- Kapolda Banten menyatakan pelampung temuan hari ketiga bukan milik Kapal Arupadhatu 1 yang membawa jurnalis.
- Keberadaan Kapal Arupadhatu 1 beserta lima jurnalis masih belum diketahui setelah pencarian berlanjut ke hari keempat.
- Basarnas mengerahkan tiga belas kapal untuk menyisir empat sektor wilayah perairan dalam operasi pencarian lanjutan.
Suara.com - Temuan life jacket dan pelampung dalam pencarian hari ketiga dipastikan bukan milik Kapal Arupadhatu 1 yang membawa tim jurnalis saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan kepastian tersebut diperoleh setelah polisi memeriksa temuan benda keselamatan dan meminta keterangan pemilik kapal, Sandi.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan (pelampung) bukan merupakan milik Kapal Arupadhatu 1 yang sampai sekarang belum ditemukan. Life jacket warna oranye dan pelampung warna putih bukan alat-alat keselamatan yang dimiliki oleh kapal Arupadhatu," katanya di Pos SAR Dermaga Marina Carita, Pandeglang, Banten, Jumat.
Keterangan tersebut diperkuat Sandi yang memastikan pelampung yang ditemukan KAL Anyer I-3-64 pada operasi pencarian hari ketiga bukan bagian dari peralatan keselamatan Kapal Arupadhatu 1.
"Saya tadi sudah dimintai keterangan oleh pihak yang berwajib, boleh Polairud, saya pastikan (pelampung) bukan milik saya," ujar dia.
Sandi mengatakan kapal yang disewakan kepada tim jurnalis telah dilengkapi peralatan keselamatan dalam jumlah yang cukup.
"Saya tidak bisa memastikan life jacket, karena warnanya (di masing-masing kapal) beragam, ada biru, merah, tapi itu minimal ada 10 karena life jacket itu kalau milik kita untuk wisata, itu digunakan untuk snorkeling oleh tamu-tamu, jadi, dipastikan lebih dari 10," tuturnya.
Dengan dipastikannya temuan pelampung bukan milik Kapal Arupadhatu 1, keberadaan kapal yang membawa lima jurnalis tersebut hingga kini masih belum diketahui.
Pencarian pun berlanjut memasuki hari keempat. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan 13 kapal untuk menyisir perairan di empat sektor.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan belasan kapal tersebut berasal dari sejumlah unsur yang terlibat dalam operasi pencarian.
"Untuk hari ini, kami menggerakkan 13 alutsista yang terbagi dalam empat sektor," katanya.
Ke-13 alutsista yang dikerahkan yakni KRI Kerambit 627, KN SAR Tetuka, KP Hayabusa, KN SAR Basudewa, KRI Leuser 924, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RBB P Peucang, RIB Lampung, KAL Pahowang, TB Gunung Santri, dan KRI Lepu.