Inilah Dampak Pembakaran Batu Bara, Jadi Penyebab Polusi Udara Jakarta?

Chyntia Sami Bhayangkara

Selasa, 15 Agustus 2023 | 15:16 WIB
Inilah Dampak Pembakaran Batu Bara, Jadi Penyebab Polusi Udara Jakarta?
Ilustrasi Inilah Dampak Pembakaran Batu Bara, Jadi Penyebab Polusi Udara Jakarta? (pexels)

Suara.com - Penggunaan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap masih marak di Indonesia. Hal ini pula yang kemudian diduga menjadi dalang dari kotornya udara Jakarta, karena ada beberapa PLTU seperti PLTU Banten yang penggunaan batu baranya terbilang besar. Namun sebenarnya apa dampak pembakaran batu bara secara lebih spesifik?

Batu bara memang dikenal sebagai salah satu bahan bakar yang diandalkan untuk berbagai hal, salah satunya adalah pembangkit listrik. Namun demikian terdapat dampak buruk yang sejatinya telah diketahui banyak orang, namun tidak cukup menjadi alasan untuk berpindah ke sumber tenaga alternatif.

Mulai dari Proses Penambangannya

Belum sampai pada penggunaan batu bara sebagai sumber tenaga PLTU, penambangan batu bara sendiri secara umum dilakukan dengan kegiatan yang cenderung merusak lingkungan. Proses penambagannya dilakukan dengan membabat hutan dan menggali tambang, sehingga dapat mencemari air, tanah, dan udara.

Lingkungan yang rusak akibat penambangan ini butuh waktu lama untuk pulih dan kembali menjalankan perannya. Sementara itu, laju penambangan yang dilakukan sangat cepat, sehingga mungkin saja lingkungan belum mampu meregenerasi diri dengan baik.

Polusi yang terjadi akibat penambangan ini tidak hanya pada tanah saja, namun juga pada air dan udara di area tambang yang dibuka karena kegiatan ini juga membutuhkan dukungan alat berat, mesin, dan berbagai hal lain yang menghasilkan limbah.

Pembakaran Batu Bara

Setelah berhasil didapatkan dan diolah hingga siap digunakan, batu bara akan melepaskan sejumlah zat ketika dibakar. Zat ini salah satunya adalah sulfur dalam bentuk gas belerang dioksida, atau biasa dikenal dengan SO2.

Batu bara yang dibakar juga akan menghasilkan karbon hitam dalam jumlah yang banyak, dan menjadi salah satu bahan bakar paling kotor yang ada saat ini. Partikel hasil dari pembakaran batu bara dapat masuk ke paru-paru, dan menyebabkan penyakit penafasan.

Dalam salah satu laporan disebutkan pembangkit listrik yang menggunakan batu bara sebagai sumber energi menghasilkan zat radioaktif 100 kali lebih banyak daripada pembangkit listrik tenaga nuklir. Belum lagi jika limbahnya tidak dibuang dan diolah dengan proses khusus sehingga dampak lingkungannya lebih kecil.

Kondisi udara di Jakarta sendiri hingga saat ini tidak menunjukkan perbaikan yang signifikan. Memang, hal ini mungkin tidak lepas dari dampak pembakaran batu bara yang dilakukan pada PLTU sekitar. Meski demikian, hal ini telah dibantah oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang mengklaim aktivitas PLTU bukan penyebab polusi udara di Jakarta.

Namun demikian harus dipahami juga bahwa polusi udara di Jakarta juga adalah hasil dari kegiatan masyarakat secara luas. Perubahan kecil secara bersama-sama dapat membantu mengurangi kondisi  buruk ini.

Itulah penjelasan mengenai dampak pembakaran batu bara yang perlu diketahui.

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pro Kontra Kereta Cepat Jakarta Bandung, Kini Jokowi Ingin Beri Subsidi

Pro Kontra Kereta Cepat Jakarta Bandung, Kini Jokowi Ingin Beri Subsidi

News | Selasa, 15 Agustus 2023 | 13:45 WIB

Polusi Meningkat, Bagaimana Nasib Jakarta di Masa Depan?

Polusi Meningkat, Bagaimana Nasib Jakarta di Masa Depan?

Your Say | Selasa, 15 Agustus 2023 | 13:08 WIB

Kualitas Udara Buruk, Legislator PKB Dukung Usulan WFH dan Desak Pemerintah Evaluasi Amdal Pabrik di Jabodetabek

Kualitas Udara Buruk, Legislator PKB Dukung Usulan WFH dan Desak Pemerintah Evaluasi Amdal Pabrik di Jabodetabek

News | Selasa, 15 Agustus 2023 | 12:12 WIB

Heru Budi Setujui Tarif Transjakarta Bandara Soetta Rp 5 Ribu, DPRD DKI Sesalkan Tak Ada Koordinasi

Heru Budi Setujui Tarif Transjakarta Bandara Soetta Rp 5 Ribu, DPRD DKI Sesalkan Tak Ada Koordinasi

News | Selasa, 15 Agustus 2023 | 11:54 WIB

7 Instruksi Jokowi Atasi Polusi Udara di Jakarta: Perintahkan Awasi PLTU, Kerja Hybrid

7 Instruksi Jokowi Atasi Polusi Udara di Jakarta: Perintahkan Awasi PLTU, Kerja Hybrid

News | Selasa, 15 Agustus 2023 | 11:39 WIB

Jokowi Batuk Empat Minggu Gegara Polusi Udara, Dampaknya Bisa Mematikan!

Jokowi Batuk Empat Minggu Gegara Polusi Udara, Dampaknya Bisa Mematikan!

Lifestyle | Selasa, 15 Agustus 2023 | 11:21 WIB

Terkini

Demo Mahasiswa Jumat Besok, Ini 5 Tuntutan yang Bakal Dibawa di Aksi Bundaran HI

Demo Mahasiswa Jumat Besok, Ini 5 Tuntutan yang Bakal Dibawa di Aksi Bundaran HI

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:12 WIB

Bupati Muara Enim Diduga Perintahkan Anak Buah Suap BPK demi Ubah Hasil Audit

Bupati Muara Enim Diduga Perintahkan Anak Buah Suap BPK demi Ubah Hasil Audit

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:11 WIB

Mahasiswa Ancam 'Reformasi Jilid II' dalam 18 Hari, Begini Reaksi Kepala BIN

Mahasiswa Ancam 'Reformasi Jilid II' dalam 18 Hari, Begini Reaksi Kepala BIN

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:02 WIB

Ekonom Kritik Glorifikasi PSN, Pemerintah Lupa Hitung Risiko Pengangguran Kelas Menengah

Ekonom Kritik Glorifikasi PSN, Pemerintah Lupa Hitung Risiko Pengangguran Kelas Menengah

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:00 WIB

UMKM Menjerit! Barcode BBM Subsidi Diblokir Tiba-tiba, PDIP Desak Pemerintah Transparan

UMKM Menjerit! Barcode BBM Subsidi Diblokir Tiba-tiba, PDIP Desak Pemerintah Transparan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:45 WIB

Bukan Mewah, Begini Konsep Upacara 17 Agustus di IKN Menurut Basuki Hadimuljono

Bukan Mewah, Begini Konsep Upacara 17 Agustus di IKN Menurut Basuki Hadimuljono

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:42 WIB

Respons Sinyal DPR Bahas Revisi UU Pemilu, Tito: Apapun Skenarionya Kami Siap

Respons Sinyal DPR Bahas Revisi UU Pemilu, Tito: Apapun Skenarionya Kami Siap

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:40 WIB

Kepala Daerah Sering Kena OTT, Mendagri Tito Usul 'Bonus' dari PAD: Biar Tak Korupsi?

Kepala Daerah Sering Kena OTT, Mendagri Tito Usul 'Bonus' dari PAD: Biar Tak Korupsi?

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:36 WIB

Pelemahan Rupiah Belum Berdampak pada Proyek IKN, Basuki: Kontraktor Belum Mengeluh

Pelemahan Rupiah Belum Berdampak pada Proyek IKN, Basuki: Kontraktor Belum Mengeluh

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:30 WIB

Anggaran Diduga Disunat Rp1,4 M Per Unit, GMNI Laporkan Dugaan Korupsi KDMP ke Kejagung

Anggaran Diduga Disunat Rp1,4 M Per Unit, GMNI Laporkan Dugaan Korupsi KDMP ke Kejagung

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:21 WIB