Kisah Masa Muda Budiman Sudjatmiko, Si Garis Keras Melawan Prabowo

Farah Nabilla

Minggu, 20 Agustus 2023 | 17:30 WIB
Kisah Masa Muda Budiman Sudjatmiko, Si Garis Keras Melawan Prabowo
Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko, di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (17/1/2023). ANTARA/Gilang Galiartha

Suara.com - Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko mulai blak-blakan memberikan dukungannya kepada bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto. Manuver politik ini mengejutkan banyak pihak lantaran Budiman Sudjatmiko punya kisah masa lalu yang cukup alot dengan Prabowo Subianto.

Budiman bisa dibilang sebagai salah satu aktivis 98 garis keras yang melawan rezim Soeharto di masa mudanya. Seperti diketahui, Soeharto saat itu punya banyak kaki tangan dari kalangan militer, termasuk Prabowo Subianto. 

Kisah Masa Muda Budiman sebagai Aktivis

Budiman Sudjatmiko merupakan salah satu aktivis reformasi yang saat itu lantang menentang kepemimpinan Presiden Soeharto. Dulu ia sempat bertolak belakang dengan Prabowo yang diduga menjadi aktor militer di balik penculikan aktivis pada 1998.

Selain itu, Budiman juga sempat mendirikan Partai Rakyat Demokratik (PRD). Partai ini lahir dari organisasi politik sekitar tahun 1994 yang mewadahi sejumlah mahasiswa, buruh, aktivis, hingga petani. Mereka memiliki cita-cita tentang sosialisme.

Dalam ceritanya, Budiman dan empat aktivis PRD lainnya, yakni Petrus Hari Hariyanto, Iwan, Ignatius Pranowo, dan Soeroso, pada 11 Agustus 1996 sedang bersantai. Mereka menonton liga Inggris di televisi dalam rumah kawasan Depok.

Lalu, sekitar pukul 21.00 WIB, suara gemuruh kendaraan besar terdengar berhenti di depan rumah itu. Benny kemudian terlibat cekcok dengan sekelompok aparat berpakaian preman yang datang untuk mencari keberadaan para aktivis PRD.

Mengetahui situasi tersebut, Budiman lantas mematikan televisi dan lampu serta bersembunyi di kamar tidur. Ia berharap situasi menjadi kondusif, namun yang terjadi justru kebalikannya. Saat itu, upaya Benny menghalau sekelompok aparat gagal.

Mereka tetap masuk dan menggeledah seisi rumah. Salah satu aparat meminta Benny untuk membujuk Budiman keluar dari kamar terakhir yang belum diperiksa. Setelahnya, kelima aktivis PRD itu dibawa oleh gerombolan aparat.

baca juga

Saat ditangkap, tubuh para aktivis itu dicengkram keras oleh aparat. Lalu, mata Budiman langsung ditutup, pakaian atasnya dilucuti, hingga kedua tangannya diborgol. Kemudian, sekitar pukul 22.00 WIB, ia pun diseret ke dalam sebuah mobil truk.

Saat itu, Budiman berpikir ia dan empat rekannya akan dibawa ke tempat yang jauh dari keramaian untuk dieksekusi mati oleh aparat. Mereka ditangkap karena diduga menjadi dalang atas kerusuhan 27 Juli 1996 alias Kudatuli, di Kantor PDI.

Truk itu berhenti di kantor Badan Intelijen ABRI (BIA), yang kini bernama Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Di sana, Budiman dan empat aktivis lainnya diinterogasi selama satu minggu. Mereka dibawa ke sebuah aula besar yang dipenuhi oleh cahaya.

Tak lama, Kepala BIA saat itu, Zacky Anwar Makarim dan Komandan Satintel BIA, Slamet Kirbiantoro menghampiri Budiman. Zacky mengatakan revolusi Budiman gagal. Namun, aktivis ini menjawab bahwa hal tersebut baru permulaan.

Zacky hanya tersenyum sembari menepuk pundak Budiman dan meminta bertanggung jawab atas kerusuhan tersebut. Budiman mengatakan bahwa kejadian itu bukan tanggung jawabnya, sehingga ia merasa tidak perlu melakukannya.

Slamet kemudian menyela dengan mengatakan bahwa aksi Budiman pada tanggal 27 Juli itu bisa membunuh banyak orang. Budiman lantas menjawab jika kejadian tersebut merupakan aksi spontan rakyat yang marah, bukan dipelopori oleh mereka.

Namun, Slamet tetap ingin Budiman bertanggung jawab. Budiman pun terdiam karena jika lanjut berdebat maka bisa membahayakan keselamatan dirinya dan keempat temannya. Setelah itu, mereka dibawa ke dalam ruang interogasi terpisah.

Budiman mengaku tidak pernah mengalami siksaan saat diinterogasi BIA. Namun, hal ini berbeda dengan rekannya yang bercerita turut disiksa ketika menjalani interogasi. Setelah itu, Budiman divonis 13 tahun penjara oleh pemerintah atas tuduhan makar.

Ia bersama delapan aktivis PRD lainnya yang tertangkap kemudian ditahan sekitar tiga tahun di LP Cipinang sampai 1999. Namun, ia diberikan amnesti oleh Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur untuk kembali berjuang di luar penjara.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serba-Serbi Relawan Prabu: Budiman Sudjatmiko Mantap Dukung Mantan Musuh?

Serba-Serbi Relawan Prabu: Budiman Sudjatmiko Mantap Dukung Mantan Musuh?

News | Minggu, 20 Agustus 2023 | 17:07 WIB

Cak Imin Gantung Ajakan Ganjar Gabung Koalisi PDIP: Saya Masih Bersama Prabowo

Cak Imin Gantung Ajakan Ganjar Gabung Koalisi PDIP: Saya Masih Bersama Prabowo

Kotak Suara | Minggu, 20 Agustus 2023 | 16:23 WIB

Geram Hasto PDIP Gegara Budiman Dukung Prabowo: Kelakuan Tak Etis, Terapkan Devide At Impera!

Geram Hasto PDIP Gegara Budiman Dukung Prabowo: Kelakuan Tak Etis, Terapkan Devide At Impera!

News | Minggu, 20 Agustus 2023 | 15:36 WIB

PDIP Siap Pecat Budiman Sudjatmiko Yang Mbalelo Dukung Prabowo

PDIP Siap Pecat Budiman Sudjatmiko Yang Mbalelo Dukung Prabowo

News | Minggu, 20 Agustus 2023 | 15:15 WIB

Deretan Sikap Kontroversial Budiman Sudjatmiko: Manuver ke Prabowo hingga Urusan Bukit Algoritma

Deretan Sikap Kontroversial Budiman Sudjatmiko: Manuver ke Prabowo hingga Urusan Bukit Algoritma

News | Minggu, 20 Agustus 2023 | 15:12 WIB

Sanksi untuk Budiman Sudjatmiko Diumumkan Senin, Hasto Sebut PDIP Tak Telerir Tindakan Indisipliner Kader

Sanksi untuk Budiman Sudjatmiko Diumumkan Senin, Hasto Sebut PDIP Tak Telerir Tindakan Indisipliner Kader

Sumbar | Minggu, 20 Agustus 2023 | 14:56 WIB

Terkini

Diguyur Hujan Deras, Polisi Pukul Mundur Massa Demo Mahasiswa di Plaza UOB Dukuh Atas

Diguyur Hujan Deras, Polisi Pukul Mundur Massa Demo Mahasiswa di Plaza UOB Dukuh Atas

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Demo Ricuh di Jogja Meluas hingga Sirip Kepatihan

Demo Ricuh di Jogja Meluas hingga Sirip Kepatihan

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:31 WIB

Malioboro Mencekam! Demo Sumpah Pemuda Berujung Bentrok hingga Malam, Water Cannon Dikerahkan

Malioboro Mencekam! Demo Sumpah Pemuda Berujung Bentrok hingga Malam, Water Cannon Dikerahkan

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:22 WIB

Tak Terbendung di Asia, Giliran Melbourne Victory jadi Korban Keganasan Persib Bandung

Tak Terbendung di Asia, Giliran Melbourne Victory jadi Korban Keganasan Persib Bandung

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:16 WIB

Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah

Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Rayakan Satu Dekade, Big Bad Wolf ICE BSD 2026 Buka 120 Jam Nonstop

Rayakan Satu Dekade, Big Bad Wolf ICE BSD 2026 Buka 120 Jam Nonstop

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:50 WIB

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:39 WIB

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:38 WIB

×