Politikus PKS: Tidak Ada Kata Kalah, Anies-Muhaimin Teguh di Jalan Perubahan

Galih Prasetyo

Senin, 11 Maret 2024 | 19:09 WIB
Politikus PKS: Tidak Ada Kata Kalah, Anies-Muhaimin Teguh di Jalan Perubahan
Pasangan Capres-Cawapres nomor urut satu, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar bersalaman dengan Capres-Cawapres nomor urut tiga, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD usai debat Capres-Cawapres Kelima di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (4/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga jubir Timnas Anies-Muhaimin (AMIN) Muhammad Iqbal menegaskan paslon 01 masih tetap berada di jalur perubahan. Iqbal mengatakan bahwa saat ini rekapitulasi Pilpres 2024 masih berlangsung dan AMIN belum kibarkan bendera putih.

Iqbal saat menjadi bintang tamu di kanal Youtube Akbar Faizal Uncensored mengatakan bahwa koalisi tiga partai pengusung AMIN masih konsisten untuk membawa dugaan kecurangan Pilpres 2024 ke hak angket DPR.

Akbar Faizal sebagai host mempertanyakan konsistensi tiga partai pengusung AMIN, yakni PKS, PKB dan Nasdem di persolaan hak angket. Utamanya pasca pertemuan antara Jokowi dan Surya Paloh beberapa waktu lalu.

Akbar Faizal menyebut bahwa dari tiga partai pengusung AMIN, PKS memang memiliki rekam jejak sebagai oposisi dari pemerintah dan konsiten. Lantas bagaimana dengan dua partai lainnya?

"Yang jelas, dari statment pak Anies kemarin ketika kami bertemu, mereka sudah bertemu tetapi tidak dipublikasi. Tapi dari statmen terakhir, bahwa Cak Imin (PKS) kuat, Nasdem kuat, masih bersama di jalur perubahan. Itu statment dari calon presiden (Anies). Saya pikir itu clear," ungkap Iqbal seperti dikutip, Senin (11/3).

"Jadi kalau ada kecurigaan, wajar-wajar saja. Jangankan yang diluar bisa ke dalam, yang di dalam saja bisa keluar kok. Seperti PDIP misalnya," tambah Iqbal.

"Menurut saya dalam politik hari ini, kami (AMIN) merasa sedang berjuang, sedang mengapresasi para saksi kami di lapangan. Tidak ada kata kalah sebelum KPU memutuskan. Dan kami akan membawa hal ini ke ranah hukum,"

Sementara itu, politisi PDIP Henry Yosodiningrat di acara yang sama menegakan bahwa partainya siap memimpin koalisi partai penyeimbang pemerintah pasca Pilpres 2024.

"Ya oposisi bisa disebut, saya sudah mulai menjadi oposisi sekarang," jawab Henry.

baca juga

Soal gugatan hukum yang akan direncanakan oleh pasangan Ganjar-Mahfud, Henry mengatakan saat ini timnya sudah memiliki bukti-bukti yang kuat.

"Kuat sekali, kami tidak akan larut dengan masalah angka, selisih angka atau perolehan angka. tapi kami fokus pada TSM (terstruktur, sistematis dan masif). Karena kejahatan ini luar biasa dan kami akan yakinkan hakim," jelas Henry.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Upaya Penggembosan Hak Angket, Ganjar Pranowo: Dinamikanya Pasti akan Seru

Soal Upaya Penggembosan Hak Angket, Ganjar Pranowo: Dinamikanya Pasti akan Seru

News | Senin, 11 Maret 2024 | 17:18 WIB

Prabowo-Gibran Unggul di Banten, Saksi Ganjar dan Anies Tolak Tanda Tangan Hasil Pleno

Prabowo-Gibran Unggul di Banten, Saksi Ganjar dan Anies Tolak Tanda Tangan Hasil Pleno

Kotak Suara | Senin, 11 Maret 2024 | 15:45 WIB

Hasil Real Count KawalPemilu tak Beda dengan Quick Count, Pastikan Tak Ada Kecurangan

Hasil Real Count KawalPemilu tak Beda dengan Quick Count, Pastikan Tak Ada Kecurangan

News | Senin, 11 Maret 2024 | 15:00 WIB

PDIP Boyong Seorang Kapolda Jadi Saksi Kecurangan Masif Pemilu 2024 ke Mahkamah Konstitusi

PDIP Boyong Seorang Kapolda Jadi Saksi Kecurangan Masif Pemilu 2024 ke Mahkamah Konstitusi

Kotak Suara | Senin, 11 Maret 2024 | 14:35 WIB

Pusing Hasil Pilpres Belum Tentu Akurat, Anies Bagi-bagi Kacamata Rp30 Ribu?

Pusing Hasil Pilpres Belum Tentu Akurat, Anies Bagi-bagi Kacamata Rp30 Ribu?

News | Senin, 11 Maret 2024 | 13:47 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×