Cuaca Panas, Ketua Kontingen Indonesia Pastikan Jambore Pramuka Dunia di Korsel dalam Batas Aman

Erick Tanjung, Novian Ardiansyah

Minggu, 06 Agustus 2023 | 20:25 WIB
Cuaca Panas, Ketua Kontingen Indonesia Pastikan Jambore Pramuka Dunia di Korsel dalam Batas Aman
Ilustrasi Pramuka. (Pexels/akhmadramasaputra)

Suara.com - Ketua Kontingen Gerakan Pramuka Indonesia untuk Jambore Dunia ke-25 di Korea Selatan, Mayjen TNI Marinir (Purn) Yuniar Ludfie memastikan kegiatan jambore dunia masih dalam batas aman untuk dilaksanakan.

Kepastian itu dilaporkan langsung Yuniar melalui pesan suara yang ditujukan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo. Adapun laporan itu menjawab pemberitaan dan informasi di media sosial tentang cuaca panas ekstrim yang melanda Korea Selatan.

"Kami monitor berita-berita di media tanah air serta pesan-pesan yang beredar di media sosial kami pastikan hal tersebut tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan dan cenderung berlebihan," ujar Yuniar dalam laporannya kepada Menpora melalui pesan suara, dikutip Minggu (6/8/2023).

Yuniar tidak menampik terjadi beberapa permasalahan dalam kegiatan jambore pramuka dunia. Meski begitu, ia memastikan hal tersebut masih tertangani.

"Memang betul di sini pertama terjadi beberapa permasalahan di fasilitas kontingen Indonesia dan beberapa peserta melauangkan komplain di pertemuan rutin ketua kontingen yang dilakukan setiap pagi hari," kata Yuniar.

Yuniar menyampaikan pada pertemuan hari ketiga, pertemuan jambore pramuka dunia langsung dipimpin oleh Menteri Kesetaraan Gender Korea Selatan. Ia menyebut menteri tersebut merupakan pohak yang ditunjuk langsung presiden untuk mengawal kesukseskan jambore.

"Bahkan menteri juga ikut standby di lokasi dan berkoordinasi dengan organisasi kepanduan dunia untuk memastikan pengambilan keputusan lebih cepat," tutur Yuniar.

Ia mengatakan negara-negara yang mengirim kontingen besar dengan peserta lebih dari dua ribu orang, seperti Jerman, Swedia, Jepang, Taiwan telah memutuskan bahwa jambore dunia masih dalam batas aman untuk diikuti kontingen mereka. Keputusan itu diambil melalui asesmen internal masing-masing kontingen negara terkait.

Keputusan serupa juga teleh ditentukan oleh kontingen Indonesia.

baca juga

"Sampai saat ini kontingen Indonesia juga menganggap bahwa jambore dunia masih dalam batas aman untuk bisa diikuti dan hal ini kami sampaikan langsung dengan berkunjung ke unit-unit yang tersebar di seluruh area perkemahan," ujar Yuniar.

Adapaun pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Korea Selatan ikut memonitor langsung kondisi di lapangan dan perkemangan kontingen Indonesia sejak kemarin. Yuniar memastikan kendati memandang kegiatan jambore dunia masih dalam batas aman, kontingen Indonesia sudah menyiapkan kontingensi.

"Kontingen Indonesia juga sudah memiliki kontingensi plan jika terjadi hal yang lebih buruk yang menyebabkan kontingen Indonesia harus dievakuasi," kata Yuniar dalam laporannya kepada Menpora.

Sementara itu terkait kondisi kontingen Indonesia, Yuniar dalam laporannya memastikan mereka dalam keadaan sehat dan tetap bersemangat mengikuti kegiatan jambore. Adapun mereka yang sakit karena cedera, dikatakan Yuniar tidak sampai 10 orang.

"Izin melaporkan bahwa kontingen Indonesia dalam keadaan sehat dan masih bersemangat untuk mengikuti seluruh kehiatan jambore. Dari 1.500 lebih kontingen indonesia yang sakit sampai harus dirujuk ke rumah sakit di luar hanya kurang dari 10 orang. Penyebab sakit pun dikarenakan cedera kecelakaan di kegiatan dan sudah ditangani dengan baik," tutur Yuniar.

Ia berujar terdapat lima klinik dan satu rumah sakit jambore yang disiagakan dalam jambore dunia di Korea Selatan. Tenaga kesehatan juga terus ditambah oleh pemerintah, termasuk dari dokter militer.

Sementara itu, terkait cuaca panas yang melanda Korea Selatan, Yuniar memastikan pihak pelaksana sudah memberikan penanganan.

"Cuaca panas memang betul terjadi dan panitia bekerja sama dengan pemerintah Korea terus melakukan upaya untuk mengelola risiko dari cuaca panas ini, antara lain membangun lebih banyak tenda-tenda untuk berteduh, menyediakan lebih banyak air mineral dingin, ice cream yang tersebar di beberapa tempat. Membagikan payung dan kipas angin portable electric kepada masing masing peserta," tuturnya.

Terkait kegiata peserta kontingen, Yuniar mengabarkan hari ini terdapat program hari budaya atau culture day. Para peserta mengikutinya dengan sehat dan bersemangat.

"Mereka memakai pakaian tradisional Indonesia, menyediakan makanan khas tradisional dan berbagai kesenian Indonesia. Mereka bertukar pengetahuan budaya dengan negara-negara lain.

Cuaca Panas

Jambore Pramuka 2023 di Korea Selatan tampaknya tidak berjalan baik. Dikabarkan bahwa saat ini Korea Selatan sedang dilanda gelombang panas.

Melansir dari Hops, lebih dari 400 orang menderita sngatan panas sejak acara dibuka. Tak hanya itu, lebih dari 80 orang pingsan di upacara pembukaan pada 1 Agustus 2023 lalu.

Melansir dari ANTARA, Jambore yang akan berlangsung sampai 12 Agustus 2023 itu telah dihadiri sekitar 43.000 pramuka dari 150 negara. Indonesia sendiri telah mengirimkan lebih dari 1.700 orang ke event akbar tersebut.

Yang mengejutkan, media Korea Selatan yang selama ini selalu merilis berita eksklusif tiba-tiba mengunggah foto-foto terkini mengenai kondisi Jambore Pramuka 2023 di Korea. Yang menarik perhatian, netizen Indonesia fokus pada foto di slide ke-4 yang menampakkan foto para peserta Pramuka dari negara Indonesia.

Baca Juga: Shin Tae-yong Tak Kunjung Umumkan Skuad Timnas Indonesia U-23, Begini Reaksi Tak Disangka Media Vietnam

Tampak dari topi salah satu peserta tersebut, terdapat bendera Merah Putih dan seragam khas Pramuka Indonesia. Mereka tertidur di atas batu-batuan hanya beralaskan kardus. Mereka menutupi topi mereka dengan topi, handuk, dan kain sejenisnya.

Para netizen Indonesia pun menganggap pemandangan tersebut sebagai hal yang miris. Bahkan terdapat foto-foto para peserta harus dirawat dan diinfus.

"Parah loh pet atur yang bener dong buat acara kasihan anak-anak jambore di seluruh dunia," tulis akun @issana6q.

"Semua negara pasti ada sisi gelapnya," tulis akun @inidarii.

Hingga kini belum ada kabar terbaru apakah event tersebut akan dihentikan atau dilanjutkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Podium Juara Australian Open 2023: China dan Korea Selatan Sabet Dua Gelar

Podium Juara Australian Open 2023: China dan Korea Selatan Sabet Dua Gelar

Your Say | Minggu, 06 Agustus 2023 | 18:17 WIB

Rekap Semifinal Australian Open 2023: Korea Selatan Loloskan Tiga Wakil

Rekap Semifinal Australian Open 2023: Korea Selatan Loloskan Tiga Wakil

Your Say | Minggu, 06 Agustus 2023 | 11:08 WIB

Final Australian Open 2023: Korea Selatan dan China Bersaing Ketat

Final Australian Open 2023: Korea Selatan dan China Bersaing Ketat

Your Say | Minggu, 06 Agustus 2023 | 06:37 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×