5 Alasan WALHI Kecam Beach Club Bekizart Milik Raffi Ahmad di Gunungkidul, Terancam Kehilangan Status UNESCO!

Rifan Aditya

Kamis, 28 Desember 2023 | 15:11 WIB
5 Alasan WALHI Kecam Beach Club Bekizart Milik Raffi Ahmad di Gunungkidul, Terancam Kehilangan Status UNESCO!
Raffi Ahmaddi beach club jogja (Ig/@raffinagita1717) - 5 Alasan WALHI Kecam Beach Club Bekizart Milik Raffi Ahmad di Gunungkidul, Terancam Kehilangan Status UNESCO!

Suara.com - Raffi Ahmad bersama Arbi Leo baru saja melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan Resort dan Beach Club Bekizart pada Sabtu (16/12/ 2023) lalu. Namun, hal itu dikecam oleh Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Yogyakarta, Gandar Mahojwala. Lalu apa alasan?

Dikutip dari berbagai sumber dan situs resmi milik WALHI, berikut penjelasan beberapa poin alasan WALHI mengecam beach club Bekizart milik Raffi Ahmad yang akan dibangun di Gunungkidul, Yogyakarta.

1. Dibangun di Kawasan Penyimpanan Air

Resort dan Beach Club Bekizart milik Raffi Ahmad tersebut rencananya akan berisi 300 villa dan tiga restoran. Project PT. Agung Rans Bersahaja Indonesia (ARBI) ini akan dibangun di pantai Krakal, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul.

Bangunan seluas 10 hektar tersebut nantinya akan dibangun di atas wilayah Kawasan Bentangan Alam Karst (KBAK) Gunung Sewu bagian timur yang merupakan kawasan yang dilindungi. 

Menurut Gandar Mahojwala, alasan pihak WALHI mengecam pembangunan beach club oleh Raffi Ahmad ini karena pembangunan tersebut berada di Kawasan Bentangan Alam Karst (KBAK) yang dapat difungsikan sebagai penyimpanan air untuk kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan Permen Nomor 17 tahun 2012, Kawasan Bentang Alam Karst termasuk kawasan lindung geologi sebagai bagian dari kawasan lindung nasional.

Ini berarti bahwa pemanfaatan wilayahnya tidak boleh berpotensi merusak kawasan bentang alam karst. Sehingga pembangunan tersebut memiliki risiko terhadap kerusakan lingkungan di sekitarnya.

2. Zona Rawan Banjir dan Longsor

baca juga

Hancurnya  bukit karst dapat menimbulkan kerusakan daya tampung dan daya dukung air. Pada peta KBAK Gunung Sewu bagian Timur, khususnya wilayah Tanjungsari, mempunyai zona-zona rawan bencana banjir dan zona rawan bencana longsor yang tinggi.

Pembangunan Beach Club Bekizart yang cukup luas tersebut dapat memperbesar potensi terjadinya banjir dan longsor karena hilangnya daya dukung dan daya tampung di wilayah Gunung Sewu.

Terkait langkah yang akan diambil oleh pihak WALHI, Gandara belum menjelaskan detailnya. Ia hanya menuturkan saat ini akan berkoordinasi dengan pihak akademisi dan ahli Karst soal rencana pembangunan beach club tersebut.

3. Terancam Kehilangan Status dari UNESCO

Gandara juga menegaskan jika pembangunan beach club tersebut tetap berlanjut, maka pemerintah Yogyakarta akan merugi sebab bisa kehilangan status UNESCO Global Geopark untuk Gunung Sewu di Gunung Kidul Yogyakarta yang tahun ini telah mendapatkan sertifikasi lagi.

4. Wilayah Rawan Kekeringan

Mengutip dari walhi-jogja.or.id, wilayah Pantai Krakal berada di dalam zona perlindungan air tanah. Sebab disana terdapat sungai bawah tanah dan mata air bawah tanah yang menjadi cadangan air bagi warga di sekitar.

Meskipun begitu, kapanewon Tanjungsari juga termasuk wilayah yang rawan kekeringan. Khawatirnya, pembangunan resort dan beach club Raffi Ahmad yang mulai dibangun pada tahun 2024 nanti akan semakin memperparah kekeringan di kapanewon Tanjungsari.

5. Investasi di Gunungkidul Sudah Melebihi Target

WALHI berpendapat investasi yang dilakukan Raffi Ahmad di pantai Krakal tidak bisa lepas dari campur tangan pemerintah setempat. Padahal, investasi di Gunungkidul sudah lebihi target.

Pada 2023 data DPMPTSP menyebut, target investasi adalah Rp. 447 miliar, namun angka ini sudah tercapai pada pertengahan November. Yang mana kini sudah mencapai Rp. 451,4 miliar. Investasi yang masuk kebanyakan dari sektor pariwisata.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menghimbau warga agar tidak menjual tanahnya ke investor dari luar Gunungkidul. Namun, WAlHI merasa ada kelonggara investasi di Gunungkidul yang menjadi kontradiksi dari himbauan yang ditujukan ke warga tersebut.

Alih-alih menggenjot investasi terus-menerus, WALHI menyarankan pemerintah setempat untuk mengatasi masalah kekeringan di Gunungkidul.

Itulah beberapa alasan WALHI mengecam pembangunan villa dan beach club Bekizart milik Raffi Ahmad di kawasan pantai Krakal, Gunungkidul, Yogyakarta.  

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arbi Leo Pengusaha Apa? Rekan Bisnis Raffi Ahmad Bangun Beach Club di Jogja Ternyata Bos Titanium

Arbi Leo Pengusaha Apa? Rekan Bisnis Raffi Ahmad Bangun Beach Club di Jogja Ternyata Bos Titanium

Bisnis | Kamis, 28 Desember 2023 | 14:48 WIB

Gurita Bisnis Raffi Ahmad di Yogyakarta: Dirikan Klub Sepak Bola, Kini akan Bangun Beach Club

Gurita Bisnis Raffi Ahmad di Yogyakarta: Dirikan Klub Sepak Bola, Kini akan Bangun Beach Club

Bola | Kamis, 28 Desember 2023 | 13:12 WIB

Polemik Beach Club Raffi Ahmad di Gunungkidul

Polemik Beach Club Raffi Ahmad di Gunungkidul

Lifestyle | Kamis, 28 Desember 2023 | 14:03 WIB

Terkini

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:10 WIB

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 08:06 WIB

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 08:05 WIB

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:00 WIB

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:45 WIB

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:40 WIB

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:25 WIB

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:22 WIB

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:15 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:09 WIB

×