Dipakai Prabowo, Diprotes PDIP, Ini Sejarah Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Farah Nabilla | Suara.com

Kamis, 17 Agustus 2023 | 18:35 WIB
Dipakai Prabowo, Diprotes PDIP, Ini Sejarah Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Ketum PAN Zulkifli Hasan menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto di Pilpres 2024. (Suara.com/M Yasir)

Suara.com - Museum Perumusan Naskah Proklamasi atau Museum Proklamasi tengah jadi perbincangan lantaran PDI Perjuangan mempermasalahkan penggunaannya untuk deklarasi koalisi PAN Golkar PKB dan Gerindra.

Deklarasi tim pendukung bacapres Prabowo Subianto ini dinilai tak seharusnya dilakukan di museum yang punya sejarah besar bagi kemerdekaan Republik Indonesia.

Museum Perumusan Naskah Proklamasi merupakan museum yang terletak di Jalan Imam Bonjol 1, Menteng, Jakarta. Dulunya pada masa pendudukan Jepang, jalan ini bernama Jalan Meiji Dori.

Bangunan museum tersebut sebelumnya adalah tempat tinggal Laksamana Muda Tadashi Maeda. Tadashi Maeda adalah perwira tinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang di Hindia Belanda di masa Perang Pasifik.

Museum ini dulunya dirancang sebagai bangunan Kota Taman pertama di Indonesia oleh Belanda tepatnya di tahun 1910. Gedung itu berdiri seluas 3.914 meter dan luas bangunan 1.138 meter persegi.

Gedung bergaya Eropa oleh Belanda ini dibangun pada 1920. Hingga akhirnya, Jepang masuk dan menduduki Indonesia saat terjadi Perang Pasifik.

Saat itu, Laksamana Muda Maeda menjabat sebagai Kepala Penghubung Angkatan Laut dan Angkatan Darat Kekaisaran Jepang. Pada 16 Agustus 1945, Maeda mengizinkan lokasi itu sebagai tempat disusunnya perumusan naskah proklamasi Indonesia.

Naskah proklamasi pun dirancang oleh Soekarno, Ahmad Soebardjo, Moh. Hatta, dan Sayuti Melik sebagai juru ketik. Kemudian berdasarkan surat ukur No. 955 tanggal 21 Desember 1931, gedung ini adalah milik PT Asuransi Jiwasraya yang dulunya bernama Nederlandsch Indische Levensverzekering en Lijfrente Maatschappij van 1859.

Gedung ini beberapa kali berubah fungsi hingga akhirnya ditetapkan sebagai Museum Proklamasi. Gedung itu juga sempat dijadikan British Council General atau Konsulat Jenderal Inggris.

Pada 1947, gedung ini menjadi kediaman resmi Duta Besar Kerajaan Inggris. Muncul aksi nasionalisasi terhadap bangsa asing tersebut yang membuat pemerintah berniat mengambil alih gedung itu.

Gedung itu selanjutnya diserahkan kepada Departemen Keuangan dan dikelola oleh PT Asuransi Jiwasraya. Pada 1961, gedung itu pun dikontrak Kedutaan Inggris selama 20 tahun yakni sampai 1981.

Sebenarnya sejak 1976, Indonesia berupaya menetapkan gedung itu sebagai monumen bersejarah. Pada 25 November 1980, berlangsung rapat koordinasi Bidang Kesra Departemen Dalam Negeri dan Pemda DKI Jakarta yang menghasilkan bahwa gedung itu akan menjadi Monumen Sejarah Indonesia.

Keputusan itu pun didukung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan disahkan pada 28 Desember 1981. Penetapan ini berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 666 Tahun 2015 sebagai lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengkomunikasikan kepada masyarakat.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menerima gedung itu dari PT Asuransi Jiwasraya dengan mengganti uang anggaran Direktorat Jenderal Kebudayaan. Gedung ini sempat dikelola lebih dahulu oleh Kanwil Departemen Pendidikan dan Kebudayaan DKI Jakarta.

Pada 1984, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Nugroho Notosusanto memerintahkan Direktur Permuseuman untuk merealisir gedung tersebut sebagai Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Hingga akhirnya pada 26 Maret 1987, gedung ini diberikan ke Direktorat Permuseuman dan menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

Kontributor : Annisa Fianni Sisma

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dianggap Tak Etis, Pro Kontra Penggunaan Museum Proklamasi untuk Deklarasi Koalisi Prabowo

Dianggap Tak Etis, Pro Kontra Penggunaan Museum Proklamasi untuk Deklarasi Koalisi Prabowo

News | Kamis, 17 Agustus 2023 | 17:57 WIB

Kritik Keras PDIP untuk Gerindra, Golkar dan PAN; Jangan Pakai Museum dan Tempat Bersejarah untuk Politik Praktis

Kritik Keras PDIP untuk Gerindra, Golkar dan PAN; Jangan Pakai Museum dan Tempat Bersejarah untuk Politik Praktis

Kotak Suara | Kamis, 17 Agustus 2023 | 13:46 WIB

Bawaslu Akan Periksa Laporan Relawan Ganjar yang Masalahkan Prabowo Cs Deklarasi Koalisi di Museum

Bawaslu Akan Periksa Laporan Relawan Ganjar yang Masalahkan Prabowo Cs Deklarasi Koalisi di Museum

News | Rabu, 16 Agustus 2023 | 20:18 WIB

Alasan SBY Tak Hadiri Sidang Tahunan MPR/DPR: Persiapan Buka Museum SBY*ANI

Alasan SBY Tak Hadiri Sidang Tahunan MPR/DPR: Persiapan Buka Museum SBY*ANI

News | Rabu, 16 Agustus 2023 | 10:40 WIB

PAN, Golkar, PKB dan Gerindra Resmi Deklarasikan Prabowo Jadi Bacapres 2024

PAN, Golkar, PKB dan Gerindra Resmi Deklarasikan Prabowo Jadi Bacapres 2024

Foto | Minggu, 13 Agustus 2023 | 15:11 WIB

5 Daftar Event Seru di Jakarta Bulan Agustus 2023, Tak Boleh Dilewatkan!

5 Daftar Event Seru di Jakarta Bulan Agustus 2023, Tak Boleh Dilewatkan!

Your Say | Jum'at, 04 Agustus 2023 | 14:26 WIB

Pamerkan Makanan Tak Lazim, Ini Fakta Disgusting Food Museum di Swedia

Pamerkan Makanan Tak Lazim, Ini Fakta Disgusting Food Museum di Swedia

Your Say | Rabu, 02 Agustus 2023 | 12:26 WIB

Terkini

Jaksa Ungkap Ada Kode Amplop 1 untuk Dirjen Bea Cukai Djaka Budi dalam Kasus Blueray

Jaksa Ungkap Ada Kode Amplop 1 untuk Dirjen Bea Cukai Djaka Budi dalam Kasus Blueray

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:34 WIB

Menlu Sugiono Pastikan Pemerintah Terus Upayakan Pemulangan 9 WNI dari Israel

Menlu Sugiono Pastikan Pemerintah Terus Upayakan Pemulangan 9 WNI dari Israel

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:24 WIB

Menteri PPPA Respons Dugaan Kadis P3A Sarankan Korban Kekerasan Seksual Nikahi Pelaku

Menteri PPPA Respons Dugaan Kadis P3A Sarankan Korban Kekerasan Seksual Nikahi Pelaku

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:20 WIB

Terekam CCTV Keluar Hotel Sendirian, Jemaah Haji Indonesia Hilang Misterius di Makkah

Terekam CCTV Keluar Hotel Sendirian, Jemaah Haji Indonesia Hilang Misterius di Makkah

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:05 WIB

Kejagung Mulai Lelang Aset Harvey Moeis, Kapuspenkum: Kami Transparan

Kejagung Mulai Lelang Aset Harvey Moeis, Kapuspenkum: Kami Transparan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 21:34 WIB

Sekolah Rakyat Hadir di Daerah 3T, Anggota DPR RI: Sangat Dirasakan Manfaatnya

Sekolah Rakyat Hadir di Daerah 3T, Anggota DPR RI: Sangat Dirasakan Manfaatnya

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 21:26 WIB

"Jangan Melawan, Video Saja", Pesan Tegas Prabowo ke Rakyat Hadapi Aparat Tak Beres

"Jangan Melawan, Video Saja", Pesan Tegas Prabowo ke Rakyat Hadapi Aparat Tak Beres

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 21:10 WIB

Warga Daerah Cuma Dapat Makan, KPK Sebut Duit Program MBG Balik Lagi ke Kota Besar

Warga Daerah Cuma Dapat Makan, KPK Sebut Duit Program MBG Balik Lagi ke Kota Besar

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 20:40 WIB

Terbukti Palsu, 14 Jam Tangan Mewah Jimmy Sutopo Ternyata Cuma Barang KW

Terbukti Palsu, 14 Jam Tangan Mewah Jimmy Sutopo Ternyata Cuma Barang KW

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 20:12 WIB

Demo Harkitnas di DPR, Ribuan Guru Madrasah dan Ojol Tuntut Kesejahteraan dan Perlindungan

Demo Harkitnas di DPR, Ribuan Guru Madrasah dan Ojol Tuntut Kesejahteraan dan Perlindungan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 20:06 WIB