Ramai Bullying di Pondok Pesantren, LP Ma'arif NU Ambil Sikap

M Nurhadi

Kamis, 07 Maret 2024 | 11:55 WIB
Ramai Bullying di Pondok Pesantren, LP Ma'arif NU Ambil Sikap
Ilustrasi bullying. [KlikKaltim.com]

Suara.com - LP Ma'arif NU PBNU membentuk Satuan Tugas Ma'arif Bermartabat sebagai langkah untuk mencegah kekerasan, perundungan, dan intoleransi di lingkungan pendidikan.

"Kita harus bersatu, melibatkan berbagai sektor untuk menangani permasalahan ini," kata M. Ali Ramdhani, Ketua LP Ma'arif NU PBNU, dalam pernyataannya di Jakarta pada hari Kamis.

Ramdhani menegaskan pentingnya usaha untuk mengatasi masalah kekerasan, perundungan, dan intoleransi di lingkungan pendidikan.

Baginya, permasalahan ini tidak hanya merusak proses belajar-mengajar, tetapi juga mengancam kesejahteraan psikologis siswa.

Pembentukan satgas ini diklaim sebagai bentuk komitmen LP Ma'arif NU PBNU untuk proaktif dalam mencegah dan menanggulangi masalah tersebut di lingkungan pendidikan.

"Lebih khusus satuan pendidikan yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU," ujarnya.

Dhani merinci program-program inti yang akan dilaksanakan oleh Satgas Ma'arif Bermartabat, yang meliputi penyediaan materi edukatif untuk memperkuat pemahaman tentang pencegahan kekerasan, perundungan, dan intoleransi.

Pembekalan kepada pengurus agar dapat menjadi fasilitator di tingkat nasional. Kemudian, pelatihan kepemimpinan bagi kepala sekolah dalam membangun visi anti kekerasan.

Lalu mengajarkan guru dan orang tua perihal strategi pencegahan yang efektif. Terakhir, membekali siswa dengan keterampilan untuk menjadi tutor sebaya dan agen perubahan positif.

baca juga

"Melalui pendekatan holistik ini, kami berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan mendukung serta membahagiakan, di mana setiap siswa dapat belajar dan tumbuh tanpa takut akan kekerasan atau diskriminasi," kata Dhani, dikutip dari Antara.

Inisiatif ini juga mendapatkan dukungan kuat dari Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, yang telah menerbitkan regulasi untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibunya Sampai Menangis, Siswa SD di Indramayu Dirundung Teman: Ditendang dan Dipaksa Buka Baju

Ibunya Sampai Menangis, Siswa SD di Indramayu Dirundung Teman: Ditendang dan Dipaksa Buka Baju

News | Kamis, 07 Maret 2024 | 10:55 WIB

Viral Kasus Bullying Siswa Sekolah Dasar di Indramayu, Korban sampai Ditelanjangi

Viral Kasus Bullying Siswa Sekolah Dasar di Indramayu, Korban sampai Ditelanjangi

Your Say | Kamis, 07 Maret 2024 | 10:54 WIB

Bukan Cuma Soal Bullying, 'Pyramid Game' Sajikan 4 Hal yang Lebih Mendalam

Bukan Cuma Soal Bullying, 'Pyramid Game' Sajikan 4 Hal yang Lebih Mendalam

Your Say | Kamis, 07 Maret 2024 | 09:15 WIB

4 Tema yang Dibahas di Drama Korea 'Pyramid Game', Salah Satunya Bullying!

4 Tema yang Dibahas di Drama Korea 'Pyramid Game', Salah Satunya Bullying!

Your Say | Rabu, 06 Maret 2024 | 18:07 WIB

Dapat Ancaman Online dari Haters, Fajri UN1TY Beri Peringatan Tegas

Dapat Ancaman Online dari Haters, Fajri UN1TY Beri Peringatan Tegas

Your Say | Rabu, 06 Maret 2024 | 12:20 WIB

Apes Kena Karma, Baim Wong Bongkar Perasaan Jadi Tukang Bully

Apes Kena Karma, Baim Wong Bongkar Perasaan Jadi Tukang Bully

Entertainment | Selasa, 05 Maret 2024 | 14:16 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×