 | 12:15 WIB
Kenapa Tidur Maghrib Pamali? Ini Penjelasan Agama hingga Kesehatan
Kenapa Tidur Maghrib Pamali? Ini Penjelasannya. (Freepik)

Suara.com - Tidur pada waktu Maghrib atau menjelang Maghrib adalah praktik yang dianggap sebagai "pamali" atau tabu dalam beberapa budaya dan agama, terutama di masyarakat Indonesia. Memang kenapa tidur maghrib pamali ya?

Pamali adalah istilah yang digunakan untuk menyebut praktik atau perilaku yang dianggap melanggar norma-norma atau tradisi yang berlaku dalam masyarakat. Ada beberapa alasan budaya dan agama mengapa tidur Maghrib dianggap pamali:

1. Agama Islam

Dalam agama Islam, waktu Maghrib adalah waktu yang sangat istimewa dan berharga karena merupakan saat pelaksanaan shalat Maghrib

Shalat Maghrib adalah salah satu dari lima shalat wajib yang harus dilaksanakan oleh umat Muslim. Menurut ajaran Islam, melaksanakan shalat tepat waktu sangat dianjurkan dan mendatangkan banyak keberkahan. 

Oleh karena itu, tidur pada waktu Maghrib dianggap kurang menghargai dan mengabaikan kewajiban agama yang penting ini.

2. Tradisi Budaya

Di banyak masyarakat Indonesia, terutama yang menganut agama Islam sebagai mayoritas, tidur pada waktu Maghrib dianggap sebagai tindakan yang tidak sopan dan kurang menghargai waktu yang suci. 

Budaya ini telah diturunkan dari generasi ke generasi dan menjadi bagian dari adat istiadat yang dijunjung tinggi.

baca juga

3. Kepercayaan Spiritual

Beberapa kepercayaan spiritual juga berpengaruh pada pandangan tentang tidur pada waktu Maghrib. 

Dalam beberapa tradisi mistis atau spiritual, Maghrib dianggap sebagai waktu yang rawan terhadap gangguan dari makhluk halus atau energi negatif. Tidur pada waktu Maghrib diyakini dapat membuka diri terhadap pengaruh negatif ini.

4. Keamanan dan Kesehatan

Selain alasan agama dan budaya, ada juga pertimbangan kesehatan dan keamanan dalam melarang tidur pada waktu Maghrib. Menjelang Maghrib, terutama di daerah perkotaan, seringkali banyak aktivitas lalu lintas dan keramaian yang dapat berisiko bagi orang yang tidur di tempat terbuka.

Meskipun ada berbagai alasan untuk memandang tidur pada waktu Maghrib sebagai pamali, sebaiknya kita memahami bahwa budaya dan keyakinan berbeda-beda di berbagai daerah dan kelompok masyarakat. Sementara ada yang menganggapnya pamali, ada juga yang tidak mengaitkannya dengan pamali sama sekali.

Pandangan tentang tidur Maghrib sebagai pamali berasal dari kombinasi ajaran agama, tradisi budaya, dan kepercayaan spiritual. Meskipun ada berbagai alasan untuk memandangnya sebagai pamali, penting untuk menghormati berbagai pandangan dan keyakinan yang ada dalam masyarakat, sambil tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan adat istiadat yang diyakini oleh setiap individu.

Demikian ulasan singkat mengenai kenapa tidur maghrib pamali yang dikutip dari berbagai sumber yang dapat diketahui. Semoga bermanfaat!

Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Pamali Suku Bugis Makassar: Tidak Boleh Menopang Dagu Hingga Duduk di Bantal

6 Pamali Suku Bugis Makassar: Tidak Boleh Menopang Dagu Hingga Duduk di Bantal

Sulsel | Selasa, 01 Agustus 2023 | 13:21 WIB

Sering Ngiler saat Tidur? Bisa Jadi Ini 4 Penyebabnya

Sering Ngiler saat Tidur? Bisa Jadi Ini 4 Penyebabnya

Your Say | Jum'at, 28 Juli 2023 | 20:47 WIB

Buat Tidur Doang, Piyama Nagita Slavina Harganya Bikin Anak Kos Overthinking Semalaman

Buat Tidur Doang, Piyama Nagita Slavina Harganya Bikin Anak Kos Overthinking Semalaman

Lifestyle | Jum'at, 28 Juli 2023 | 08:03 WIB

3 Efek Samping Berlebihan Meminum Teh, Salah Satunya Sulit Tidur

3 Efek Samping Berlebihan Meminum Teh, Salah Satunya Sulit Tidur

Your Say | Kamis, 27 Juli 2023 | 12:45 WIB

7 Cara Menghindari Posisi Peti Mati di Kamar Tidur, Ikuti Feng Shui biar Selalu Mujur!

7 Cara Menghindari Posisi Peti Mati di Kamar Tidur, Ikuti Feng Shui biar Selalu Mujur!

Lifestyle | Rabu, 26 Juli 2023 | 10:15 WIB

Apakah Boleh Sholat Tahajud Tanpa Tidur? Ini Penjelasan Lengkap Ustadz Adi Hidayat

Apakah Boleh Sholat Tahajud Tanpa Tidur? Ini Penjelasan Lengkap Ustadz Adi Hidayat

News | Senin, 24 Juli 2023 | 22:50 WIB

Terkini

Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau

Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:46 WIB

Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat

Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara

Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:40 WIB

War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana Daftar di Mana? Ini Link dan Syarat yang Dibutuhkan

War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana Daftar di Mana? Ini Link dan Syarat yang Dibutuhkan

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG

Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:32 WIB

Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun

Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?

Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998

Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:21 WIB

Ketangkap Lagi! Tiga WN Malaysia Selundupkan Kokain Dalam Sepatu hingga Perlengkapan Mandi

Ketangkap Lagi! Tiga WN Malaysia Selundupkan Kokain Dalam Sepatu hingga Perlengkapan Mandi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:18 WIB

Purbaya Semprot Moody's dan Fitch: "Offside!" Salah Ukur Ekonomi RI, Harusnya Lihat Angka 5,6%

Purbaya Semprot Moody's dan Fitch: "Offside!" Salah Ukur Ekonomi RI, Harusnya Lihat Angka 5,6%

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:12 WIB

×