Mengenal Virus Nipah: Penyebab, Gejala, Cara Penularan dan Pengobatan

Agatha Vidya Nariswari

Selasa, 19 September 2023 | 08:12 WIB
Mengenal Virus Nipah: Penyebab, Gejala, Cara Penularan dan Pengobatan
Ilustrasi Virus (pixabay.com)

Suara.com - Belakangan ini virus Nipah hangat diperbincangkan publik lantaran adanya berita mengenai kematian dua warga negara India akibat terpapar virus tersebut.

Kabar itu membuat beragam spekulasi, bahkan ada yang menyebut penyebaran virus Nipah berpotensi membawa dunia ke pandemi layaknya Covid 19 beberapa waktu lalu.

Lantas seperti apakah virus Nipah itu dan seperti apa penularan dan cara mencegahnya? Simak ulasannya berikut ini.

Virus Nipah disebut juga dengan istilah NIV yang merupakan virus zoonotik yang menular dari hewan ke manusia. Virus ini bisa menular melalui makanan yang terpapar dan juga kontak antar-manusia.

Sumber atau inang alami virus Nipah adalah hewan kelelawar buah yang berasal dari famili Pteropodidae.

Pertama kali virus Nipah ditemukan

Virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada 1999 lalu di Singapura dan Malaysia. Ketika itu, virus ini menyerang para peternak babi yang mengalami kontak erat dengan hewan pembawanya.

Pada 2001, wabah virus Nipah juga terjadi di Bangladesh dan India. Sumber penularannya berasal dari buah atau produk buah yang dikonsumsi manusia. Buah tersebut terkontaminasi dengan urine atau air liur kelelawar yang terinfeksi.

Cara penularan virus Nipah

baca juga

Virus ini pada dasarnya menular melalui cairan tubuh seperti darah, urine, dan air liur hewan yang terinfeksi. Adapun kontak dengan hewan yang terinfeksi juga dapat meningkatkan risiko penularan.

Penularan virus Nipah juga bisa terjadi lewat makanan yang terkontaminasi cairan hewan yang terinfeksi, misalnya buah-buahan yang terkena air liur kelelawar yang membawa virus tersebut.

Selain itu, virus Nipah juga bisa menular dari manusia ke manusia sebagaimana dilaporkan terjadi di antara keluarga atau perawat pasien yang terinfeksi.

Tanda-tanda terinfeksi virus Nipah

Jika terinfeksi virus Nipah, maka seseorang dapat terkena berbagai penyakit mulai dari infeksi asimtomatik tanpa gejala, hingga penyakit pernapasan akut dan ensefalitis atau radang otak.

Menurut WHO, gejala awal seseorang terinfeksi virus Nipah di antaranya demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah hingga sakit tenggorokan.

Gejala-gejala di atas dapat diikuti dengan rasa kantuk, berubahnya kesadaran dan tanda-tanda neurologis yang mengarah pada ensefalitis akut.

Adapun ensefalitis dan kejang pada orang yang terpapar virus Nipah bisa terjadi pada kasus yang parah dan bisa berkembang menjadi koma dalam waktu 24 hingga 48 jam.

Pengobatan orang terpapar virus Nipah

Hingga kini belum ditemukan pengobatan adekuat yang tersedia untuk seseorang yang terinfeksi virus Nipah.

Adapun pengobatan yang bisa dilakukan yakni perawatan terbatas pada perawatan suportif, termasuk istirahat, hidrasi dan pengobatan terhadap gejala yang terjadi.

Meski begitu ada perawatan imunoterapi yang kini tengah dikembangkan dan dievaluasi sebagai cara untuk pengobatan infeksi virus Nipah.

Cara mengurangi risiko penularan virus Nipah

Karena belum ditemukan pengobatan yang efektif untuk menyembuhkan infeksi virus Nipah, cara-cara untuk mengurangi risiko penularan virus tersebut bisa dilakukan.

1. Selalu cuci bersih buah dan kupas sebelum dikonsumsi.

2. Jangan konsumsi buah yang terdapat tanda gigitan kelelawar.

3. Gunakan sarung tangan dan pakaian pelindung lainnya ketika menangani hewan yang sakit.

4. Sebisa mungkin hindari kontak dengan hewan yang terinfeksi.

5. Biasakan cuci tangan secara teratur setelah merawat atau mengunjungi orang yang terinfeksi virus Nipah.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Virus Nipah, Lebih Mematikan dari COVID-19?

Mengenal Virus Nipah, Lebih Mematikan dari COVID-19?

Your Say | Senin, 18 September 2023 | 10:58 WIB

Heboh Kemunculan Virus Nipah di Kerala India, Lebih Bahaya dari Covid-19

Heboh Kemunculan Virus Nipah di Kerala India, Lebih Bahaya dari Covid-19

Your Say | Senin, 18 September 2023 | 09:38 WIB

Marc Marquez Isyaratkan akan Umumkan Soal Masa Depannya di MotoGP India, Ada 3 Opsi

Marc Marquez Isyaratkan akan Umumkan Soal Masa Depannya di MotoGP India, Ada 3 Opsi

Sport | Kamis, 14 September 2023 | 12:57 WIB

Warga India Lakukan Modus Penipuan Impor Daging Kerbau di Indonesia

Warga India Lakukan Modus Penipuan Impor Daging Kerbau di Indonesia

Bisnis | Rabu, 13 September 2023 | 16:21 WIB

Korban Pembatasan Eksor India, Rakyat ASEAN Terancam Tak Makan Nasi

Korban Pembatasan Eksor India, Rakyat ASEAN Terancam Tak Makan Nasi

Bisnis | Selasa, 12 September 2023 | 14:55 WIB

Terkini

Spesial Nasabah BRI! Nikmati Diskon Perawatan di Befabs Clinic hingga Akhir Tahun

Spesial Nasabah BRI! Nikmati Diskon Perawatan di Befabs Clinic hingga Akhir Tahun

Bri | Jum'at, 11 September 2026 | 16:41 WIB

Polisi Punya Dapur Terbanyak, Pakar: Jangan Tutup Mata Soal Kasus Keracunan MBG!

Polisi Punya Dapur Terbanyak, Pakar: Jangan Tutup Mata Soal Kasus Keracunan MBG!

News | Jum'at, 11 September 2026 | 16:41 WIB

Purbaya Bantah Kantongi Rp 100 Miliar dari Jual Beli Jabatan Kemenkeu

Purbaya Bantah Kantongi Rp 100 Miliar dari Jual Beli Jabatan Kemenkeu

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 16:41 WIB

Pelampung yang Ditemukan Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1, 5 Jurnalis Masih Dicari

Pelampung yang Ditemukan Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1, 5 Jurnalis Masih Dicari

News | Jum'at, 11 September 2026 | 16:38 WIB

Bikin Siswa Makin Bodoh, Denmark Larang HP di Sekolah

Bikin Siswa Makin Bodoh, Denmark Larang HP di Sekolah

News | Jum'at, 11 September 2026 | 16:37 WIB

Ngopi di Excelso Dapat Cashback Rp50.000 dari BRI, Begini Caranya!

Ngopi di Excelso Dapat Cashback Rp50.000 dari BRI, Begini Caranya!

Bri | Jum'at, 11 September 2026 | 16:33 WIB

Gus Ipul Ajak SDM Sekolah Rakyat Jadi Agen Perlinsos

Gus Ipul Ajak SDM Sekolah Rakyat Jadi Agen Perlinsos

News | Jum'at, 11 September 2026 | 16:32 WIB

59 Orang Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi, Komnas HAM Minta Dudung Lapor ke Prabowo soal Papua

59 Orang Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi, Komnas HAM Minta Dudung Lapor ke Prabowo soal Papua

News | Jum'at, 11 September 2026 | 16:32 WIB

Mantra untuk Cinta dan Brengseknya Dunia: Ketika Sebuah Buku Jadi Penyelamat

Mantra untuk Cinta dan Brengseknya Dunia: Ketika Sebuah Buku Jadi Penyelamat

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 16:30 WIB

Ini 6 Mobil Bekas yang Harganya Stabil dan Paling Banyak Dicari

Ini 6 Mobil Bekas yang Harganya Stabil dan Paling Banyak Dicari

Otomotif | Jum'at, 11 September 2026 | 16:29 WIB

×