Ganjar dan Prabowo Bicara Stunting dan Gizi Buruk, dr Tompi Ungkap Fakta Ini

Andi Ahmad S

Senin, 05 Februari 2024 | 07:05 WIB
Ganjar dan Prabowo Bicara Stunting dan Gizi Buruk, dr Tompi Ungkap Fakta Ini
Capres nomor urut dua, Prabowo Subianto (kiri) beradu gagasan dengan Capres nomor urut tiga, Ganjar Pranowo (kanan) saat debat Capres-Cawapres kelima di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pada debat kelima Pilpres 2024, Capres 02 Prabowo Subianto dan Capres 03 Ganjar Pranowo saling lempar pertanyaan kaitan masalah stunting dan Gizi Buruk di Indonesia.

Hal itu nampaknya menjadi sorotan dari dr Tompi melalui cuitan di akun X. Dia sedikit memberikan bocoran kaitan persoalan kasus stunting.

Menurut Tompi yang juga seorang penyanyi, untuk kasus stunting itu harus adanya langkah yang dimaksudkan untuk membuat keadaan menjadi lebih baik.

Hal itu dilakukan tidak hanya dengan langkah pada fase kehamilan, namun dengan berjalannya tumbuh kembang anak.

"Stunting itu proses yg kronik. Harus di intervensi gak hanya pada fase kehamilan, juga saat masa tumbuh kembang," tulis dr Tompi dikutip Senin (5/2/2024).

Sedangkan, untuk kasus gizi buruk itu masuk pada kategori problem akut. Hal itu kata dia tentu berbeda cara untuk mengatasi dengan persoalan stunting.

"Kalau gizi buruk itu problem akut. Takaran yang di ukur juga beda, Stunting ; Tinggi badan, Gizi buruk ; BB," tambahnya.

Cuitan pada akun X dr Tompi pun menuai berbagai macam reaksi dari netizen.

"Tapi kunci nya makan gratis kan dok?," tulis akun @exim****.

baca juga

"Program 02 emang sesuai kebutuhan dan Kondisi bangsa," tulis akun @hera****.

Sebelumnya perlu diketahui, Capres 03 Ganjar Pranowo diduga terlihat sewot saat mendapatkan koreksi dari Capres 02 Prabowo Subianto, mengenai masalah stunting dan gizi buruk di Indonesia.

Momen itu bermula saat Prabowo menanyakan kepada Ganjar kaitan setuju atau tidak mengenai gagasan makan bergizi untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Kemudian, Prabowo juga mengatakan bahwa programnya itu untuk mengatasi masalah Stunting dan cara menghilangkan kemiskinan ekstrem.

"Apakah setuju dengan gagasan saya untuk memberi makan bergizi untuk seluruh masyarakat Indonesia, untuk mengatasi masalah stunting dan menghilangkan kemiskinan eksteam, dan mengurangi angka kematian ibu saat melahirkan?," kata Prabowo pada debat kelima Pilpres 2024, Minggu (4/2/2024).

Hal itu langsung dijawab oleh Ganjar. Dia dengan tegas menolak salah satu program Prabowo-Gibran kaitan pemberian makan gratis untuk masyarakat.

"Kalau ngasih makannya untuk anak-anak mencegah stunting saya sangat tidak setuju. Stunting itu ditangani sejak bayi masih dalam kandungan, ibunya harus diberi gizi baik," jawabnya.

Menurut Ganjar, cara mengatasi stunting itu harus memperhatikan ibu hamil, mulai dari kandungan diberikan gizi baik.

"Kalau bapak kasih gizi untuk ibu hamil sejak kandungan itu saya setuju, baru hamil periksa gizi, insya ALlah itu akan melahirkan bayi-bayi yang sehat dan kuat. Kalau itu kurang gizi, baru bapak kasih gizi," kata Ganjar.

Hal itu kemudian ditanggapi kembali oleh Prabowo. Menurut dia, pertanyaan yang dilontarkan tersebut sama dengan jawaban Ganjar.

"Sebetulnya gagasan kita persis itu (Jawaban Ganjar), jadi kita beri program ibu yang sedang hamil, kita beri gizi ibu yang sedang hamil," imbuhnya.

"Memang stunting itu karena kurang gizi, karena ibu kurang gizi makanya stunting, itu terjadi di seluruh bagian Indonesia, yang saya temukan anak-anak 10 tahun badannya seperti umur 4 tahun," sambungnya.

Pasalnya kata dia, jika program tersebut bisa berjalan, maka akan mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia.

"Ini juga mengurangi kemiskinan banyak sekali rakyat kita penghasilannya hanya 1 juta perbulan, maka kalau tidak dibantu anak-anaknya akan semakin sulit," sahutnya.

Namun, pada momen ini Ganjar diduga terlihat sewot kepada Prabowo lantaran telah mengkoreksi pertanyaan sendiri.

"Jadi maksudnya bapak mengkoreksi pertanyaan bapak ke saya? karena beliau mengkoreksi, saya ingatkan lagi pertanyaannya, kalau bapak mau mencegah stunting, perhatikan proses mulai dari mereka remaja,"

"Kemudian bapak harus data perempuan Indonesia itu sebagian besar anemia, perhatikan itu dulu, kalau itu sudah dan menikah perhatikan usianya, 19 tahun usia hari ini menjadi ukuran dimana mereka akan sehat secara fisik, dan cek dokter maka itu akan terjaga gizi, pendapat saya," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Potret Pratama Arhan dan Azizah Salsha di Debat Semalam All In Prabowo-Gibran

Potret Pratama Arhan dan Azizah Salsha di Debat Semalam All In Prabowo-Gibran

News | Senin, 05 Februari 2024 | 05:06 WIB

Permintaan Gibran, Relawan Sebut Kampanye 02 Paling Beda Dibandingkan Paslon Lain

Permintaan Gibran, Relawan Sebut Kampanye 02 Paling Beda Dibandingkan Paslon Lain

Kotak Suara | Senin, 05 Februari 2024 | 03:05 WIB

Terlihat di Barisan Elite TKN, Eks Menkes Terawan Dukung Prabowo-Gibran?

Terlihat di Barisan Elite TKN, Eks Menkes Terawan Dukung Prabowo-Gibran?

Kotak Suara | Senin, 05 Februari 2024 | 05:00 WIB

Terkini

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Sport | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×