Pelaku Usaha Sebut Program Makan Siang Gratis Dapat Menjadi Stimulus Pergerakan Ekonomi Lokal

Iman Firmansyah

Kamis, 01 Februari 2024 | 08:05 WIB
Pelaku Usaha Sebut Program Makan Siang Gratis Dapat Menjadi Stimulus Pergerakan Ekonomi Lokal
(Dok: Istimewa)

Suara.com - Program makan siang gratis bagi anak sekolah dan santri dinilai tidak hanya mengatasi masalah gizi anak usia sekolah, namun juga dapat menjadi stimulus bagi bergeraknya roda perekonomian lokal.

Karena, untuk menyediakan makan siang tersebut, harus digerakkan rantai pasok mulai dari petani, peternak, nelayan, pedagang pasar, UMKM, hingga komunitas ibu-ibu orang tua murid. Setiap mata rantai dalam proses adalah usaha yang memberi potensi pendapatan bagi pelakunya.

Demikian disampaikan Ketua Umum Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI), Iden Gobel menanggapi program makan siang gratis Prabowo-Gibran, di Jakarta, Senin (29/1/2024).

“Saya memandangnya dari sudut pandang pelaku usaha. Program ini memberi multiplier effect bagi rakyat. Ibaratnya, pemerintah menyuntik dana untuk gizi anak sekolah melalui APBN, dan di dalam penyediaannya ekonomi lokal dan ekonomi rakyat bergerak. Ibu-ibu orang tua murid dapat kami latih mengenai cara mengolah dan menyajikan makanan sesuai standar keamanan pangan, tukang sayur mendapat 2 order yang konsisten sepanjang tahun, dan ini menyemangati petani sayur untuk lebih produktif. Ini akan menjadi gerakan ekonomi yang dahsyat,” tambah Iden.

Wakil Sekretaris Jenderal II PPJI Budi Syahmenan menjelaskan, akan ada dua arus pergerakan ekonomi. Pertama, pemerintah menyuntikkan sekitar Rp400 triliun melalui APBN. Ini akan menjadi stimulus bergeraknya ekonomi lokal mulai dari komunitas ibu-ibu, orang tua murid, pengusaha jasaboga lokal, pedagang pasar, hingga petani, peternak, dan nelayan.

“Selain itu ada arus gerakan ekonomi lain yang disebabkan oleh penghematan ekonomi rumah tangga karena ibu-ibu berkurang kewajiban porsi yang harus dia sediakan setiap harinya. Program ini bukan soal makan dan gizi, tapi gerakan ekonomi lokal,” kata Budi.

Budi menjelaskan manfaat ekonomi tersebut telah disosialisasikan dalam acara Simulasi Penyajian Makanan Sehat, Bergizi, Terjangkau yang telah berjalan di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah, yakni Semarang, Kendal, Tegal, Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Demak, Sukoharjo, dan Boyolali. Simulasi ini akan dilanjutkan ke Yogyakarta dan titik-titik lain di Jawa Tengah hingga masa kampanye berakhir. Simulasi ini dilaksanakan oleh relawan Aksi Sahabat Gibran (AksiBaGi), kelompok relawan yang memang fokus dalam sosialisasi program makan siang gratis PrabowoGibran kepada masyarakat.

“Bersama chef dan pelaku usaha boga kami sudah menghitung bahwa dengan Rp15.000 sampai Rp18.000, kita sudah bisa menyediakan makanan bergizi sesuai Pedoman Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan,” papar Budi.

Budi memberi ilustrasi, jika satu kali makan membutuhkan Rp15.000, maka dalam 25 hari sekolah akan ada penghematan sebesar Rp375.000 per bulan. Angka yang tampak sepele akan jadi fantastis jika diakumulasikan secara nasional per tahun. Dengan jumlah mulai dari SD hingga SMA dan SMK sebanyak 44,2 juta siswa, maka akumulasi penghematan dalam setahun mencapai Rp198,9 triliun.

baca juga

“Bisa kita hitung cepat, dengan mempertimbangkan beberapa faktor lain, agregat penghematan biaya rumah tangga bisa mencapai Rp200 triliun. Ini baru siswa sekolah formal, belum termasuk santri dan yang lainnya. Ini penggerak ekonomi baru,” jelas Budi.

Dalam setiap acara simulasi makan sehat, para profesional dari PPJI menyajikan variasi karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran dan buah-buahan yang dapat dipadu padan untuk menyusun menu dalam satu pekan. Dalam acara tersebut juga ditunjukkan bahwa makanan bergizi tetaplah terasa lezat dan terjangkau, dengan resep-resep yang inovatif yang menggunakan bahan-bahan lokal yang mudah didapat.

“Program makan siang gratis ini akan menjadi gerakan yang meluas dan melibatkan semua kalangan, mulai dari ibu-ibu orang tua murid, PKK, UMKM, pedagang pasar, hingga pelaku usaha lokal. Dampak ekonominya sangat besar,” pungkas Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tuhan Telah Mengatur Rezeki Manusia dalam Buku 'Agar Dimudahkan Rezeki'

Tuhan Telah Mengatur Rezeki Manusia dalam Buku 'Agar Dimudahkan Rezeki'

Your Say | Kamis, 01 Februari 2024 | 19:14 WIB

3 Risiko Medis dari Penggunaan Pengharum Ruangan Secara Berlebihan

3 Risiko Medis dari Penggunaan Pengharum Ruangan Secara Berlebihan

Your Say | Kamis, 01 Februari 2024 | 17:30 WIB

3 Tips Mengatasi Kulit Belang, Salah Satunya Pakai Gel Lidah Buaya

3 Tips Mengatasi Kulit Belang, Salah Satunya Pakai Gel Lidah Buaya

Your Say | Kamis, 01 Februari 2024 | 09:08 WIB

Eka Hospital Luncurkan ALIVE, Klinik Layanan Alergi, Imunologi, Autoimun dan Vaksin

Eka Hospital Luncurkan ALIVE, Klinik Layanan Alergi, Imunologi, Autoimun dan Vaksin

Health | Rabu, 31 Januari 2024 | 15:49 WIB

Mudah Diperoleh, Ini 3 Obat Alami Pereda Batuk Kering

Mudah Diperoleh, Ini 3 Obat Alami Pereda Batuk Kering

Your Say | Rabu, 31 Januari 2024 | 14:28 WIB

Bukan Harta Lagi, Luna Maya Ungkap Keinginannya di Usia 40 Tahun: Aku Sangat Sakit...

Bukan Harta Lagi, Luna Maya Ungkap Keinginannya di Usia 40 Tahun: Aku Sangat Sakit...

Lifestyle | Selasa, 30 Januari 2024 | 17:24 WIB

Terkini

Industri Kecantikan Lokal Terus Tumbuh, Inovasi Brand Lokal Makin Tak Terbendung

Industri Kecantikan Lokal Terus Tumbuh, Inovasi Brand Lokal Makin Tak Terbendung

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:12 WIB

Daftar 6 Perusahaan Sampah yang Baru Disanksi DKI Jakarta, Total 11 Jasa Angkutan Kena

Daftar 6 Perusahaan Sampah yang Baru Disanksi DKI Jakarta, Total 11 Jasa Angkutan Kena

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:12 WIB

Nasaruddin Umar Tak Ikut Bursa Ketum PBNU, Pengamat: Momentum Jaga Independensi NU

Nasaruddin Umar Tak Ikut Bursa Ketum PBNU, Pengamat: Momentum Jaga Independensi NU

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:11 WIB

Testimoni Pakar: Benarkah Kijang Innova Zenix Hybrid Mobil Keluarga Impian yang Sempurna?

Testimoni Pakar: Benarkah Kijang Innova Zenix Hybrid Mobil Keluarga Impian yang Sempurna?

Otomotif | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:11 WIB

Dari Hackathon ke Industri, Ericsson dan Komdigi Bangun Jalur Baru bagi Inovasi 5G dan AI

Dari Hackathon ke Industri, Ericsson dan Komdigi Bangun Jalur Baru bagi Inovasi 5G dan AI

Tekno | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:08 WIB

Rampung Disusun Pemerintah, Ini Batasan Kewarganegaraan Ganda Terbatas yang Segera Dibahas DPR

Rampung Disusun Pemerintah, Ini Batasan Kewarganegaraan Ganda Terbatas yang Segera Dibahas DPR

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:05 WIB

Nepal Terancam Banjir Bandang Susulan, Bendungan Danau Tibet Berisiko Jebol

Nepal Terancam Banjir Bandang Susulan, Bendungan Danau Tibet Berisiko Jebol

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:59 WIB

Pertumbuhan Ekonomi dan Ilusi Keberhasilan Pembangunan

Pertumbuhan Ekonomi dan Ilusi Keberhasilan Pembangunan

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:59 WIB

Ahmad Muzani Ungkap Keinginan Presiden Prabowo: PPHN Sebaiknya Diatur Lewat TAP MPR

Ahmad Muzani Ungkap Keinginan Presiden Prabowo: PPHN Sebaiknya Diatur Lewat TAP MPR

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:53 WIB

Dalih BPS Masukkan Tukang Becak ke Desil 9

Dalih BPS Masukkan Tukang Becak ke Desil 9

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:48 WIB

×