Suara.com - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko sepakat dengan Megawati Soekarnoputri yang menekankan jajaran BRIN dilarang terlibat dalam politik praktis. Sebab, pegawai BRIN merupakan pegawai negeri sipil atau PNS.
"Ya memang seharusnya begitu, orng BRIN kan PNS, kan nggak boleh berpolitik," ujar Laksana di Gedung Bj Habibie, Jakarta Pusat, Selasa (8/8/2023).
Laksana mengatakan BRIN memiliki aturan tersendiri untuk mengawasi para pegawainya. Jika ditemukan ada pegawai yang terlibat dalam urusan politik maka bisa diganjar sanksi berat.
"Kami punya mekanisme sendiri ya, termasuk majelis etik dan kalau berat bisa ke majelis hukuman disiplin. Kita lakukan sesuai ketentuan yang ada," ungkap Laksana.
Wanti-wanti Megawati
Sebelumnya, Ketua Dewan Pengarah BRIN, Megawati Soekarnoputri memberikan wanti-wanti keras kepada seluruh periset di BRIN agar tak berpolitik praktis dalam dunia riset.
Menurutnya, sebagai seorang periset, yang harus dilakukan adalah politik riset demi kemajuan bangsa.
Ia secara tegas mengaku tak segan-segan untuk mengeluarkan periset yang ketahuan berpolitik praktis di badan tersebut.
Hal tersebut disampaikan Megawati saat berdialog dengan para periset dengan tema 'Riset dan Inovasi untuk Indonesia Raya' di Gedung Serba Guna Nayaka, Kabupaten Tabanan, Bali, Senin (7/8/2023). Hadir dalam kesempatan itu 127 periset BRIN dari berbagai daerah di Indonesia.
"Saya mau lihat satu-satu, apa aja kerja mereka dari di sini (BRIN), enggak ada politik, kalau sudah dengar, satu orang (berpolitik), sudah, saya keluarkan karena dia bermain politik dan mempergunakan BRIN," kata Megawati dalam keterangannya, Senin (7/8/2023).
"Nah, aku bilang get out, hati-hati loh. Iya kalau enggak percaya tanya aja. Saya keluarkan, apa memangnya mau berpolitik? Politiknya adalah politik riset, titik," sambungnya.
Megawati menegaskan, jika dirinya merupakan sosok yang ramah kepada semua orang. Namun, Megawati menyebut dirinya bisa berubah jika menemukan jajaran strukturalnya tak bekerja untuk kepentingan bangsa dan negara. Terutama, dalam memajukan riset dan inovasi di BRIN.
Lebih lanjut, ia menyampaikan, dirinya tak memiliki beban lagi dalam menjalankan kerja selain demi kemajuan Bangsa seperti harapan Presiden Pertama RI yang juga sang ayahanda, Ir. Soekarno atau Bung Karno.