Konten Bagi-Bagi Makanan di Papua Disebut Menjijikkan, Bobon Santoso: Orang Pintar Kebanyakan Narasi

Bella

Rabu, 14 Februari 2024 | 20:05 WIB
Konten Bagi-Bagi Makanan di Papua Disebut Menjijikkan, Bobon Santoso: Orang Pintar Kebanyakan Narasi
Bobon Santoso saat masak besar dan berbagi makanan di Papua. (Tangkapan Layar/Instagram Bobon Santoso)

Suara.com - Bobon Santoso baru-baru ini kembali melakukan aksi masak besar satu kuali kemudian membagi-bagikan makanan seperti yang sudah sering dilakukannya. Bedanya, kali ini Bobon melakukan hal tersebut di Papua.

Seperti biasa, Bobon juga mengunggah aksi masak besar dan bagi-bagi makanan di Papua ke channel YouTube miliknya. Selain daging yang dimasaknya, dalam unggahannya, Bobon juga terlihat membagikan wafer dan susu.

Namun begitu, rupanya ada seorang dokter yang mengkritik aksi Bobon tersebut. Dokter di balik akun X @RodriChen itu menyebut unggahan Bobon Santoso soal bagi-bagi makanan di Papua sebagai konten menjijikkan.

"Konten seperti ini menjijikkan. Pembingkainnya menempatkan si penyumbang sebagai juru selamat, dan para penerima bantuan sebagai figuran/NPC. Pangan Ultra proses spt susu berperisa & wafer itu juga penganan kosong, tidak ada fungsi gizi. Malah berbahaya dikonsumsi berlebihan," tulis akun @RodriChen melalui X seperti dikutip Suara.com, pada Rabu (14/2/24).

Bobon Santoso lantas memberikan respons atas kritik tersebut melalui akun instagramnya.

"Tau lagi dihujat di twitter, X. Dicibir gw sih ga peduli, mau orangnya, mau hujatannya. Tapi izinkan gw respon sedikit. Apa yang gw lakuin memang ga bisa senangin semua orang, pasti ada yang ga suka," kata Bobon.

Bobon selanjutnya menjelaskan bahwa tujuan kehadirannya ke Papua bukan untuk memperbaiki gizi, melainkan untuk berbagi kebahagiaan dan merangsang generasi muda untuk lebih peduli terhadap sesama di pelosok tanah air. Dia juga menekankan bahwa perbaikan gizi tidak bisa instan dan memerlukan jangka panjang.

"Terkait snack yang kita hadirkan, mau itu wafer, susu kotak, mie instant, atau apapun itu. Jika sedikit sedikit harus memenuhi gizi dan diseleksi ketat. Kapan menikmatinya warga?," katanya.

Bobon Santoso juga menanggapi pernyataan Rodrichen yang menyebut warga Papua yang menerima bantuan sebagai "figuran". Menurut Bobon, klaim Rodrichen tersebut sangat menyakitkan. Dirinya juga menegaskan bahwa warga Papua bebahagia atas kehadirannya bersama tim.

baca juga

Bobon juga menyoroti asumsi bahwa konten tersebut hanya untuk keuntungan bisnis. Menurutnya, belum ada konten kreator di Indonesia yang bersedia melakukan "Masak Besar" di Papua, dengan risiko diculik oleh kelompok separatis OPM. Dia menegaskan bahwa biaya produksi tinggi, dan keuntungan dari Adsense Youtube hanya mencakup sebagian kecil dari total biaya.

Dalam akhir pernyataannya, Bobon Santoso menantang Rodrichen untuk datang ke Papua dan memberikan contoh konten yang dianggap tidak "menjijikkan". Dia bahkan menyatakan kesiapannya untuk membiayai hal tersebut.

"Orang pintar banyak narasi.. Orang bodoh banyak aksi," ujar Bobon.

Kini, Bobon juga diketahui meminta Rodrichen untuk segera meminta maaf atas tulisannya tersebut.

"Kita tunggu ya permintaan maafnya. Kita pasti maafin, kok," ujar Bobon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Uniknya Sistem Noken Buat Ambil Suara di Papua, Pemilu Pakai Kearifan Lokal yang Sah

Uniknya Sistem Noken Buat Ambil Suara di Papua, Pemilu Pakai Kearifan Lokal yang Sah

Kotak Suara | Rabu, 14 Februari 2024 | 14:44 WIB

Halo KPU Nih Ada Warga Jakarta Ngeluh Terdaftar di TPS Papua, Kok Bisa?

Halo KPU Nih Ada Warga Jakarta Ngeluh Terdaftar di TPS Papua, Kok Bisa?

News | Selasa, 13 Februari 2024 | 14:37 WIB

'Sekolah Adat'  Bholuh: Dimimpikan Melahirkan Perupa Muda Papua Lewat Seni

'Sekolah Adat' Bholuh: Dimimpikan Melahirkan Perupa Muda Papua Lewat Seni

Video | Selasa, 13 Februari 2024 | 10:00 WIB

Menhan Sentil Soal Mengandalkan Koneksi hingga Koncoisme, Netizen: Buset Berani Kritik Pak Prabowo

Menhan Sentil Soal Mengandalkan Koneksi hingga Koncoisme, Netizen: Buset Berani Kritik Pak Prabowo

News | Senin, 12 Februari 2024 | 17:06 WIB

Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya Diterjang Banjir Bandang, 5 Orang Tewas

Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya Diterjang Banjir Bandang, 5 Orang Tewas

News | Jum'at, 09 Februari 2024 | 22:15 WIB

Tak Gentar Dihujani Kritik, Gibran Pamer Pernah Mengejar Para Pendemo

Tak Gentar Dihujani Kritik, Gibran Pamer Pernah Mengejar Para Pendemo

News | Jum'at, 09 Februari 2024 | 10:58 WIB

Setahun Disandera TPNPB-OPM, Pilot Susi Air Muncul Minta Dikirimkan Benda Ini

Setahun Disandera TPNPB-OPM, Pilot Susi Air Muncul Minta Dikirimkan Benda Ini

News | Jum'at, 09 Februari 2024 | 06:38 WIB

Terkini

Sambutan Istimewa untuk Presiden Belarus, Dari Pasukan Berkuda hingga Bermalam di Istana Negara

Sambutan Istimewa untuk Presiden Belarus, Dari Pasukan Berkuda hingga Bermalam di Istana Negara

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:27 WIB

Bupati Purwakarta Minta Maaf soal Lagu Lalaki Langit Viral, Sebut Tak Bermaksud Rendahkan Wanita

Bupati Purwakarta Minta Maaf soal Lagu Lalaki Langit Viral, Sebut Tak Bermaksud Rendahkan Wanita

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:15 WIB

Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem

Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:15 WIB

Dugaan Kekerasan terhadap Dokter Muda di NTT Diminta Diusut Transparan

Dugaan Kekerasan terhadap Dokter Muda di NTT Diminta Diusut Transparan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:11 WIB

Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor

Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:48 WIB

Diajak Belajar Kitab Kuning, Santriwati Diduga Jadi Korban Perbuatan Cabul

Diajak Belajar Kitab Kuning, Santriwati Diduga Jadi Korban Perbuatan Cabul

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:40 WIB

Polemik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta, Disindir Rossa hingga Disomasi LBH Jabar

Polemik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta, Disindir Rossa hingga Disomasi LBH Jabar

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:40 WIB

Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis

Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:17 WIB

Kemlu Qatar: Perundingan Sukses, AS dan Iran Kembali Bertemu Usai Pemakaman Ali Khamenei

Kemlu Qatar: Perundingan Sukses, AS dan Iran Kembali Bertemu Usai Pemakaman Ali Khamenei

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:57 WIB

Kronologi Penyekapan Karyawan Padel Kebayoran Lama: Berawal dari Raket Hilang

Kronologi Penyekapan Karyawan Padel Kebayoran Lama: Berawal dari Raket Hilang

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:43 WIB

×