Apa Itu Water Mist Generator? Diklaim Ampuh Usir Polusi Udara di Jakarta

Agatha Vidya Nariswari

Minggu, 03 September 2023 | 13:10 WIB
Apa Itu Water Mist Generator? Diklaim Ampuh Usir Polusi Udara di Jakarta
Alat penyemprot air ke udara alias water mist generator terpasang di atas gedung Balai Kota Blok H berlantai 22. pada Jumat (1/9/2023). [Suara.com/Fakhri]

Suara.com - Menurunnya kualitas udara di Jakarta dalam beberapa waktu belakangan masih menjadi perhatian sejumlah pihak. Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperbaiki kualitas udara di Ibu Kota.

Salah satunya dengan menyarankan pada semua pengelola gedung tinggi di Jakarta untuk memasang pompa bertekanan tinggi atau water mist generator untuk menekan polusi di Jakarta.

Usulan itu disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto beberapa waktu lalu.

Menurut Asep, penggunaan water mist generator akan efektif menangani polusi udara dibandingkan hanya dengan menyemprotkan air ke jalan.

Selain lebih efektif, lanjut Asep, penggunaan water mist generator juga lebih murah dibanding menggunakan water canon.

"Makanya itu dibanyakin (water mist) buat saya itu jauh lebih murah. Daripada kalau pakai water canon mau berapa keliling kan, belum airnya mahal, bensinnya mahal," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto kepada awak media di Jakarta, Kamis (31/8/2023).

Lantas apa itu water mist generator yang diklaim lebih ampuh Atasi polusi udara? Berikut ulasannya.

Apa itu water mist generator?

Water mist adalah salah satu teknik pemadaman api yang bisa bekerja secara otomatis ketika terjadi kebakaran dalam ruangan.

baca juga

Sistem ini dinilai mampu menghemat air hingga 100 kali lipat dibanding menggunakan sistem fire sprinker. Sistem pemadaman api ala water mist sudah diakui oleh organisasi kelautan, baik secara domestik maupun internasional.

Tak hanya itu, sistem ini juga telah menjadi standar proteksi kebakaran selama kurang lebih 8-10 tahun.

Sistem water mist juga telah digunakan untuk sejumlah pengaplikasian di sejumlah negara, terutama di Eropa, dimana efektivitasnya sangat diperhitungkan.

Teknologi water mist pertama kali digunakan pada tahun 1940 untuk melindungi ruangan besi dari ancaman kebakaran.

Seiring berjalannya waktu, alat ini juga digunakan sebagai proteksi berbagai ruangan yang berisiko, seperti ruangan berisi cairan mudah terbakar, listrik, perpustakaan, museum dan lainnya.

Bagaimana cara kerja water mist

Sebagian orang mengira cara kerja water mist sama dengan alat pemadam api jenis sprinkle. Padahal ada perbedaan cara kerja pada water mist, yakni ukuran bulir air yang disemprotkan dari nozzle.

Cara kerja water mist generator adalah dengan melakukan pendinginan di area semburan, memblokir suhu panas yang ada di area serta mendorong dan mencegah oksigen masuk ke area api, sehingga kebakaran tidak makiin membesar.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jakarta Darurat Polusi Udara, Perhimpunan Dokter Paru: Perlu Terobosan "Out of The Box"

Jakarta Darurat Polusi Udara, Perhimpunan Dokter Paru: Perlu Terobosan "Out of The Box"

News | Minggu, 03 September 2023 | 12:16 WIB

Sandiaga Uno: Harus Serius Tangani Polusi Udara karena Berdampak ke Pariwisata

Sandiaga Uno: Harus Serius Tangani Polusi Udara karena Berdampak ke Pariwisata

Video | Minggu, 03 September 2023 | 09:00 WIB

5 Tips Memilih Masker yang Tepat di Tengah Polusi Udara yang Kian Memburuk

5 Tips Memilih Masker yang Tepat di Tengah Polusi Udara yang Kian Memburuk

Your Say | Sabtu, 02 September 2023 | 21:40 WIB

6 Aksi yang Bisa Dilakukan Generasi Z untuk Lawan Polusi, Sudah Coba?

6 Aksi yang Bisa Dilakukan Generasi Z untuk Lawan Polusi, Sudah Coba?

Your Say | Sabtu, 02 September 2023 | 12:20 WIB

Kurangi Polusi Udara dari Atas Gedung Balai Kota, Pemprov DKI Mulai Operasikan Water Mist

Kurangi Polusi Udara dari Atas Gedung Balai Kota, Pemprov DKI Mulai Operasikan Water Mist

Video | Sabtu, 02 September 2023 | 11:00 WIB

Terkini

Sidang Perdana Digelar, Roy Suryo cs: Jaksa Tak Punya Nyali Datangkan Jokowi Jadi Saksi

Sidang Perdana Digelar, Roy Suryo cs: Jaksa Tak Punya Nyali Datangkan Jokowi Jadi Saksi

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:51 WIB

Financial Anxiety: Saat Memikirkan Uang Lebih Melelahkan dari Mencari Uang

Financial Anxiety: Saat Memikirkan Uang Lebih Melelahkan dari Mencari Uang

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 17:45 WIB

SAR Perluas Pencarian 129 Penumpang KM Virgo Transport 8

SAR Perluas Pencarian 129 Penumpang KM Virgo Transport 8

Foto | Kamis, 17 September 2026 | 17:42 WIB

Tren Aplikasi Ringkasan Buku: Solusi Hemat Waktu atau Ancaman Daya Kritis?

Tren Aplikasi Ringkasan Buku: Solusi Hemat Waktu atau Ancaman Daya Kritis?

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 17:40 WIB

Akui Data Bansos Belum Akurat, Mensos Janji Tuntaskan Aduan Warga dalam Sepekan

Akui Data Bansos Belum Akurat, Mensos Janji Tuntaskan Aduan Warga dalam Sepekan

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:37 WIB

Daftar Penerima MBG Dirombak, 1.653 Sekolah Dicoret!

Daftar Penerima MBG Dirombak, 1.653 Sekolah Dicoret!

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:36 WIB

Soal Beras Fortifikasi Palsu: Pakar UGM Sebut Tak Bisa Dibedakan dengan Mata dan Lidah

Soal Beras Fortifikasi Palsu: Pakar UGM Sebut Tak Bisa Dibedakan dengan Mata dan Lidah

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:32 WIB

Draf Regulasi Tak Kunjung Diproses Setneg, Natalius Pigai Mengaku Sudah Hopeless

Draf Regulasi Tak Kunjung Diproses Setneg, Natalius Pigai Mengaku Sudah Hopeless

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:25 WIB

Pembahasan RUU Pemilu Masih Tahap Awal, DPR Tegaskan Belum Ada Keputusan

Pembahasan RUU Pemilu Masih Tahap Awal, DPR Tegaskan Belum Ada Keputusan

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:20 WIB

Prabowo Silakan KPK Tindak Anak Buah, Jubir Sebut Korupsi Mencekik Pelayanan Publik

Prabowo Silakan KPK Tindak Anak Buah, Jubir Sebut Korupsi Mencekik Pelayanan Publik

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:17 WIB

×