Soal boikot produk terafiliasi Israel, Suroto mengakui upaya itu tidak mudah langsung dilakukan secara massif selama tidak ada kebijakan fundamental.
"Kita sudah berulang kali melakukan boikot, tapi tidak pernah fundamental dan dilakukan secara permanen. Padahal ini momentum yang baik dalam membangun fondasi perlawanan serius dgn mencintai produk lokal. Jangan cuma slogan," ungkapnya.
Di kubu Relawan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) Zulkifli mengklaim komitmen pasangan 01 sangat jelas dalam menentang agresi Israel ke Gaza, Palestina? Bahkan dalam demo pro Palestina, hanya Anies Baswedan satu-satunyanya capres yang datang.
"Artinya, jelas bahwa kami mendukung kemerdekaan Palestina. Hentikan serangan Israel, termasuk dengan cara boikot produk yang terafiliasi dengan Israel. 01 untuk mendorong produk lokal, bahkan tidak menggunakan produk minuman yang diketahui berafiliasi dengan Israel, seperti Aqua, Starbucks," ungkapnya.
Zulkifli melanjutkan, kubu AMIN menilai boikot produk afiliasi Israel harus terus dilakukan. Akan tetapi, jangan sampai juga tertipu dengan produk lokal yang ternyata juga banyak hasil importasi dari negara lain.
"Jangan sampai kita tertipu dgn beli produk lokal tetapi ternyata masih hasil importasi. Kita akan mengikuti fatwa MUI dan tetap boikot produk yang terafiliasi Israel. Dukung produk 100 persen lokal buatan Indonesia," tandasnya.
Menjaga Komitmen Capres Dukung Boikot Israel
Organisasi Gerakan Kebangkitan Produk Nasional (Gerbang Pronas) dan Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) kompak mendesak pasangan Capres-Cawapres untuk berkomitmen memboikot produk terafiliasi Israel. Selain sebagai bentuk solidaritas dengan Palestina.
Menurut mereka, komitmen boikot produk merupakan jalan untuk mendorong produk nasional berkembang dan menjadi tuan di negeri sendiri.
“Kami mendesak Capres-Cawapres untuk terus menjaga komitmen memboikot produk terafiliasi Israel. Sikap dan Tindakan ini mewakili kepentingan umat Muslim Indonesia untuk menekan Israel dan membela kepentingan Palestina. Bagi umat Islam, tindakan ini juga bagian dari keimanan,” ujar Ketua Gerbang Pronas, Fuad Adnan.
Fuad pun memastikan agenda boikot produk terafiliasi Israel dapat menjadi momentum untuk membangkitkan penggunaan produk nasional.
Pasalnya, sebagian besar produk-produk lokal tersebut merupakan substitusi pengganti dari produk terafiliasi Israel. Mendukungnya, ungkap dia, berarti membangun peluang agar ekonomi bangsa Indonesia dapat berkembang lebih mandiri.
“Boikot ini bisa menjadi momentum untuk mendorong penggunaan produk lokal secara besar-besaran. Situasi ini tentu baik bagi perekonomian nasional agar lebih mandiri dan tidak bergantung kepada produk asing,” jelas dia.
Di level global, gerakan boikot ini terbukti menghadirkan dampak memukul pada pada bisnis besar produk-produk terafiliasi Israel, sebut saja Starbuck, McDonald, Pizza Hut, Coca-cola, Danone, Nestle dan banyak produk multinasional lainnya.
“Boikot produk terafiliasi Israel ini adalah selemah-lemahnya perjuangan umat muslim di Indonesia. Karena itu, aksi ini semestinya mendapat dukungan dari seluruh umat muslim Indonesia, termasuk para Capres-Cawapres tersebut. Mereka harus ikut berjuang membela dan mendukung Palestina merdeka,” kata Direktur Eksekutif YKMI, Ahmad Himawan.