Bikin Siswa Makin Bodoh, Denmark Larang HP di Sekolah

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 11 September 2026 | 16:37 WIB
Bikin Siswa Makin Bodoh, Denmark Larang HP di Sekolah
Aplikasi Twitter pada telepon seluler pintar iPhone (Shutterstock).
baca 10 detik
  • Denmark melarang penggunaan ponsel di sekolah saat jam pelajaran maupun waktu istirahat.

  • Kebijakan ini dipicu oleh anjloknya skor PISA Denmark hingga di bawah rata-rata Eropa.

  • Perdana Menteri Denmark menilai paparan layar digital berlebih merusak hasil belajar anak.

Suara.com - Pemerintah Denmark resmi mengajukan larangan total penggunaan telepon seluler bagi seluruh siswa di area sekolah. Kebijakan tegas ini mencakup penghentian akses gadget, baik selama kegiatan belajar mengajar di kelas maupun saat jam istirahat.

Langkah drastis ini diambil sebagai respons langsung atas kemerosotan tajam performa akademis pelajar Denmark di tingkat internasional. Krisis capaian pendidikan tersebut terungkap usai laporan terbaru PISA menunjukkan penurunan skor yang sangat signifikan.

Fenomena ketergantungan layar digital ditengarai menjadi pemicu utama di balik merosotnya kemampuan literasi dan numerasi generasi muda. Pemerintah menilai pembatasan ruang gerak teknologi pintar di lingkungan sekolah menjadi solusi mendesak untuk memulihkan fokus belajar.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menegaskan komitmennya untuk membersihkan lingkungan pendidikan dari gangguan perangkat elektronik.

"Pemerintah ini mengusulkan larangan total terhadap telepon seluler," tegas Frederiksen dalam sebuah konferensi pers, dikutip dari Spotmedia, Jumat (11/9/2026).

Keputusan besar ini mengemuka tepat setelah Organisasi untuk Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) merilis hasil evaluasi pendidikan triatlonnya. Dalam riset internasional tersebut, skor kompetensi para pelajar Denmark tercatat merosot hingga menyentuh angka 478 poin.

Capaian angka tersebut menempatkan Denmark berada di bawah rerata kemampuan siswa di kawasan Eropa yang mencapai 482 poin. Anjloknya peringkat ini menjadi alarm keras bagi sistem pendidikan nasional yang sebelumnya dikenal sangat berbasis digital.

Menteri Pendidikan Magnus Heunicke menyampaikan keprihatinan mendalam atas temuan data evaluasi PISA terbaru tersebut. "Hasil dalam membaca, matematika, dan sains adalah yang terlemah yang pernah diukur," ungkap Heunicke menanggapi pengumuman studi PISA.

Ia menilai keterhubungan yang terlalu tinggi dengan dunia maya telah mengikis kualitas pembelajaran anak secara fundamental. Senada dengan hal itu, Frederiksen meyakini ada korelasi langsung antara paparan gawai dan penurunan prestasi belajar.

baca juga

"Saya yakin hasil tersebut berkaitan erat dengan fakta bahwa di Denmark, kita memiliki beberapa anak yang paling terhubung secara digital," kata pemimpin pemerintah tersebut.

Frederiksen juga menyoroti kelalaian generasi tua dalam membatasi akses gawai pada anak-anak sejak dini.

"Kita, sebagai orang dewasa, telah membiarkan anak-anak dan kaum muda menghabiskan terlalu banyak jam di depan layar," sesalnya.

Upaya untuk mendisiplinkan penggunaan telepon seluler di ranah pendidikan sebenarnya bukan hal yang baru bagi pemerintah Denmark. Wacana regulasi pembatasan gadget sudah pernah masuk dalam agenda pembahasan kabinet kepemimpinan Mette Frederiksen terdahulu.

Namun, draf aturan yang lalu tidak sampai diperdebatkan di tingkat parlemen nasional. Rancangan aturan sebelumnya hanya sebatas mewajibkan dewan sekolah menyusun petunjuk teknis lokal terkait penyitaan ponsel di lembaga masing-masing.

Kegagalan penerapan aturan mandiri di tingkat sekolah kini mendorong pemerintah mengambil alih kebijakan secara terpusat dan menyeluruh. Pembatasan ponsel ini juga melengkapi rencana undang-undang lain yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah umur 15 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Pemegang KJP, Pramono Buka Peluang Semua Pelajar Bisa Naik Transjakarta Gratis

Tak Hanya Pemegang KJP, Pramono Buka Peluang Semua Pelajar Bisa Naik Transjakarta Gratis

News | Jum'at, 11 September 2026 | 13:48 WIB

Pesan Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Harus Dikawal Sebagai Program Strategis

Pesan Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Harus Dikawal Sebagai Program Strategis

News | Jum'at, 11 September 2026 | 12:22 WIB

Tak Tepat Sasaran! BGN Coret 1.653 Sekolah Elite dari Program MBG

Tak Tepat Sasaran! BGN Coret 1.653 Sekolah Elite dari Program MBG

News | Jum'at, 11 September 2026 | 10:14 WIB

Terkini

Kemendagri Evaluasi Layanan Satyalancana Karya Satya Bagi PNS Daerah

Kemendagri Evaluasi Layanan Satyalancana Karya Satya Bagi PNS Daerah

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Baby Oil Bisa Dipakai Apa Aja? Ini Efeknya untuk Kulit Anak dan Orang Dewasa

Baby Oil Bisa Dipakai Apa Aja? Ini Efeknya untuk Kulit Anak dan Orang Dewasa

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebebasan Pers di Indonesia Disorot Lembaga Dunia

Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebebasan Pers di Indonesia Disorot Lembaga Dunia

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:47 WIB

Negara Kekurangan Lapangan Kerja, Rakyat Disuruh Berwirausaha

Negara Kekurangan Lapangan Kerja, Rakyat Disuruh Berwirausaha

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Malaysia Kaji Rencana Proyek Kereta Api Trans-Borneo Hubungkan Kalimantan hingga Brunei

Malaysia Kaji Rencana Proyek Kereta Api Trans-Borneo Hubungkan Kalimantan hingga Brunei

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:43 WIB

Tanda Tanya Kapolri Kompak Pindah Tiga Mantan Kapolresta Solo ke Lemdiklat

Tanda Tanya Kapolri Kompak Pindah Tiga Mantan Kapolresta Solo ke Lemdiklat

Jakarta | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:41 WIB

Prabowo Setuju Bantuan Asing Tangani Karhutla, BPNB: Kita Lihat Bantuan Apa Saja

Prabowo Setuju Bantuan Asing Tangani Karhutla, BPNB: Kita Lihat Bantuan Apa Saja

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Jejak Akademis dan Desa, Rektor IPB Alim Setiawan Slamet Kini Resmi Jabat Wamentan

Jejak Akademis dan Desa, Rektor IPB Alim Setiawan Slamet Kini Resmi Jabat Wamentan

Bogor | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:39 WIB

Wacana Pemakzulan Gibran Macet di DPR dan Istana, Elite Politik Masih Wait and See

Wacana Pemakzulan Gibran Macet di DPR dan Istana, Elite Politik Masih Wait and See

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:38 WIB

Penyerangan Bersenjata di Kampung Ambon, Polisi Uji Balistik Selongsong Peluru

Penyerangan Bersenjata di Kampung Ambon, Polisi Uji Balistik Selongsong Peluru

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:35 WIB

×