Sempat Cekcok dengan Aparat, Massa Mahasiswa Pendemo Pemakzulan Jokowi Bubarkan Diri dari Kawasan Istana

Erick Tanjung, Faqih Fathurrahman

Rabu, 07 Februari 2024 | 20:31 WIB
Sempat Cekcok dengan Aparat, Massa Mahasiswa Pendemo Pemakzulan Jokowi Bubarkan Diri dari Kawasan Istana
Aksi mahasiswa pemakzulan Presiden Jokowi membubarkan diri di kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/2/2024) . [Suara.com/Faqih]

Suara.com - Massa aksi mahasiswa menuntut Presiden Joko Widodo mundur dari jabatan membubarkan diri dari kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/2/2024).

Pantauan Suara.com, para demonstran membubarkan diri sekitar pukul 19.15 WIB. Sebelum bubar, sekelompok demonstran menyerukan agar aksi terus dilanjutkan sampai didengar.

"Sesuai dengan hasil konsolidasi tadi kami bersepakat untuk bubar. Semua sudah dilakukan secara demokratis," kata korlap aksi yang tak mau menyebutkan namanya.

"Ya sudah yang mau pulang silakan pulang, yang masih mau main silakan main," timpal mahasiswa lainnya.

Beberapa massa yang ogah pulang, kemudian berkumpul di tengah jalan perempatan Harmoni. Mereka membakar sejumlah alat peraga kampanye (APK) seperti spanduk, baliho yang sebelumnya dilucuti dari pingir jalan.

Tak lama kemudian, massa yang bertahan pun akhirnya bubar dengan sendirinya. Satu persatu mereka membubarkan diri tanpa diusir aparat kepolisian. Mereka bubar dengan tertib, meski sempat terlibat cekcok dengan petugas kepolisian.

Tuntutan

Dalam aksi unjuk rasa ini para mahasiswa menyampaikan empat tuntutan. Adapun keempat tuntutan disuarakan, pertama memakzulkan Presiden Jokowi.

Kemudian memboikot partai politik yang tidak mendukung pemakzulan Jokowi. Mendesak para menteri untuk mundur dari kabinet pemerintahan Jokowi. Terakhir, menyerukan protes masyarakat seluruh Indonesia sampai Presiden Jokowi dimakzulkan.

baca juga

Selain itu, ada 10 isu yang digaungkan oleh pihak mahasiswa, yakni tentang pemilu curang, korupsi, kolusi dan nepotisme. Kemudian soal konflik agraria, monopoli sumber daya alam.

Kerusakan lingkungan, pendidikan dan kesehatan mahal, serta kebebasan sipil. Keadilan ekonomi dan gender, kekerasan aparat, dan produk hukum bermasalah juga menjadi isu yang akan disuarakan.

Sempat diintimidasi

Sebelumnya, beberapa mahasiswa dari berbagai kampus melakukan diskusi dan konsolidasi merespon situasi negara saat ini, pada Sabtu (3/2) malam.

Iqbal yang saat itu berada di lokasi mengatakan, saat diskusi sedang berlangsung ada sekelompok orang tidak dikenal (otk) mencoba merangsek masuk dan membubarkan acara diakusi tersebut.

“Ketika dilarang mereka marah dan terjadi cekcok,” ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Lagi Tudingan Jokowi Korbankan Ahok Agar Tak Jadi Rival Capres

Viral Lagi Tudingan Jokowi Korbankan Ahok Agar Tak Jadi Rival Capres

Kotak Suara | Rabu, 07 Februari 2024 | 20:27 WIB

Blak-blakan Dosen UGM, Ada Operasi yang Menahan Civitas Akademika Kritik Jokowi Soal Pemilu

Blak-blakan Dosen UGM, Ada Operasi yang Menahan Civitas Akademika Kritik Jokowi Soal Pemilu

News | Rabu, 07 Februari 2024 | 20:18 WIB

Marak Seruan Protes ke Jokowi, Kalangan Civitas Akademika Diminta Lebih Tempuh Jalur Ini

Marak Seruan Protes ke Jokowi, Kalangan Civitas Akademika Diminta Lebih Tempuh Jalur Ini

Kotak Suara | Rabu, 07 Februari 2024 | 20:16 WIB

Terkini

Respon Cepat Aduan, Kemnaker Pastikan Aturan Outsourcing 2026 Bakal Direvisi

Respon Cepat Aduan, Kemnaker Pastikan Aturan Outsourcing 2026 Bakal Direvisi

News | Senin, 22 Juni 2026 | 14:36 WIB

Akademisi UI Kritik Kehadiran Aparat di Kampus Saat Ujian Doktoral Dokter Tifa

Akademisi UI Kritik Kehadiran Aparat di Kampus Saat Ujian Doktoral Dokter Tifa

News | Senin, 22 Juni 2026 | 14:31 WIB

Gubernur Jateng Garansi Izin Kapal Nelayan Kecil Gratis: Ketemu Pungutan, Laporkan!

Gubernur Jateng Garansi Izin Kapal Nelayan Kecil Gratis: Ketemu Pungutan, Laporkan!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 14:20 WIB

iPhone XS Bekas Koruptor Laku Rp34 Juta, KPK Jamin Data Sudah Factory Reset

iPhone XS Bekas Koruptor Laku Rp34 Juta, KPK Jamin Data Sudah Factory Reset

News | Senin, 22 Juni 2026 | 14:16 WIB

Qodari Tolak Negosiasi Program MBG, Pengamat Nilai Bisa Picu Protes Publik Lebih Besar

Qodari Tolak Negosiasi Program MBG, Pengamat Nilai Bisa Picu Protes Publik Lebih Besar

News | Senin, 22 Juni 2026 | 14:07 WIB

Bukan Dibegal, Dua Korban Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran

Bukan Dibegal, Dua Korban Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:55 WIB

Rano Karno Menangis di Sidang Paripurna HUT Jakarta: 'Jejak Jutaan Langkah, Keringat, dan Harapan'

Rano Karno Menangis di Sidang Paripurna HUT Jakarta: 'Jejak Jutaan Langkah, Keringat, dan Harapan'

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:53 WIB

Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung

Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:53 WIB

KPK Bongkar Dedi Congor Nikmati Uang Panas Rp30 Miliar dari Kasus Bea Cukai

KPK Bongkar Dedi Congor Nikmati Uang Panas Rp30 Miliar dari Kasus Bea Cukai

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:47 WIB

Jejak Pelarian Michael Steven Berakhir: Buronan Kasus Pasar Modal Rp337 M Dipulangkan ke RI

Jejak Pelarian Michael Steven Berakhir: Buronan Kasus Pasar Modal Rp337 M Dipulangkan ke RI

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:44 WIB