Aktivis Papua Sebut Massa Penggeruduk Kantor ICW dkk Kelompok Binaan: Ada Intel Juga Sering Gabung

Agung Sandy Lesmana, Faqih Fathurrahman

Rabu, 28 Februari 2024 | 17:30 WIB
Aktivis Papua Sebut Massa Penggeruduk Kantor ICW dkk Kelompok Binaan: Ada Intel Juga Sering Gabung
Massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Pemuda Mahasiswa Timur Cinta NKRI saat menggelar aksi di depan kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jakarta, Senin (26/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Kantor para pegiat antikorupsi hingga pembela HAM seperti KontraS, ICW, Lokataru Foundation hingga LBH/YLBHI belakangan ini menjadi target penggerudukan massa pendemo yang tergabung dalam Forum Masyarakat dan Pemuda Mahasiswa Indonesia Timur Cinta NKRI (Format NKRI). Aksi demonstrasi mereka terhadap kantor-kantor koalisi masyarakat sipil itu pun menuai sorotan. 

Aktivis Papua, Ambrosius Mulait pun ikut angkat bicara karena merasa heran dengan isu rasisme di Papua yang menjadi tuntutan massa Format NKRI saat menggeruduk kantor ICW, beberapa waktu lalu. Pasalnya, eks tahanan politik (Tapol) Papua itu atas tuduhan makar itu menganggap jika massa yang berdemo di kantor-kantor koalisi sipil itu bukan merupakan bagian dari Mahasiswa Papua. 

“Mahasiswa Papua tidak pernah terlibat dalam demonstrasi yang dilakukan mengatasnamakan orang Timur yang demo kantor-kantor koalisi masyarakat sipil,” kata Ambrosius kepada Suara.com lewat aplikasi WhatsApp, Rabu (28/2/2024).

Ambrosius pun mengaku menaruh curiga jika jika para  pendemo yang menggeruduk kantor-kantor NGO itu adalah 'kelompok binaan.' Bahkan, Ambrosius mengaku kelompok itu kerap menjadi massa tandingan ketika mahasiswa Papua menggelar unjuk rasa di Jakarta.  

Eks Tahanan politik Papua, Ambrosius Mulait. (Suara.com/Bagaskara)
Eks Tahanan politik Papua, Ambrosius Mulait. (Suara.com/Bagaskara)

“Kami mengetahui kelompok binaan ini, saya selalu dokumentasikan muka-muka mereka di dalamnya, ada intel juga sering gabung dengan massa aksi untuk mendiskriminasi, represif mahasiswa Papua,” beber Ambrosius.

Dengan tegas, Ambrosius menyebut, tidak mungkin masyarakat Papua melakukan aksi menggeruduk kantor-kantor koalisi masyarakat sipil. Pasalnya, selama ini koalisi masyarakat sipil selalu membela masyarakat Papua, dengan selalu lantang berbicara soal konflik kekerasan yang ada di Papua.

“Selama ini mereka yang berbicara vokal terkait konflik kekerasan negara di Papua. Organisasi masyarakat sipil Kontras, LBH, YLBHI, dan Lokataru Selalu mendampingi kami ketika melakukan aksi-aksi mengutuk kekerasan negara di Papua,” ucapnya.

Massa pemuda-mahasiswa Timur demo di kantor LBH Jakarta. (bidik layar)
Massa pemuda-mahasiswa Timur demo di kantor LBH Jakarta. (bidik layar)

Adapun aksi koalisi masyarakat sipil yang membela masyarakat Papua, diantarannya:

  1. Gedung YLBHI dan LBH Jakarta pernah menjadi tempat perlindungan bagi mahasiswa/i Papua di Jakarta yang melakukan aksi penolakan ujaran rasisme di Surabaya pada 2019;
  2. Selain Koalisi Untuk Demokrasi didalamnya Kontras, YLBHI dan LBH Jakarta pernah mendampingi beberapa kawan-kawan mahasiswa Papua yang dikriminalisasi oleh Polda Metro Jaya misalnya kasus Roland, Kelvin, dan Alpius Wenda;
  3. Kontras dalam perjalanannya selalu mengadvokasikan kekerasan negara dan pelanggaran HAM di Papua misalnya kasus Paniai berdarah dan kasus mutilasi  di Timika mereka mendampingi persidangan terakhir di Makassar;
  4. Lokataru melalui direktur eksekutif Haris Azhar pernah melakukan penyelidikan kasus penembakan Pdt. Yeremias Zenambani di Intan Jaya, pdt Yeremias dibunuh oleh TNI yang makan tidur dirumah pdt Yeremias. Selain itu lokataru juga damping moker PT. Freeport;
  5. Kontras dan Lokataru melalui Haris dan Fatiah juga membela dan bersuara dengan lantang tentang upaya penghancuran, pencuria emas dilakukan oleh penguasa, di tanah Intan Jaya melalui operasi tambang Blok Wabu. Hingga mereka berdua diseret di muka pengadilan oleh Luhut Panjaitan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Geruduk Kantor, Pendemo Mau Polisikan ICW tapi Tak Tahu Bukti Videonya Apa: Saya Gaptek

Usai Geruduk Kantor, Pendemo Mau Polisikan ICW tapi Tak Tahu Bukti Videonya Apa: Saya Gaptek

News | Senin, 26 Februari 2024 | 17:14 WIB

Demo di Depan Kantor ICW, Massa Bakar Ban dan Tuduh Sebarkan Makar

Demo di Depan Kantor ICW, Massa Bakar Ban dan Tuduh Sebarkan Makar

Foto | Senin, 26 Februari 2024 | 16:49 WIB

Kompak Naik Angkot, Puluhan Orang Gelar Aksi Bakar Ban saat Geruduk Kantor ICW

Kompak Naik Angkot, Puluhan Orang Gelar Aksi Bakar Ban saat Geruduk Kantor ICW

News | Senin, 26 Februari 2024 | 15:00 WIB

KontraS-ICW: Pemilu 2024 Adalah Yang Terburuk Sejak Era Reformasi

KontraS-ICW: Pemilu 2024 Adalah Yang Terburuk Sejak Era Reformasi

Kotak Suara | Jum'at, 23 Februari 2024 | 13:13 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×