Babak Baru di Koalisi Pendukung Anies: Munculnya Cak Imin dan Isu Pengkhianat

Farah Nabilla | Suara.com

Jum'at, 01 September 2023 | 19:29 WIB
Babak Baru di Koalisi Pendukung Anies: Munculnya Cak Imin dan Isu Pengkhianat
Anies Baswedan bertemu Surya Paloh dan tim 8 Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Kamis (24/8/2023) malam di Grand Hyatt. (Foto: Istimewa)

Suara.com - Gejolak politik di tengah Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) kini kian memuncak bak sebuah drama. 

Adapun kini bergulir isu bahwa Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin diisukan menjadi calon wakil presiden (cawapres) Anies Baswedan

Demokrat sebagai salah satu anggota KPP jauh hari telah mewanti-wanti bahwa ada pengkhianat di tengah koalisi pendukung Anies tersebut.

Kini dugaan Demokrat makin kentara berkat adanya isu bahwa keputusan memilih Cak Imin sebagai cawapres Anies dibuat sepihak oleh pihak NasDem.

Demokrat curigai ada pengkhianat: Tuding halus NasDem?

Drama di tengah KPP disinyalir bermula kala pihak Demokrat mencurigai adanya pengkhianat di antara ketiga anggota KPP.

Kecurigaan tersebut dilayangkan oleh Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief. 

Andi Arief menyebut bahwa ada satu partai yang akan mengkhianati Anies Baswedan. Tudingan tersebut diduga mengarah ke NasDem karena Andi menyebut Demokrat dan PKS akan teguh mendukung Anies, dan tak menyebut nama Demokrat.

"Kami akan terus bersama PKS meski satu partai lain mengkhianati koalisi," tulis Andi melalui akun Twitter pribadinya @Andiarief__ dikutip Selasa (22/8/2023).

Rumor Cak Imin jadi cawapres Anies

Drama kini makin memanas ketika Demokrat mengklaim pihaknya dikhianati lantaran Anies Baswedan akhirnya memilih Cak Imin sebagai pendampingnya. 

Padahal, Demokrat telah lama berharap agar Ketua Umum mereka, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menjadi pilihan Anies.

Rumor Cak Imin jadi cawapres Anies bermula dari klaim sosok Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya.

Riefky menuding bahwa ada permainan politik yang dilancarkan oleh Ketum NasDem Surya Paloh untuk menjodohkan Cak Imin dengan Anies.

Tudingan tersebut senada dengan Paloh dengan Cak Imin di Nasdem Tower, pada Selasa (29/8/2023). 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siasat Cak Imin 'PDKT' ke Semua Capres: Pepet Prabowo, Lirik Ganjar, Terpikat Anies?

Siasat Cak Imin 'PDKT' ke Semua Capres: Pepet Prabowo, Lirik Ganjar, Terpikat Anies?

News | Jum'at, 01 September 2023 | 19:21 WIB

Demokrat Banten Desak DPP Tarik Dukungan ke Anies Baswedan: Teman Koalisi Aja Dikhianati Bagaimana Rakyat?

Demokrat Banten Desak DPP Tarik Dukungan ke Anies Baswedan: Teman Koalisi Aja Dikhianati Bagaimana Rakyat?

Banten | Jum'at, 01 September 2023 | 19:07 WIB

Demokrat Mencak-Mencak, Gerindra Santai, Beda Respons Koalisi Anies Vs Prabowo soal Cak Imin

Demokrat Mencak-Mencak, Gerindra Santai, Beda Respons Koalisi Anies Vs Prabowo soal Cak Imin

News | Jum'at, 01 September 2023 | 19:06 WIB

Demokrat Jangan Sedih Terus Gegara Anies, Pintu PDIP Terbuka Lebar Kalau Mau Gabung!

Demokrat Jangan Sedih Terus Gegara Anies, Pintu PDIP Terbuka Lebar Kalau Mau Gabung!

News | Jum'at, 01 September 2023 | 19:04 WIB

Dugaan Korupsi Sistem Perlindungan TKI di Kemnaker Terjadi Saat Cak Imin jadi Menteri

Dugaan Korupsi Sistem Perlindungan TKI di Kemnaker Terjadi Saat Cak Imin jadi Menteri

News | Jum'at, 01 September 2023 | 19:03 WIB

Terkini

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng NU, Bidik Perlindungan Pekerja Informal Skala Nasional

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng NU, Bidik Perlindungan Pekerja Informal Skala Nasional

News | Sabtu, 25 April 2026 | 13:52 WIB

Ribuan Pelari Ramaikan Adhyaksa International Run 2026, BNI Dukung Sport Tourism di Bali

Ribuan Pelari Ramaikan Adhyaksa International Run 2026, BNI Dukung Sport Tourism di Bali

News | Sabtu, 25 April 2026 | 13:13 WIB

Arab Saudi Belasungkawa Gugurnya Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Akibat Serangan Israel

Arab Saudi Belasungkawa Gugurnya Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Akibat Serangan Israel

News | Sabtu, 25 April 2026 | 13:05 WIB

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

News | Sabtu, 25 April 2026 | 12:03 WIB

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:53 WIB

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:43 WIB

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:33 WIB

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:18 WIB

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:04 WIB

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:00 WIB