Dianggap Tak Etis, Pro Kontra Penggunaan Museum Proklamasi untuk Deklarasi Koalisi Prabowo

Farah Nabilla

Kamis, 17 Agustus 2023 | 17:57 WIB
Dianggap Tak Etis, Pro Kontra Penggunaan Museum Proklamasi untuk Deklarasi Koalisi Prabowo
Bakal calon presiden sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kanan) bersama dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kiri), Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kedua kiri), dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (kanan) saat deklarasi Bakal Calon Presiden di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta, Minggu (13/8/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Deklarasi dukungan kepada Prabowo Subianto dilaksanakan di Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Munasprok), Jakarta, pada Minggu (13/8). Golkar dan PAN menyatakan dukungannya dalam acara tersebut. Sayangnya, kelompok relawan Ganjarian Spartan melaporkan kubu Prabowo Subianto ke Bawaslu pada Rabu (16/8) karena penggunaan Museum tersebut.

Ketua komter Ganjarian Spartan DKI Jakarta, Anggiat Tobing menilai museum sudah seharusnya bukan menjadi tempat politik. Atas hal tersebutlah, pihaknya mengajukan laporan ke Bawaslu.

"Tindakan kubu Prabowo merupakan upaya pembelokan sejarah dan mengatasnamakan sejarah perumusan naskah proklamasi. Mau dibelokkan menjadi kepentingan pencapresan Prabowo sendiri," ucap Anggiat Tobing di Bawaslu.

Kemudian, Bawaslu memeriksa laporan tersebut sebelum menindaklanjutinya. Namun, Wakil Ketua Umum Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengaku sudah diizinkan oleh pihak Museum Perumusan Naskah Proklamasi untuk menggelar acara tersebut.

"Sudah mendapatkan izin," kata Rahayu Saraswatu di Blok M, Jakarta, Rabu (16/8).

Sara meyakini acara tersebut tidak menyalahi aturan yang berlaku jika telah memperoleh izin. Pihaknya juga tetap menghormati jika ada pihak lain yang mempersoalkan dan melaporkannya ke Bawaslu.

"Kalau ada yang melaporkan itu hak mereka. Dari kita saya yakin sudah ada pengecekan dan itu kita tak mungkin pakai itu tanpa izin dari pengelola museum," jelasnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, terdapat pihak yang pro dan kontra atas acara yang diselenggarakan di museum. Pihak yang kontra yakni Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang menilai museum nasional tidak boleh digunakan sebagai tempat kampanye maupun aktivitas politik praktis.

"Kita menjadi presiden itu mengambil sumpah untuk melaksanakan konstitusi dan perundang-undangan dan seterusnya. Ketika dalam proses saja sudah melanggar uu, bagaimana nanti?" kata Hasto di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (17/8).

Selain itu, mantan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang kini merupakan Ketua Dewan Pendidikan DIY, Profesor Sutrisno Wibowo menyampaikan sebaiknya kegiatan sejenis dihindari. Sutrisno menilai sebaiknya simbol nasional dipertahankan sebagai milik bersama.

"Ya harus dihindarkan dari kegiatan politik praktis. Itu pendapat saya sebagai rakyat biasa lho," kata Sutrisno, Minggu (13/8/2023).

Pendapat pihak yang tidak setuju juga datang dari calon anggota legislatif dari PDIP, Ferdinand Hutahaean. Ia menilai museum itu tidak tepat dijadikan untuk pelaksanaan kepentingan politik karena merupakan tempat pembelajaran sejarah bagi masyarakat.

"Sebetulnya penggunaan museum itu tidak layak untuk kepentingan politik karena itu milik umum, milik masyarakat umum. Museum bukan untuk kepentingan politik tetapi kepentingan pelajaran sejarah bangsa," kata Ferdinand diwawancara, Senin (14/8/23).

Alasan pemilihan museum tersebut sebagai deklarasi dukungan kepada Prabowo adalah karena memiliki nilai historis sebagai tempat pendiri bangsa untuk merumuskan teks proklamasi. Museum ini mengingatkan koalisinya untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.

"Tempat ini kita cari beberapa tempat, ini keputusan singkat di sinilah tempat paling baik bawa aura perjuangan, spirit perjuangan," ujar Prabowo saat konferensi pers di Museum Proklamasi, Jakarta, Minggu (13/8/2023).

Kontributor : Annisa Fianni Sisma

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekjen PDIP: Implementasi Program Food Estate Tidak Baik, Padahal Kebijakannya Bagus

Sekjen PDIP: Implementasi Program Food Estate Tidak Baik, Padahal Kebijakannya Bagus

News | Kamis, 17 Agustus 2023 | 17:08 WIB

Anies Pekik Merdeka dengan Tangan Terbuka, Ini Makna Salam Tangan Mengepal Versi Hasto PDIP

Anies Pekik Merdeka dengan Tangan Terbuka, Ini Makna Salam Tangan Mengepal Versi Hasto PDIP

News | Kamis, 17 Agustus 2023 | 16:16 WIB

Soal Salam Merdeka dengan Tangan Terbuka atau Mengepal, Hasto PDIP: Yang Diambil kan Spirit Juangnya

Soal Salam Merdeka dengan Tangan Terbuka atau Mengepal, Hasto PDIP: Yang Diambil kan Spirit Juangnya

News | Kamis, 17 Agustus 2023 | 15:50 WIB

Perburuan Eks Caleg PDIP Harun Masiku Berlanjut, Begini Respons Hasto Kristiyanto

Perburuan Eks Caleg PDIP Harun Masiku Berlanjut, Begini Respons Hasto Kristiyanto

News | Kamis, 17 Agustus 2023 | 15:50 WIB

Sudah Proses Pemecatan, PDIP Segera Cari Pengganti Ismail Thomas di DPR

Sudah Proses Pemecatan, PDIP Segera Cari Pengganti Ismail Thomas di DPR

News | Kamis, 17 Agustus 2023 | 15:30 WIB

6 Fakta Ganjar dan Gibran Kompak Tak Diundang Konsolidasi, PDIP Klaim Undangan Hilang

6 Fakta Ganjar dan Gibran Kompak Tak Diundang Konsolidasi, PDIP Klaim Undangan Hilang

News | Kamis, 17 Agustus 2023 | 14:05 WIB

Terkini

Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan

Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 22:05 WIB

Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia

Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:54 WIB

Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi

Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:15 WIB

Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir

Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:12 WIB

Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan

Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:46 WIB

Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda

Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:30 WIB

Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi

Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:21 WIB

Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan

Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet

Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:30 WIB

Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan

Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:56 WIB